Sebanyak 100 anggota Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Kebomas mengikuti Pengajian Jumat Siang yang diselenggarakan di Gedung Playgroup Al-Walidah, Jumat (19/6/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan Dr. Noor Amiruddin, M.Pd.I., Kepala Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Gresik, sebagai pemateri.
Dalam pengajian tersebut, Dr. Noor Amiruddin mengangkat tema “Menjadi Orang Tua Bijak di Era Digital”, sebuah tema yang dinilai sangat relevan dengan tantangan pengasuhan anak pada masa kini.
Mengawali materinya, pria yang akrab disapa Pak Amir itu mengutip firman Allah Swt. dalam QS At-Tahrim ayat 6:
“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”
Menjaga dan Mendidik Keluarga: Tanggung Jawa Setiap Orang Tua
Menurutnya, ayat tersebut menegaskan bahwa menjaga dan mendidik keluarga merupakan tanggung jawab utama setiap orang tua. Tantangan tersebut menjadi semakin kompleks di tengah perkembangan teknologi digital yang begitu pesat.
Untuk menjadi orang tua yang bijak di era digital, Pak Amir menyampaikan lima hal penting yang perlu diperhatikan.
Pertama, orang tua harus mampu menjadi teladan (role model) yang baik bagi anak-anak. Kedua, membangun komunikasi yang terbuka dan bersahabat dengan anak. Ketiga, meyakini bahwa perilaku anak tidak lepas dari contoh yang diberikan orang tua.
Keempat, orang tua perlu menerapkan batasan penggunaan gawai (screen time) secara jelas dan konsisten. Kelima, orang tua harus mengajarkan etika serta literasi digital yang baik kepada anak.
Pak Amir menjelaskan secara rinci setiap poin tersebut. Ia menekankan pentingnya memberikan pemahaman kepada anak mengenai jejak digital yang akan tersimpan dalam jangka panjang.
“Jejak digital yang kita unggah di internet akan tersimpan selamanya. Karena itu, anak-anak perlu dibiasakan untuk berhati-hati sebelum memposting sesuatu di media sosial,” ujarnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan agar anak tidak sembarangan membagikan data pribadi di dunia maya. Menurutnya, orang tua perlu mengajarkan anak untuk menjaga privasi serta selalu bersikap santun dalam berinteraksi di media sosial.
“Ajarkan anak untuk tidak meninggalkan komentar negatif dan selalu menjaga etika saat berkomunikasi di ruang digital,” pesannya.
Pengajian Jumat Siang kali ini berlangsung interaktif dan mendapat sambutan positif dari peserta. Tema yang diangkat dinilai dekat dengan persoalan yang banyak dihadapi keluarga saat ini.
Para peserta tampak antusias mengikuti jalannya pengajian hingga akhir kegiatan. Melalui kajian tersebut, diharapkan para orang tua, khususnya anggota Aisyiyah, semakin siap mendampingi dan membimbing anak menghadapi tantangan di era digital. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments