Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Empat Kunci Menggapai Kemerdekaan Sejati Menurut Najib Sulhan

Iklan Landscape Smamda
Empat Kunci Menggapai Kemerdekaan Sejati Menurut Najib Sulhan
Jamaah Pimpinan Cabang Aisyiyah menghadiri Pengajian di Masjid Nurul Islam. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Pimpinan Cabang Aisyiyah Mulyorejo mengadakan Pengajian Akbar. Kegiatan yang diselenggarakan di Masjid Nurul Islam ini diikuti tujuh ranting yang ada di PCA Mulyorejo. Najib Sulhan sebagai penceramah mengangkat tema, “Memaknai Kemerdekaan dengan Rasa Syukur” Ahad (02/08/2026)

Najib Sulhan memandang perayaan Agustusan masih banyak bersifat seremoni. Tentu rangkaian kegiatan ini haruslah diimbangi dengan memerdekakan  diri dengan menata hati. Orang yang mampu menata hati sesungguhnya sebagai pemilik kemerdekaan sejati.

Rasa syukur menjadi hal penting dalam mengisi kemerdekaan. Syukur sebagai pintu untuk melakukan kebaikan. Dengan bersyukur maka manusia bisa menggapai merdeka yang sesungguhnya.

“Sesungguhnya bersyukur itu kemampuan untuk bisa menikmati apa yang telah diberikan oleh Allah saat ini. Dengan demikian, bisa mengontrol kemauan yang melampaui batas,” tuturnya.

Najib Sulhan menyontohkan bahayanya kehilangan rasa syukur. Orang yang korupsi bukan orang yang kekurangan harta. Kebanyakan mereka kehilangan rasa syukur. Mengumbar keinginan dengan cara yang salah.

Mudah Memaafkan

Menurut Najib, orang yang mudah menaafkan termasuk merdeka dari beban kesalahan orang lain. Pikirannya tidak terganggu oleh orang-orang yang berbuat salah padanya.

“Dengan memaafkan kesalahan orang lain, hidup terasa merdeka. Tidur bisa nyeyak, makanpun enak. Tidak lagi memikirkan orang yang bersalah dan pernah menyakiti,” ucapnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Najib memberikan contoh sahabat yang dijamin masuk surga karena rajin memaafkan orang yang bersalah, Ada sahabat dari Arab Badui yang dijamin masuk surga. Sahabat ini sebelum tidur selalu membiasakan untuk memaafkan orang yang menyakitinya.

Berfikir Positif

Berfikir positif itu selalu berfikir baik terhadap apa yang terjadi. Baik terhadap dirinya, orang lain, lebih-lebih kepada Allah. Dengan selalu berfikir pisitif, maka yang pisitif yang diterimanya. Bahkan pikirannya tenang dan merdeka dari berprasangka buruksangka.

Najib Sulhan mengutip hadits qudsi, “Aku (Allah) sesuai dengan prasangka hambaku.” Lalu memberikan penjelasan, “Orang yang membiasakan berfikir positif, maka dapat positif. Orang yang suka berfikir negatif, dapat balasan yang negatif.”

Perilaku Jujur

Kejujuran membuat orang merdeka dari rasa takut terbongkar kebohongan. Apapun yang dilakukan apa adanya. Juga tidak terbebani dengan rasa bersalah.

“Kejujuran itu terkadang pahit, tetapi tidak menjadikan seseorang merasa bersalah, merasa takut ketahuan. Juga merdeka dalam bersikap dan bertutur,” pungkasnya. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 02/08/2026 18:24
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu