Energi positif dan tawa ceria menyelimuti Kompleks Perguruan Muhammadiyah Balongpanggang, Gresik. Selama tiga hari penuh keseruan, mulai Senin hingga Rabu, 13–15 Juli 2026, sekolah ini sukses menggelar Forum Ta’aruf Siswa (Fortasi) dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027.
Jauh dari kesan kaku, orientasi kali ini dikemas super dinamis untuk menyambut keluarga baru dengan rona kegembiraan!
Penerbangan Impian dan Fondasi Hati yang Bersih
Senin pagi pukul 06.30 WIB, lapangan utama sudah padat oleh kolaborasi lintas jenjang yang kompak. Ratusan siswa baru dari SD, SMP, hingga SMA melebur jadi satu dalam upacara bendera gabungan.
Atmosfer kebersamaan (ukhuwah) langsung terasa hangat, membakar semangat persaudaraan sejak menit pertama mereka menginjakkan kaki di sekolah.
Keseruan pecah saat sesi apel pembukaan khusus SMA Muhammadiyah 6 Gresik dimulai. Agenda ini mencapai puncaknya dalam momen ikonik yang paling ditunggu-tunggu: pelepasan ratusan “balon cita-cita”!
Setiap siswa baru menerbangkan balon warna-warni yang telah diikatkan secarik kertas berisi impian besar dan target tiga tahun ke depan.
Sorak-sorai riuh bergema saat ratusan balon tersebut melesat kompak menghiasi langit Balongpanggang, melambangkan doa dan tekad yang siap terbang tinggi.
Tak sekedar selebrasi, hari pertama langsung diisi dengan pembekalan spiritual yang asyik.
Memasuki ruang pertemuan, para siswa diajak berdiskusi interaktif mengenai Fiqih Thaharah (tata cara bersuci) bersama Ustadz Rifqi Anugrah dari Pondok Pesantren Gua Landak Mantup, Lamongan.
Dengan gaya penyampaian yang segar, Ustadz Rifqi mengingatkan bahwa kunci utama meraih prestasi gemilang harus dimulai dari kebersihan hati dan keabsahan ibadah sehari-hari.
“Thaharah adalah kunci ibadah. Pelajar Muhammadiyah yang keren harus paham cara menjaga kesucian diri sebagai identitas Muslim yang beradab,” ujar Ustadz Rifqi yang disambut anggukan mantap dan pertanyaan antusias para peserta.
Booster Ideologi Keren dan Simulasi Medis
Keseruan FORTASI berlanjut di hari kedua (Selasa, 14/7/2026) di aula sekolah dengan konsep yang seimbang antara penguatan mental-spiritual (ruhiyah) dan kecakapan fisik (jasmaniyah).
Sesi pertama diisi dengan materi Kemuhammadiyahan oleh Ainul Muttaqin, S.Pd., M.Pd., tokoh dari Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PDM Gresik.
Alih-alih membosankan, Ainul berhasil membakar motivasi siswa lewat kisah dialektika pemikiran KH Ahmad Dahlan.
Ia mengajak siswa untuk bangga dan siap menjadi agen perubahan yang membawa kebaikan di masyarakat.
“Kalian di sini bukan cuma mengejar angka di atas kertas, tapi disiapkan menjadi pionir kebaikan. Jadilah kader yang kritis, santun, dan progresif!” seru Ainul yang langsung disambut tepuk tangan riuh.
Suasana semakin hidup dan interaktif saat praktisi kesehatan dari Rumah Sakit Semen Gresik, Zusli Zaidar, S.Kep., Ns., naik ke panggung membawa topik “Kesehatan Remaja“.
Lewat pembawaan yang luwes dan penuh canda, Zusli langsung menantang para siswa melakukan simulasi Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K).
Aula dipenuhi gelak tawa sekaligus antusiasme tinggi saat beberapa perwakilan siswa maju menjadi model praktik penanganan cedera kaki terkilir (sprain).
Di bawah bimbingan telaten, mereka belajar langsung cara membalut pergelangan kaki menggunakan perban elastis.
“Pengetahuan ini bekal keren supaya kalian bisa jadi pahlawan pertama yang menolong teman atau keluarga saat ada insiden kecil,” kata Zusli penuh semangat.

Kejutan Mobil Patroli dan Aksi bareng IPM
Hari pemungkas ditutup dengan kombinasi materi yang tak kalah berbobot namun tetap menyenangkan: kesadaran hukum dan serunya dunia organisasi.
Kejutan besar terjadi di lapangan sekolah saat satu unit mobil patroli kepolisian masuk ke area kompleks.
Kedatangan Aipda Mustofan, S.H. (PS. Kanit Binmas) dan Aiptu Achmad Hasi, S. (PS. Kanit Samapta) dari kepolisian sektor setempat langsung mencuri perhatian.
Kehadiran mobil dinas tersebut menjadi media edukasi visual yang interaktif bagi siswa untuk melek hukum sejak dini, mulai dari bijak bermedia sosial hingga membentengi diri dari bahaya narkoba.
Dengan pendekatan yang bersahabat dan komunikatif, Aipda Mustofan mengingatkan bahwa disiplin adalah kunci sukses anak muda.
“Kedewasaan itu keren kalau kita berani menegakkan nilai moral dan aturan,” pesannya yang disimak penuh rasa kagum oleh para siswa.
Sebagai penyempurna kemeriahan, sesi akhir ditutup dengan pengenalan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) oleh Windy Auliya, alumni berprestasi sekaligus perwakilan PC IPM Balongpanggang.
Lewat gaya kekinian, Windy sukses memantik minat siswa baru untuk bergabung dalam organisasi sebagai wadah mengeksplorasi bakat kepemimpinan (leadership).
“IPM adalah wadah paling asyik buat mengubah aspirasi jadi aksi dan menyatukan kreativitas kalian dengan ideologi!” ujar Windy memompa semangat penutup.
Siap Melompat Lebih Tinggi Menuju Masa Depan
Kepala SMA Muhammadiyah 6 Gresik Alhayuningtias, S.Pd., mengaku sangat puas dan bangga dengan jalannya FORTASI selama tiga hari ini.
Sinergi luar biasa dengan para pakar dari PDM Gresik, RS Semen Gresik, hingga pihak kepolisian berhasil menciptakan orientasi yang bermutu tinggi dan penuh kegembiraan.
Dengan tawa yang menyatukan, keakraban yang telah mencair antara panitia dan peserta, serta bekal ilmu yang komplet, SMA Muhammadiyah 6 Gresik optimistis bahwa angkatan baru ini siap melangkah mantap, mengukir prestasi emas, dan menebar manfaat luas bagi umat dan bangsa!***





0 Tanggapan
Empty Comments