Beragam cara dilakukan pengurus masjid untuk mendekatkan generasi muda dengan rumah ibadah.
Salah satunya dilakukan Takmir Masjid Al Furqon Muhammadiyah Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, melalui program Ngaji Futsal yang memadukan kajian keislaman dengan olahraga.
Program yang kembali terhelat pada Sabtu (11/7/2026) malam itu menjadi salah satu upaya menghadirkan masjid sebagai ruang yang ramah bagi anak muda.
Kegiatan dimulai usai Salat Magrib dengan kajian keislaman, kemudian dilanjutkan bermain futsal secara gratis.
Hadirkan Dai MUI Pusat
Kajian ini menghadirkan Dai MUI Pusat sekaligus founding father Komunitas Dulur Suargo, Ustadz Firdaus SAg MPd. Setelah mengikuti tausiyah, para peserta diajak berolahraga bersama tanpa dipungut biaya sepeserpun.
Belasan peserta yang tersebar dari berbagai wilayah di Kabupaten Mojokerto, mulai Kecamatan Gedeg hingga Puri, tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan.
Konsep sederhana tersebut dinilai mampu menjadi alternatif aktivitas positif bagi anak muda, khususnya pada malam akhir pekan.
Ketua Takmir Masjid Al Furqon Muhammadiyah Mlirip, Tri Febriandi Amrulloh M.Ag, mengatakan Ngaji Futsal merupakan bagian dari ikhtiar pengurus masjid dalam menghadirkan dakwah yang lebih dekat dengan karakter generasi muda.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi anak muda saat ini semakin kompleks. Maraknya judi online, penyalahgunaan minuman keras, narkotika, pornografi hingga tawuran menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian bersama.
Karena itu, masjid perlu menghadirkan pendekatan yang lebih kreatif agar anak muda merasa nyaman datang ke masjid.
“Kami sengaja memilih Sabtu malam karena identik dengan malam minggu. Harapannya, anak-anak muda memiliki alternatif kegiatan yang produktif, dimulai dari kajian lalu dilanjutkan olahraga bersama” ujarnya.
Ia menegaskan, masjid tidak cukup hanya mengajak anak muda datang untuk beribadah, tetapi juga harus mampu menciptakan suasana yang membuat mereka betah berinteraksi dan membangun komunitas yang sehat.
“Masjid hari ini harus menjadi rumah bagi semua kalangan, termasuk anak-anak muda. Mereka jangan hanya diajak datang ke masjid, tetapi juga dibuat nyaman berada di dalamnya” kata Tri.
Implementasi Dakwah Bil Hal
Selain kajian dan futsal gratis, takmir masjid Al Furqon juga menyediakan kopi gratis bagi seluruh peserta. Menurut Tri, langkah tersebut merupakan bagian dari dakwah bil hal, yakni mengajak masyarakat khususnya anak muda melalui tindakan nyata.
“Kalau anak muda biasa nongkrong sambil ngopi di luar, kenapa masjid tidak bisa menghadirkan suasana yang sama? Bedanya, di sini mereka mendapatkan ilmu, silaturahmi, sekaligus aktivitas yang bermanfaat” tambahnya.
Ia berharap kegiatan tersebut mampu mengubah cara pandang generasi muda terhadap masjid. Menurutnya, masjid bukan ruang yang kaku atau hanya diperuntukkan bagi kalangan tertentu, melainkan tempat yang terbuka bagi siapa saja untuk belajar, berdiskusi, dan membangun persaudaraan.
Sementara itu, Ustadz Firdaus mengapresiasi inovasi yang dilakukan Takmir Masjid Al Furqon. Menurutnya, pendekatan dakwah yang terkemas sesuai minat generasi muda merupakan langkah yang relevan dengan tantangan zaman.
“Sering kali anak muda merasa berjarak atau canggung masuk ke masjid karena menganggap masjid sebagai ruang yang terlalu formal atau identik dengan kalangan tua. Ketika masjid mampu menghadirkan ruang yang ramah bagi mereka, sesungguhnya masjid sedang menyiapkan regenerasi jamaah” ujarnya.
Ia menilai, regenerasi tersebut menjadi kebutuhan penting agar fungsi masjid tetap hidup di masa mendatang. Generasi muda yang sejak dini dibiasakan dekat dengan masjid akan tumbuh menjadi penerus yang kelak memakmurkan saf-saf salat sekaligus menghidupkan berbagai aktivitas dakwah.
“Kita sedang menyiapkan generasi penerus yang akan mengambil tongkat estafet memakmurkan masjid. Karena itu, pendekatan kepada anak muda perlu dilakukan dengan cara yang mereka sukai, tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam” katanya.
Inovasi Dakwah
Kegiatan Ngaji Futsal menjadi salah satu inovasi dakwah yang memadukan pembinaan spiritual, kebersamaan, serta aktivitas olahraga.
Takmir Masjid Al Furqon berharap kegiatan tersebut dapat terus berkembang dan menginspirasi masjid-masjid lain untuk menghadirkan ruang pembinaan yang lebih ramah bagi generasi muda.
Melalui pendekatan yang adaptif terhadap perkembangan zaman, harapannya masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah.
Namun sekaligus menjadi pusat pembinaan karakter, penguatan ukhuwah, serta ruang tumbuh bagi generasi muda yang berakhlak dan memiliki kepedulian terhadap kehidupan umat.
Dengan konsep sederhana namun menyentuh kebutuhan anak muda, Ngaji Futsal menjadi bukti bahwa dakwah dapat dikemas secara kreatif tanpa mengurangi substansi ajaran Islam.
Pengurus Masjid Al Furqon optimistis, semakin banyak anak muda yang akrab dengan masjid, semakin kuat pula fondasi lahirnya generasi penerus yang siap memakmurkan masjid dan berkontribusi bagi masyarakat.





0 Tanggapan
Empty Comments