Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Nobar Film Pesta Babi, Komunitas Lentera Angkat Isu Sosial di Papua

Iklan Landscape Smamda
Nobar Film Pesta Babi, Komunitas Lentera Angkat Isu Sosial di Papua
Nobar film Pesta Babi yang digelar Komunitas Lentera di Surabaya. Foto: Wildan/PWMU.CO
pwmu.co -

Komunitas Lentera bersama Seger Waras by Lazismu Surabaya dan Kwali Literasi menggelar nonton bareng film Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita pada Ahad (10/5/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di rooftop Kantor Lazismu Surabaya, Jalan Ahmad Jaiz, Genteng, Surabaya.

Acara ini diikuti berbagai kalangan, mulai mahasiswa hingga masyarakat umum yang tertarik pada isu-isu sosial dan kemanusiaan. Suasana diskusi tampak hangat sejak awal pemutaran film hingga sesi refleksi setelahnya.

Ketua pelaksana kegiatan, Muhammad Akbar Maulana, menjelaskan bahwa Komunitas Lentera yang berada di bawah naungan IMM Unesa memang memiliki perhatian besar terhadap persoalan sosial di tengah masyarakat.

“Komunitas Lentera di bawah naungan IMM Unesa memang concern dengan isu-isu sosial. Karena itu kami berkolaborasi dengan Seger Waras by Lazismu Surabaya untuk menggelar acara ini,” ujarnya.

Menurut Akbar, film yang diputar dipilih karena mengangkat persoalan kemanusiaan dan ketidakadilan yang masih terjadi hingga saat ini. Melalui kegiatan tersebut, panitia berharap peserta tidak hanya menikmati tontonan, tetapi juga memperoleh sudut pandang baru terhadap berbagai persoalan sosial.

Ia menyebut sasaran kegiatan sebenarnya terbuka untuk umum, meskipun secara khusus juga mengajak kader-kader IMM agar lebih peka terhadap realitas sosial di sekitar mereka.

“Target pasar untuk umum, namun secara khusus juga untuk kawan-kawan IMM sendiri,” katanya.

SMPM 5 Pucang SBY

Setelah pemutaran film, peserta turut berdiskusi mengenai pesan-pesan yang terkandung dalam film tersebut. Banyak peserta menyampaikan pandangan terkait isu ketimpangan, kolonialisme modern, hingga pentingnya solidaritas kemanusiaan.

Akbar berharap kegiatan serupa dapat terus digelar sebagai ruang literasi dan refleksi sosial bagi anak muda. Menurutnya, isu-isu kemanusiaan perlu terus diperbincangkan agar masyarakat tidak kehilangan kepedulian terhadap saudara-saudara yang mengalami penindasan.

“Harapannya kembali ke prinsip Komunitas Lentera, terutama pada isu sosial. Kami ingin memberi informasi kepada masyarakat bahwa masih banyak saudara kita yang terindas, terutama di Papua yang menjadi korban kolonialisme modern,” tuturnya.

Melalui kegiatan nobar tersebut, Komunitas Lentera berharap dapat menumbuhkan kesadaran sosial sekaligus memperluas ruang diskusi kritis di kalangan generasi muda. (*)

Revisi Oleh:
  • Wildan Nanda Rahmatullah - 10/05/2026 18:04
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu