Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Ubah Limbah Jadi Cuan, Mahasiswa KKN UAD dan UMJ Olah Janggel Jagung Jadi Briket

Iklan Landscape Smamda
Ubah Limbah Jadi Cuan, Mahasiswa KKN UAD dan UMJ Olah Janggel Jagung Jadi Briket
pwmu.co -

Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) kolaborasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan Universitas Muhammadiyah Jember (UMJ) menggelar sosialisasi serta demonstrasi pemanfaatan limbah janggel jagung menjadi briket bahan bakar bernilai ekonomis.

Kegiatan tersebut berlangsung di kediaman Ketua RW 03 Dusun Krajan, Desa Sumberasri, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi, Rabu (2/9/2026) pukul 19.30 WIB.

Program yang diusung KKN Unit II.A.1 tersebut dihadiri perwakilan warga dari empat RT di lingkungan RW 03. Acara dibuka oleh MC Mila dan dilanjutkan sambutan Ketua KKN Unit II.A.1, Nizar.

Dalam sambutannya, Nizar menyampaikan apresiasi atas antusiasme warga dan berharap edukasi tersebut dapat menambah wawasan serta memberikan manfaat nyata bagi perekonomian lokal.

Pemateri KKN, Santi, menjelaskan bahwa briket janggel jagung merupakan energi alternatif ramah lingkungan sebagai pengganti kayu bakar.

Inovasi tersebut dipilih karena banyaknya janggel jagung yang dibiarkan menumpuk dan tidak terpakai di sekitar area pertanian warga setelah panen.

Dalam pemaparannya, tahapan pembuatan briket terbagi menjadi beberapa langkah sederhana.

Karbonisasi. Janggel jagung kering dibakar di dalam drum tertutup dengan minim udara hingga menjadi arang, bukan abu.

Penghancuran. Arang yang telah dingin ditumbuk atau digiling hingga menjadi serbuk halus.

Pencampuran. Serbuk arang dicampur dengan perekat alami, seperti adonan tepung kanji yang diseduh.

Pencetakan dan pengeringan. Adonan dipadatkan, dicetak sesuai bentuk yang diinginkan, lalu dijemur hingga kering sempurna dan siap digunakan.

Santi menegaskan bahwa pengolahan limbah tersebut membawa tiga dampak positif sekaligus.

SMPM 5 Pucang SBY

Dari segi ekonomi, limbah yang sebelumnya tidak memiliki nilai jual kini dapat memiliki nilai ekonomi dan bahkan berpotensi untuk diekspor.

Dari sisi lingkungan, cara tersebut dapat membantu mengurangi polusi asap akibat pembakaran terbuka di ladang.

Sementara dari sisi sosial, kegiatan ini membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru bagi masyarakat, terutama saat musim panen.

Setelah pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan briket secara langsung oleh perwakilan mahasiswa, Ayyas, bersama para warga.

Inovasi tersebut mendapat respons positif dari masyarakat setempat. Pak Tumiran, salah satu warga RT 04, mengaku sangat terbantu dengan adanya pelatihan tersebut.

“Janggel jagung biasanya cuma dibakar di ladang atau dibuang begitu saja sampai menumpuk. Pas adik-adik KKN mengajarkan cara menghancurkan, mencampur perekat, sampai dicetak jadi briket, saya baru paham ternyata limbah ini punya nilai jual. Lumayan sekali untuk menambah penghasilan sampingan setelah panen,” ucap Pak Tumiran (warga RT 04).

Rangkaian acara kemudian ditutup dengan sesi foto dan makan bersama.

Program kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya mengakhiri tradisi pembakaran limbah di ladang, tetapi juga mendorong warga untuk memproduksi briket secara mandiri.

Melalui pembentukan unit usaha berbasis pengolahan limbah pertanian, masyarakat lokal diharapkan mampu terberdayakan sekaligus mewujudkan kemandirian ekonomi desa secara berkelanjutan.

Revisi Oleh:
  • Satria - 03/09/2026 23:22
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu