Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kebomas, Kabupaten Gresik, menggelar Pengajian Ahad Pagi di Masjid At-Taqwa Giri, Ahad (19/7/2026).
Pengajian yang bertepatan dengan 4 Shafar 1448 H tersebut mengangkat tema “Menjemput Ketinggian Derajat dan Kemenangan dalam Perspektif Islam”. Kegiatan ini menghadirkan KH Prof. Dr. Thohir Luth, MA, dari Malang, sebagai penceramah.
Dalam kajiannya, Prof. Thohir mengawali dengan membacakan firman Allah dalam Surah At-Taubah ayat 20:
“Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa mereka adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. Mereka itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan.”
Menurut Prof. Thohir, ayat tersebut menjelaskan tiga syarat untuk meraih ketinggian derajat dan kemenangan, yaitu iman, hijrah, dan jihad di jalan Allah dengan harta serta jiwa.
Iman Harus Senantiasa Dirawat
Prof. Thohir menjelaskan bahwa iman bukanlah sesuatu yang bersifat tetap. Iman dapat bertambah karena ketaatan dan berkurang akibat kemaksiatan.
“Iman bukan sesuatu yang tetap. Ia dapat bertambah dengan ketaatan dan berkurang karena kemaksiatan,” ujar dai yang lahir dari keluarga nelayan tradisional di pesisir Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.
Oleh karena itu, seorang Muslim hendaknya senantiasa menjaga dan meningkatkan keimanannya melalui ilmu, ibadah, dan amal saleh.
Selain iman, hijrah juga menjadi salah satu syarat untuk meraih ketinggian derajat. Menurut Prof. Thohir, hijrah tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan fisik atau tempat tinggal.
“Hijrah bukan hanya hijrah secara fisik atau berpindah tempat demi menjaga agama dan mencari lingkungan yang lebih baik, tetapi juga hijrah qalbiyah dan hijrah amaliyah,” jelasnya.
Ia menjelaskan, hijrah qalbiyah adalah perpindahan hati dari kecintaan kepada maksiat menuju kecintaan kepada Allah SWT. Sementara hijrah amaliyah merupakan perubahan amal dan perilaku dari keburukan menuju amal saleh dan ketaatan.
Adapun jihad fi sabilillah, lanjut Prof. Thohir, merupakan segala bentuk kesungguhan yang dilakukan dengan niat ikhlas untuk mencari rida Allah SWT dan menegakkan kebaikan sesuai ajaran Islam.
“Jihad tidak identik dengan peperangan semata, tetapi mencakup seluruh upaya sungguh-sungguh dalam ketaatan kepada Allah,” terangnya.
Menurutnya, jihad dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, mulai dari memperbaiki diri, menuntut ilmu, berdakwah, beramal dengan harta, hingga bentuk pembelaan yang dibenarkan syariat sesuai ketentuan hukum Islam.
Merawat Iman, Hijrah, dan Jihad
Prof. Thohir yang pernah menjabat Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur periode 2010–2015 dan 2015–2022 tersebut menyampaikan bahwa iman, hijrah, dan jihad perlu dirawat secara istiqamah.
Ia juga pernah menjabat Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2020–2025 dan Wakil Ketua MUI Jawa Timur periode 2020–2025. Dalam kajiannya, ia mengajak umat Islam untuk terus merawat iman melalui ibadah, ilmu, dan amal saleh.
Ketika melakukan kesalahan, seorang Muslim hendaknya segera berhijrah menuju kehidupan yang lebih baik. Semua usaha tersebut merupakan bagian dari jihad fi sabilillah, yakni bersungguh-sungguh dalam menaati Allah SWT dan menegakkan kebaikan sesuai tuntunan syariat.
Dengan demikian, iman akan terus bertambah dan menjadi bekal bagi seorang Muslim untuk meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Guru Besar Ilmu Hukum Islam Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang itu menutup kajiannya dengan kabar gembira dari Allah SWT sebagaimana firman-Nya dalam Surah At-Taubah ayat 21:
“Tuhan menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat, keridaan, dan surga. Mereka memperoleh kesenangan yang kekal di dalamnya.”
Murid SD Allmadany Baca Ayat Al-Qur’an
Pada kesempatan tersebut, pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an dilakukan oleh Muhammad Abidzar Al Ghifari, siswa kelas V Kalimas SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Allmadany) Kebomas, Gresik.
Ia membacakan Surah Maryam ayat 30–35 dengan sangat baik sehingga turut memberikan warna tersendiri dalam rangkaian Pengajian Ahad Pagi PCM Kebomas. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments