Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

PCM Tulangan Apresiasi 33 Tahun Pengabdian Dra. Hj. Mainah di SMP Mulia Tulangan

Iklan Landscape Smamda
PCM Tulangan Apresiasi 33 Tahun Pengabdian Dra. Hj. Mainah di SMP Mulia Tulangan
Ivan Diantono PCM Tulangan memberikan Tali Asih kepada Hj Mainah guru SMP Muia / PWMU.CO
pwmu.co -

Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tulangan menghadiri undangan kegiatan Pisah Kenang dan Pemberian Tali Asih yang diselenggarakan SMP Muhammadiyah 5 Tulangan atau SMP Mulia.

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka mengapresiasi berakhirnya masa pengabdian Dra. Hj. Mainah setelah kurang lebih 33 tahun mengabdi di Persyarikatan Muhammadiyah, khususnya di SMP Mulia.

Kegiatan yang dikemas dalam agenda “Goes to Jogja” tersebut berlangsung di Hotel D’Senopati Malioboro, Yogyakarta, Jumat (4/9/2026).

Suasana kegiatan berlangsung hangat, penuh kekeluargaan, dan haru. Momentum tersebut sekaligus menjadi bentuk penghormatan atas perjalanan panjang seorang pendidik yang telah mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk Muhammadiyah dan dunia pendidikan.

Dalam kegiatan tersebut, PCM Tulangan hadir memenuhi undangan SMP Mulia sekaligus memberikan apresiasi secara langsung atas dedikasi dan pengabdian Dra. Hj. Mainah.

Ivan Diantono selaku PCM Tulangan menyampaikan terima kasih sekaligus apresiasi yang setinggi-tingginya atas pengabdian Dra. Hj. Mainah selama 33 tahun di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah dan SMP Mulia.

Menurutnya, pengabdian selama lebih dari tiga dekade bukanlah perjalanan yang singkat. Selama kurun waktu tersebut, tentu telah banyak kontribusi, pengalaman, keteladanan, serta nilai-nilai Muhammadiyah yang diwariskan kepada generasi penerus.

“Kami mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi atas pengabdian selama 33 tahun di Persyarikatan Muhammadiyah, khususnya di SMP Mulia.

Dedikasi seperti ini merupakan bagian penting dari perjalanan dan kemajuan amal usaha Muhammadiyah, semoga seluruh pengabdian yang telah diberikan menjadi amal jariyah dan mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT,” ujar Ivan.

Ia berharap semangat pengabdian yang telah ditunjukkan Ibu Mainah dapat menjadi inspirasi bagi para guru dan tenaga kependidikan yang saat ini masih melanjutkan perjuangan di SMP Mulia.

Muhammad Arif, S.Pd., M.Pd., selaku Kepala SMP MULIA, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan atas dedikasi Ibu Mainah selama mengabdikan diri sebagai pendidik di SMP Mulia.

Dengan nada penuh haru, Muhammad Arif mengungkapkan bahwa sosok Ibu Mainah bukan sekadar seorang guru dan rekan kerja. Bagi dirinya, Ibu Mainah telah menjadi sosok yang memberikan perhatian layaknya orang tua.

“Beliau di samping guru juga menjadi orang tua saya, Beliau selalu mengingatkan ketika saya salah dalam bekerja dan selalu memberikan motivasi, hingga akhirnya saya bisa menjadi Kepala Sekolah SMP Mulia seperti sekarang ini,” ungkap Muhammad Arif.

SMPM 5 Pucang SBY

Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa hubungan yang terbangun selama bertahun-tahun bukan semata hubungan profesional antara sesama pendidik, tetapi juga hubungan kekeluargaan yang kuat dalam perjuangan memajukan pendidikan Muhammadiyah.

Nasihat, koreksi, perhatian, dan motivasi yang diberikan Ibu Mainah menjadi bagian dari proses perjalanan kepemimpinan Muhammad Arif hingga dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala SMP Mulia.

Momentum pisah kenang tersebut juga menjadi ruang refleksi bahwa berakhirnya masa tugas bukan berarti berakhirnya hubungan dengan Persyarikatan Muhammadiyah.

Sebaliknya, pengabdian yang telah dilakukan selama 33 tahun akan tetap menjadi bagian dari sejarah perjalanan SMP Mulia dan Muhammadiyah di Tulangan.

Kegiatan semakin bermakna dengan pemberian tali asih sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan terima kasih atas jasa serta dedikasi Ibu Dra. Hj. Mainah.

Bagi PCM Tulangan, perjalanan pengabdian Ibu Mainah selama 33 tahun memberikan pesan penting bahwa membangun pendidikan Muhammadiyah membutuhkan kesabaran, loyalitas, ketekunan, dan keikhlasan.

Guru bukan hanya bertugas menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan karakter, memberikan keteladanan, mendampingi generasi muda, dan menjaga nilai-nilai Persyarikatan.

Karena itu, apresiasi terhadap para guru dan pengabdi Muhammadiyah merupakan bagian dari upaya merawat tradisi perjuangan yang telah dibangun oleh para pendahulu.

Perjalanan Goes to Jogja SMP Mulia ini pun tidak sekadar menjadi agenda kebersamaan, tetapi berubah menjadi momentum penuh makna: menghormati masa lalu, mensyukuri pengabdian hari ini, sekaligus menyiapkan estafet perjuangan untuk generasi berikutnya.

Selamat memasuki babak pengabdian berikutnya, Ibu Dra. Hj. Mainah. Tiga puluh tiga tahun mengabdi bukan sekadar angka, tetapi jejak perjuangan.

Semoga setiap ilmu yang diajarkan, setiap nasihat yang diberikan, setiap siswa yang pernah dibimbing, dan setiap langkah perjuangan bersama Muhammadiyah menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya.

Revisi Oleh:
  • Satria - 06/09/2026 11:31
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu