MI Muhammadiyah 6 Tebluru (MI Musix), Solokuro, Lamongan, membagikan hasil belajar siswa dalam rangkaian Campphoria Hizbul Wathan di halaman Perguruan Muhammadiyah Tebluru, Rabu malam (24/6/2026). Kegiatan tersebut juga diisi kajian pendidikan Islam dalam rangka menyambut Tahun Baru Hijriah 1448.
Kegiatan diikuti siswa, guru, dan wali murid MI Musix Tebluru. Selain pembagian hasil belajar, panitia juga menyerahkan tabungan siswa yang dikumpulkan selama satu tahun.
Kepala MI Musix Tebluru, Hendra Hari Wahyudi, mengatakan Campphoria Hizbul Wathan tahun ini memuat sejumlah agenda, termasuk perkemahan, perlombaan, pembagian hasil belajar, dan kajian pendidikan Islam.
“Selain perkemahan, perlombaan dan lainnya yang berkaitan dengan HW. Didalamnya juga ada agenda pembagian raport, serta peringatan hari besar islam yakni kajian dalam rangka peringatan tahun baru hijriyah,” ungkapnya.
Kajian pendidikan Islam disampaikan anggota Majelis Pustaka, Informasi, dan Digitalisasi (MPID) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Nasruddin. Dalam materinya, ia membahas pentingnya dukungan orang tua terhadap proses belajar dan pengembangan potensi anak.

Nasruddin menyampaikan bahwa capaian belajar siswa tidak hanya dapat dilihat dari peringkat kelas. Menurutnya, setiap anak memiliki potensi dan bakat yang perlu dikenali serta dikembangkan.
“Anak-anak punya potensi dan bakat masing-masing, melalui kurikulum merdeka atau pun kurikulum berbasis cinta, siswa berprestasi tidak hanya diukur dari capaian ranking kelas saja,” terang Nasruddin.
Ia juga mengingatkan wali murid agar memberikan dukungan kepada anak dalam mengembangkan minat dan kemampuan. Menurut Nasruddin, orang tua perlu mengenali potensi anak, termasuk bagi siswa yang belum memperoleh peringkat tinggi di kelas. Ia menyebut setiap anak dapat memiliki jalan dan capaian berbeda sesuai bakat yang dimilikinya.
Nasruddin menambahkan bahwa peran orang tua diperlukan dalam mendukung proses pendidikan anak di rumah. Ia mengibaratkan sekolah bukan sebagai tempat orang tua menyerahkan seluruh tanggung jawab pendidikan anak, melainkan sebagai mitra keluarga dalam mendampingi proses belajar siswa.
“Jangan sampai kita menyekolahkan anak seperti me-laundry pakaian. Taunya bersih, wangi, dan rapi saja. Tapi orangtua juga harus memberikan pembelajaran dan perhatian anak ketika dirumah. Tanpa bantuan orangtua, guru tidak akan mampu,” tandasnya.
Setelah kajian, MI Musix Tebluru melanjutkan kegiatan dengan pembagian hasil belajar siswa dan penyerahan tabungan siswa. Pembagian dilakukan kepada siswa yang mengikuti kegiatan bersama wali murid masing-masing.
Campphoria Hizbul Wathan menjadi rangkaian kegiatan MI Musix Tebluru yang menggabungkan agenda kepanduan, pembelajaran, dan pertemuan antara sekolah dengan wali murid. Kegiatan tersebut dilaksanakan di halaman Perguruan Muhammadiyah Tebluru. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments