Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan bahwa kepala sekolah dan guru memiliki peran strategis dalam mewujudkan visi Pendidikan Bermutu untuk Semua. Menurutnya, pendidikan merupakan amanat konstitusi yang harus diwujudkan melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga satuan pendidikan.
Pernyataan tersebut disampaikan Abdul Mu’ti saat menghadiri Sarasehan bersama Kepala Sekolah se-Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Kamis (16/7).
Forum tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para kepala sekolah untuk memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan mutu pendidikan sekaligus menyerap berbagai aspirasi dari daerah.
“Kalau kita baca dalam Undang-Undang Dasar 1945, tujuan didirikannya negara Indonesia ini adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Pasal 31 menyebutkan setiap warga negara berhak mendapatkan pengajaran. Supaya cerdas, rakyat itu harus mendapatkan pengajaran atau pendidikan,” ujar Mendikdasmen.
Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa visi Pendidikan Bermutu untuk Semua dirumuskan berdasarkan amanat Undang-Undang Dasar 1945 sekaligus menjadi bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam membangun generasi Indonesia yang unggul.
Untuk mewujudkan visi tersebut, Kemendikdasmen terus memperkuat transformasi pendidikan melalui empat infrastruktur utama, yakni:
- Infrastruktur fisik
- Infrastruktur pedagogis
- Infrastruktur budaya
- Infrastruktur hukum
Keempat aspek tersebut menjadi fondasi berbagai program prioritas pemerintah, seperti Revitalisasi Satuan Pendidikan, Digitalisasi Pembelajaran, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru, penguatan pendidikan karakter, hingga penyempurnaan regulasi pendidikan.
Pada aspek infrastruktur fisik, pemerintah melanjutkan program revitalisasi sekolah dan pembangunan unit sekolah baru, serta memperluas digitalisasi pembelajaran melalui penyediaan Interactive Flat Panel (IFP).
Sementara pada aspek pedagogis, pemerintah terus meningkatkan kualitas guru melalui program beasiswa, peningkatan kesejahteraan, dan berbagai pelatihan kompetensi.
Penguatan karakter peserta didik juga dilakukan melalui program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Pagi Ceria, serta penguatan kegiatan ekstrakurikuler.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa guru dan kepala sekolah merupakan sosok yang paling menentukan keberhasilan pendidikan.
“Peran Bapak Ibu lebih hebat dari peran saya. Karena yang hadir di kelas adalah Bapak-bapak dan Ibu-ibu. Yang bisa menginspirasi adalah Bapak-bapak dan Ibu-ibu. Yang bisa melahirkan menteri-menteri adalah Bapak-bapak dan Ibu-ibu sekalian,” tegasnya.
Sarasehan juga dimanfaatkan para kepala sekolah untuk menyampaikan berbagai aspirasi, tantangan, serta masukan terkait penyelenggaraan pendidikan di daerah.
Abdul Mu’ti menanggapi secara langsung berbagai persoalan yang disampaikan sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan satuan pendidikan.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Sumbawa, Syarafuddin Jarot, menyampaikan apresiasi atas berbagai program Kemendikdasmen yang telah dirasakan masyarakat di daerahnya.
Ia menyebut program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Sumbawa.
“Kami menyampaikan terima kasih telah mendapatkan program digitalisasi dengan hadirnya 653 unit IFP untuk PAUD, SD, dan SMP. Kami berharap tahun ini beberapa sekolah yang belum dapat, akan bisa terdistribusikan dan diberikan tambahan lagi,” ujar Syarafuddin.
Menurutnya, pemerintah daerah berkomitmen terus mendukung berbagai program prioritas Kemendikdasmen.
Hingga kini, puluhan satuan pendidikan di Kabupaten Sumbawa telah menerima bantuan revitalisasi, sementara 653 unit Interactive Flat Panel (IFP) telah didistribusikan ke jenjang PAUD, SD, dan SMP untuk mendukung pembelajaran berbasis teknologi.
“Kami terus berkoordinasi dengan Kemendikdasmen agar semakin banyak satuan pendidikan memperoleh dukungan peningkatan sarana dan prasarana, seiring dengan tantangan geografis Kabupaten Sumbawa yang memiliki wilayah cukup luas,” pungkas Syarafuddin.
Melalui sarasehan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan satuan pendidikan semakin kuat sehingga berbagai kebijakan pendidikan mampu menjawab kebutuhan di lapangan serta mendukung terwujudnya Pendidikan Bermutu untuk Semua.





0 Tanggapan
Empty Comments