Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Nabi Ibrahim Sang Khalilullah dan Teladan Manusia Semesta, Khutbah Iduladha PRM Jalen

Iklan Landscape Smamda
Nabi Ibrahim Sang Khalilullah dan Teladan Manusia Semesta, Khutbah Iduladha PRM Jalen
Suasana salat Iduladha di Masjid Al-Falah Pusdamu PRM Jalen. (Alib/PWMU.CO)
Oleh : Abdul Muntholib
pwmu.co -

Khatib Iduladha 10 Zulhijah 1447 H bertepatan dengan Rabu (20/5/2026) Pimpian Ranting Muhammadiyah (PRM) Jalen Genteng Banyuwangi disampaikan oleh Wakil ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Genteng, H. Nawachid, M.Pd., dengan mengangkat tema Nabi Ibrahim Khalilullah dan Teladan Manusia Semesta.

Pelaksanaan salat Iduladha PRM Jalen dilaksanakan di Pusat Dakwah Muhammadiyah (Pusdamu) Masjid Al-Falah Jalen dikarenakan hujan tidak kunjung reda hingga menjelang pukul 06.00 WIB pagi.

Ditunggu hingga pukul 00.05 WIB, malam menjelang hari raya kurban, kondisi cuaca lingkungan sekitar PRM Jalen tidak memungkinkan melaksanakan salat Id di lapangan SD Muhammadiyah 9 (SD Mulan) Jalen jika hujan masih sangat lebat.

Maka panitia mengadakan koordinasi dengan PRM dan Takmir Masjid Al-Falah Jalen untuk memutuskan salat Iduladha dilaksanakan di masjid.

“Kami sudah menunggu di lokasi salat Id sejak usai jamaah salat Isya’ guna mempersiapkan tempat salat Id mulai dari sound, alas shalat dan perlengkapan lainnya, namun hingga enam jam berlalu dari pukul 19.00 WIB, kondisi tidak memungkin kami segera berkoordinasi dengan PRM dan Takmir,” jelas Zaenul Arifin selaku ketua panitia salat Id dan penyembelihan hewan kurban.

Dalam suasana gerimis pelaksanaan salat Iduladha di Masjid Al-Falah Jalen tidak mengurangi animo warga untuk hadir berjamaah, ratusan jamaah dibarengi dengan keluarganya hadir memenuhi Masjid Al-Falah sehingga semua serambi samping dan lantai dua masjid penuh dengan jamaah.

Imam salat dipimpin oleh ustadz Supriyadi dan khatib disampaikan oleh penasehat PRM Jalen, H.Nawachid, dalam khutbahnya beliau mengatakan bahwa Nabi Ibrahim merupakan Nabi yang memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah, sehingga namanya sering disebut dalam al-Quran agar manusia bisa mengambil tauladan dan mengikuti ajarannya sebagaimana firman-Nya dalam quran an-Nisa ayat 125,

وَٱتَّخَذَ ٱللَّهُ إِبۡرَٰهِيمَ خَلِيلٗا
dan Allah mengambil Ibrahim menjadi khalil (kesayanganNya).

SMPM 5 Pucang SBY

Dalam khutbah selanjutnya, H. Nawachid menjelaskan bahwa apa yang menyebabkan Nabi Ibrahim disebut sebagai kesayangan Allah Swt?

Ia menjelaskan bahwa setidaknya ada dua hal. Pertama, karena kebiasaan Ibrahim memberikan hidangan pada tamu, dia tidak makan kecuali bersama tamu.

Suatu hari Nabi Muhammad bertanya kepada Jibril, “Wahai Jibril, kenapa Allah menjadikan Ibrahim sebagai khalil?” Jibril menjawab, “Karena ia gemar memberi makanan.

Kedua, Imam Qurthubi dalam tafsirnya meriwayatkan hadis dari Jabir bin Abdillah dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Allah menjadikan Ibrahim sebagai khalil karena dia gemar memberi makanan, memasyhurkan salam, dan shalat malam pada saat banyak orang sedang tertidur.

Sebelum menutup khutbahnya, H.Nawachid membacakan tentang keteladanan Nabi Ibrahim yang sering disebut sebagai abul anbiya atau bapaknya para nabi karena keimanan dan kepatuhan kepada Allah sangat tinggi dengan ujian yang sangat berat dan terus menerus, hingga perintah menyembilih putra semata wayangnya setelah sekian tahun belum diberi keturunan.

Ada beberapa hal yang menjadikan Nabi Ibrahim sebagai nabi teladan di antaranya: Pribadi yang tangguh, selalu menyempurkan janji, selalu tawakal atau pasrah total kepada Allah, berani menghadapi tiran dan tajam dalam berargumentasi, pungkasnya.(*)

Revisi Oleh:
  • Zahrah Khairani Karim - 28/05/2026 11:15
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu