Sejarah IGABA

IGABA telah lahir sejak 1997 dan kini telah berusia 28 tahun. Sebenarnya sejak 1919 TK ABA pertama kali berdiri pada zaman dahulu, tetapi masih bergabung dengan IGTKI.
Dahulu pernah bernama IGB, seiring berjalannya waktu menjadi IGABA. Karena adanya regulasi baru berupa surat instruksi dari PP Aisyiyah, sebagai bawahan harus menaati aturan tersebut.
“IGABA akan terus eksis dengan selalu meningkatkan kualitas kompetensi pendidik dan pendidikan di Bojonegoro,” ujarnya.
Ketua PD IGABA, Dwi Anjarwati S.Pd mengapresiasi kegiatan pertemuan rutin dan pembinaan ini. Seluruh yang hadir tampak penuh semangat kebersamaan, tidak hanya sesama anggota IGABA, tetapi juga Ketua IGTKI dan Himpaudi.
“Terus jalin komunikasi dengan baik kepada mitra organisasi profesi,” ujarnya.
Penguatan nutrisi otak
Narasumber, Muhammad Yahya S.Pd.menjelaskan tentang pentingnya nutrisi otak. Otak perlu diisi dengan ilmu. Otak juga berkaitan dengan daya tarik. Otak dibersihkan dengan cara spiritual, misalnya salat, membaca Al-Qur’an, dan berpuasa.
Orang hebat selalu memiliki guru. Setiap orang harus mengetahui potensi diri. Jika sudah mengetahui potensi, akan lebih mudah dalam mempromosikan lembaga.
Yahya melanjutkan materinya. Wajah harus linier, walaupun tidak cantik, tetapi manis. Ada linier otak, jika diajak bicara nyambung. Ada linier hati, yaitu mau menerima apa adanya. Taat kepada pimpinan, berangkat pagi pulang siang. Masalah bisyaroh tidak dipermasalahkan, ini yang disebut linier hati.
“Kebutuhan guru sangat beragam sehingga perlu ada skala prioritas, pelatihan apa yang dibutuhkan terlebih dahulu,” ujarnya.
Kegiatan berjalan dengan penuh kehangatan dan keceriaan. Anggota IGABA dapat mempraktikkan ilmu yang telah didapat hari ini.





0 Tanggapan
Empty Comments