Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) SMP Muhammadiyah 1 Gresik (Spemutu) menggelar Musyawarah Ranting (Musyran) di Aula Al-Qolam Spemutu, Kamis (24/9/2026).
Musyran menjadi momentum evaluasi kepengurusan sekaligus regenerasi kepemimpinan PR IPM Spemutu. Kegiatan tersebut diikuti kader IPM Spemutu dengan penuh antusias.
Kepala SMP Muhammadiyah 1 Gresik, Rosyidul Arifibillah, S.Pi., S.Pd., M.Pd., membuka kegiatan secara langsung. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya karakter kader yang memiliki semangat juang dan kesungguhan dalam menjalankan amanah organisasi.
Menurut Rosyidul, menjadi kader IPM bukan sekadar memiliki nama dalam struktur kepengurusan. Kader harus mampu menunjukkan militansi melalui tindakan nyata.
“Menjadi kader IPM harus militan, bukan meletan,” tegasnya.
Ia menjelaskan, kader yang militan akan berusaha menyelesaikan setiap amanah yang diberikan. Sebaliknya, kader yang hanya mudah mengeluh akan kesulitan berkembang dalam organisasi.
“Kalau ada tugas dikerjakan. Kalau ditanya, ‘sudah dikerjakan?’ jawabnya, ‘wal-ah, haduh’, itu kader meletan,” ujarnya disambut tawa peserta.
Rosyidul berharap Musyran tidak hanya menjadi agenda pergantian kepengurusan, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter kader yang bertanggung jawab, disiplin, dan siap mengambil peran.
Pembina PR IPM Spemutu, Yatik, S.Pd., mengatakan Musyran merupakan bagian penting dalam proses kaderisasi. Melalui forum tersebut, kader belajar bermusyawarah, menyampaikan pendapat, menerima perbedaan, sekaligus menentukan arah organisasi.
“Musyran ini bukan sekadar memilih siapa yang menjadi ketua atau pengurus berikutnya. Lebih dari itu, anak-anak belajar bagaimana menjadi kader yang mampu bertanggung jawab terhadap amanah dan bekerja bersama,” ungkapnya.
Ia berharap kader yang terpilih nantinya mampu melanjutkan program-program positif yang telah berjalan sekaligus menghadirkan inovasi baru sesuai kebutuhan pelajar.
“Harapannya, kepengurusan berikutnya semakin solid, komunikatif, dan mampu menjadi teladan bagi siswa lainnya,” tambah Yatik.
Sementara itu, Ketua PR IPM Spemutu periode 2025/2026, Ghalby Muhammad Arsy, menyampaikan bahwa Musyran menjadi momentum penting untuk mengevaluasi perjalanan organisasi selama satu periode.
Menurutnya, selama menjalankan amanah, banyak pengalaman yang menjadi pembelajaran bagi dirinya dan jajaran pengurus.
“Selama satu periode, banyak hal yang kami pelajari. Ada keberhasilan, ada kekurangan, dan semuanya menjadi pengalaman untuk menjadi lebih baik,” ujarnya.
Ghalby berharap estafet kepemimpinan PR IPM Spemutu dapat diteruskan oleh kader-kader yang memiliki semangat untuk belajar dan berkontribusi.
“Semoga kepengurusan berikutnya bisa melanjutkan hal-hal baik yang sudah ada, memperbaiki kekurangan, dan membawa PR IPM Spemutu semakin berkembang,” tuturnya.
Musyran PR IPM Spemutu menjadi bagian dari proses kaderisasi organisasi pelajar Muhammadiyah. Dari forum tersebut, diharapkan lahir kader-kader yang tidak hanya mampu berbicara dalam forum, tetapi juga siap bergerak, bekerja, dan menunaikan amanah organisasi.





0 Tanggapan
Empty Comments