Upaya meningkatkan kualitas dan daya saing SMP Muhammadiyah 3 (SMPM 3) Surabaya menjadi fokus pembahasan dalam rapat internal Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tegalsari.
Rapat yang digelar di Djavahaus Coffee and Eatery, Jalan Kedungsari Nomor 82, Kedungdoro, Senin (22/6/2026), membahas langkah-langkah strategis untuk memperkuat tata kelola sekolah, pengelolaan keuangan, serta pengembangan sarana dan prasarana pendidikan.
Rapat tersebut dipimpin Ketua Majelis Dikdasmen PCM Tegalsari, Irwan, S.Pd., M.Pd.I. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan bahwa pembenahan manajemen sekolah diperlukan untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan sekaligus memperkuat posisi sekolah di tengah persaingan lembaga pendidikan di Surabaya.
“Kita realistis saja, kalau sistem keuangan dan tata kelola gurunya masih pakai cara lama, ya susah kita mau bersaing di Surabaya ini. Makanya, momentum ini kita pakai untuk rombak total manajemennya, sekaligus mohon doanya, kita sedang siapkan cetak biru untuk bangun gedung baru SMPM 3 yang lebih representatif,” ujar Irwan.
Rapat yang berlangsung sejak pukul 13.00 hingga 15.30 WIB tersebut membahas sejumlah program prioritas yang akan diterapkan dalam pengelolaan sekolah. Di antaranya pembenahan sistem keuangan, tata kelola sumber daya manusia, penguatan bidang akademik, serta pelayanan kepada peserta didik dan orang tua.
Irwan menjelaskan bahwa langkah tersebut diarahkan untuk menghadirkan layanan pendidikan yang lebih baik sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap SMP Muhammadiyah 3 Surabaya.
Selain pembenahan manajemen, PCM Tegalsari juga mulai menyusun cetak biru pengembangan sarana dan prasarana sekolah. Salah satu rencana yang dibahas adalah pembangunan gedung baru SMP Muhammadiyah 3 Surabaya di kawasan Kupang Panjaan.
“Kalau tidak ada perbaikan dari sisi manajemen, sulit berharap SMPM 3 bisa menjadi sekolah yang baik,” ujar Irwan yang juga menjabat sebagai Sekretaris Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya.
Ia menjelaskan bahwa pengembangan sarana pendidikan perlu disertai dengan pembenahan tata kelola sekolah. Menurutnya, perbaikan sistem manajemen menjadi salah satu prioritas yang harus dijalankan bersamaan dengan perencanaan pengembangan fasilitas pendidikan.
Terkait rencana pembangunan gedung baru, Irwan menegaskan bahwa program tersebut memerlukan dukungan dari berbagai pihak karena tidak mungkin hanya mengandalkan sumber pendanaan internal organisasi.
“Tapi ya jelas gedung baru itu tidak akan ujug-ujug berdiri kalau kita cuma mengandalkan dana internal organisasi yang terbatas. Di sinilah pentingnya bergerak bersama; gukar di sekolah harus perbaiki pelayanan ke wali murid, sementara kami di jajaran pimpinan jeli membuka keran networking dan melobi pihak luar, baik pemkot maupun swasta, agar proyeksi ini cepat tembus,” tuturnya.
Dalam pembahasan tersebut, PCM Tegalsari menetapkan tiga strategi utama untuk mendukung pengembangan SMP Muhammadiyah 3 Surabaya. Strategi pertama adalah memperkuat soliditas internal antara PCM dan Majelis Dikdasmen sebagai pengelola kebijakan pendidikan. Strategi kedua ialah meningkatkan kualitas pelayanan guru dan karyawan sekolah kepada peserta didik maupun wali murid.
Sementara itu, strategi ketiga difokuskan pada penguatan jaringan kerja sama dengan berbagai pihak, baik instansi pemerintah maupun sektor swasta.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Sekolah harus memperbaiki pelayanannya, sementara pimpinan juga harus aktif membangun komunikasi dan jejaring dengan berbagai pihak agar program-program pengembangan sekolah bisa berjalan,” kata Irwan.
Menurutnya, penguatan jaringan kerja sama tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan program sekolah sekaligus membantu pemenuhan kebutuhan pendanaan pembangunan sarana pendidikan.
Irwan mengatakan bahwa berbagai langkah yang disiapkan PCM Tegalsari tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan SMP Muhammadiyah 3 Surabaya, baik dari aspek manajemen, akademik, maupun fasilitas pendukung pembelajaran sehingga dapat memberikan layanan pendidikan yang lebih baik kepada peserta didik dan masyarakat. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments