Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) resmi membuka Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) 2026.
Mengusung tema “Talenta Sehat, Bugar, Berkarakter, dan Hebat melalui Olahraga”, ajang tersebut menjadi ruang bagi murid untuk mengembangkan minat, bakat, dan prestasi di bidang olahraga.
O2SN 2026 juga menjadi bagian dari rangkaian pembinaan talenta murid yang tidak hanya berorientasi pada capaian prestasi, tetapi juga pembentukan karakter melalui olahraga.
Tahun ini, O2SN memasuki penyelenggaraan ke-19 dan mencatat peningkatan jumlah peserta yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, mengatakan semangat berprestasi para peserta O2SN sejalan dengan momentum peringatan kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurutnya, kemerdekaan perlu diisi dengan karya, prestasi, dan keberanian untuk terus menjadi lebih baik. Anak-anak Indonesia, kata dia, menjadi bagian penting dalam menentukan masa depan bangsa.
“Selamat bertanding! Tunjukkan kemampuan terbaik kalian. Junjung tinggi sportivitas,” ujar Suharti di Jakarta, Selasa (18/8).
Suharti mengingatkan bahwa O2SN bukan sekadar perlombaan untuk menentukan siapa yang menang, terkuat, atau paling terampil.
Lebih dari itu, O2SN menjadi bagian dari upaya untuk menemukan, mengembangkan, dan menjaga keberlanjutan talenta olahraga Indonesia.
“O2SN merupakan bagian penting dari upaya Indonesia untuk menemukan, mengembangkan, dan menjaga talenta-talenta Indonesia. Adik-adik sudah mengikuti perjalanan panjang dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, sampai sekarang di tingkat nasional. Kalian sudah memperjuangkan yang terbaik untuk bisa ada di sini,” ucap Suharti.
Kepada seluruh peserta, Suharti berpesan agar membawa tiga nilai penting selama mengikuti O2SN, yakni bertanding dengan kemampuan terbaik dan menjunjung tinggi sportivitas, membangun persahabatan dengan peserta dari berbagai daerah, serta menjadikan olahraga sebagai bagian dari proses pembentukan karakter.
Dalam pelaksanaan pertandingan, Puspresnas melibatkan dewan juri dan wasit profesional dari organisasi olahraga masing-masing cabang olahraga.
Pelaksanaan O2SN juga didukung oleh tim keabsahan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk memastikan pertandingan berlangsung sesuai dengan ketentuan.
Kepala Pusat Prestasi Nasional, Maria Veronica Irene Herdjiono, menyampaikan bahwa O2SN 2026 mencakup jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan khusus.
Tercatat sebanyak 234.803 murid mendaftar untuk mengikuti ajang tersebut.
“Ini menunjukkan bahwa antusiasme adik-adik semua di bidang olahraga sangat luar biasa,” ucap Irene.
Kemendikdasmen juga terus bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), induk organisasi cabang olahraga, pemerintah daerah, dan berbagai pihak untuk menjaga keberlanjutan pembinaan talenta peserta didik.
Melalui pembinaan tersebut, prestasi yang dibangun melalui O2SN diharapkan tidak berhenti di tingkat nasional, tetapi dapat menjadi pijakan bagi peserta didik untuk melanjutkan prestasi hingga tingkat internasional.
Semangat O2SN 2026 terlihat dari persiapan para peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.
Maria Tersisia Pangarungan Teturan, peserta senam putri dari Papua Tengah, mengaku menjalani latihan setiap hari untuk mempersiapkan diri mengikuti O2SN 2026.
Maria juga mendorong teman-temannya untuk terus percaya terhadap kemampuan diri sendiri.
“Percaya diri, bisa lolos ke tingkat berikutnya.”
Hal serupa disampaikan Affan Syafaat Yusuf, atlet panjat tebing dari Sumatra Barat.
Ia melakukan persiapan fisik dan mental melalui latihan rutin serta disiplin sebelum mengikuti kompetisi tingkat nasional.
“Bagi teman-teman, tetap semangat, latihan dengan disiplin, jangan takut untuk mencoba,” pesan Affan.
O2SN jenjang pendidikan dasar untuk SD/MI/sederajat dan SMP/MTs/sederajat berlangsung pada 17–23 Agustus 2026 di DKI Jakarta.
Untuk jenjang SD/MI/sederajat, cabang olahraga yang dipertandingkan meliputi kids’ athletics, senam, bulu tangkis, pencak silat, dan renang.
Sementara itu, peserta SMP/MTs/sederajat bertanding pada cabang atletik, panjat tebing, bulu tangkis, pencak silat, dan renang.
Selanjutnya, O2SN jenjang pendidikan khusus dijadwalkan berlangsung pada 7–12 September 2026.
Adapun O2SN jenjang pendidikan menengah untuk SMA/MA/SMK/MAK/sederajat akan dilaksanakan pada 9–15 November 2026.
Tahun ini, O2SN diikuti talenta muda terbaik dari 33 provinsi di Indonesia serta Sekolah Indonesia Luar Negeri di Arab Saudi, Thailand, dan Malaysia.
Melalui O2SN 2026, Kemendikdasmen berharap olahraga tidak hanya menjadi jalan bagi murid untuk meraih prestasi, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter, kedisiplinan, persahabatan, dan semangat sportivitas bagi generasi penerus bangsa.





0 Tanggapan
Empty Comments