Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Pemerintah Provinsi dan Komisi X DPR RI Apresiasi Suksesnya Program Prioritas Kemendikdasmen di NTT

Iklan Landscape Smamda
Pemerintah Provinsi dan Komisi X DPR RI Apresiasi Suksesnya Program Prioritas Kemendikdasmen di NTT
Pemerintah Provinsi dan Komisi X DPR RI Apresiasi Suksesnya Program Prioritas Kemendikdasmen di NTT
pwmu.co -

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Implementasi Program Kemendikdasmen dan Sinkronisasi Kebijakan Daerah, Senin (4/5).

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi NTT dan Komisi X DPR RI atas keberhasilan pelaksanaan program prioritas Kemendikdasmen yang dinilai berjalan dengan baik di wilayah NTT.

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui penguatan sektor pendidikan.

Ia menekankan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan aspek akademik, tetapi juga mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik.

“Sebagai langkah konkret, kami telah meluncurkan program Gerakan Jam Belajar Masyarakat melalui Peraturan Gubernur. Program ini menetapkan waktu belajar masyarakat mulai pukul 18.00 s.d. 19.30 WITA, dengan tujuan menghidupkan kembali budaya belajar di lingkungan keluarga dan masyarakat,” paparnya.

Gubernur Melki juga mengapresiasi berbagai program prioritas Kemendikdasmen yang telah berjalan di NTT, mulai dari revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, Pendidikan Profesi Guru (PPG), hingga distribusi guru.

“Mari bersama-sama membangun Indonesia. Membangun NTT melalui pendidikan yang berkualitas,” tegas Gubernur Melki.

Anggota Komisi X DPR RI, Anita Jacoba Gah, menegaskan bahwa kemajuan pendidikan di NTT membutuhkan sinergi kebijakan yang kuat antar pemangku kepentingan.

Ia menyoroti pentingnya peran guru sebagai aktor utama dalam membangun peradaban bangsa, bukan sekadar pelaksana kurikulum.

“Saya mengusulkan untuk penataan kebutuhan guru dan tenaga kependidikan agar dilakukan berbasis data riil, guna memastikan rekrutmen, distribusi, dan penempatan yang tepat sasaran. Serta program afirmasi khusus bagi daerah terpencil dengan memberi insentif yang layak kepada tenaga pendidik beserta pelatihan berjenjang untuk pengembangan potensi mereka,” ujar Anita.

SMPM 5 Pucang SBY

Menutup sambutannya, Anita mengajak seluruh pihak menjadikan rakor ini sebagai momentum menghasilkan kebijakan konkret bagi kemajuan pendidikan di NTT.

“Tidak ada tantangan yang terlalu besar jika kita bersatu, dan tidak ada keterbatasan yang tidak dapat diatasi jika kita memiliki komitmen bersama untuk memajukan pendidikan NTT menjadi lebih baik,” terang Anita.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa seluruh program yang dijalankan bertujuan mewujudkan layanan Pendidikan Bermutu untuk Semua.

Menurutnya, Kemendikdasmen tengah membangun Infrastruktur Kebijakan Pendidikan yang mencakup infrastruktur fisik dan pedagogis.

“Secara nasional, tahun ini kami menargetkan revitalisasi terhadap lebih dari 11.000 satuan pendidikan dengan dukungan anggaran sekitar Rp14 triliun. Prioritas diberikan kepada daerah terdampak bencana, wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta sekolah dengan kondisi bangunan yang rusak berat. Kami juga mendorong pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran melalui program digitalisasi sekolah, pelatihan guru, bantuan laptop, serta dukungan penyimpanan data,” ungkap Mendikdasmen Abdul Mu’ti.

Ia juga menegaskan bahwa guru merupakan aktor utama dalam transformasi pendidikan.

“Kami juga mendorong semangat infrastruktur budaya melalui pembiasaan positif melalui Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Pada prinsipnya, seluruh program telah dirancang untuk memastikan kualitas pendidikan menjadi lebih baik dan merata. Seperti di NTT yang kami harapkan akan lahir generasi yang hebat, mampu menjawab tantangan zaman, serta memajukan Indonesia,” tutup Menteri Mu’ti.

SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu