Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Pengajian Selosoan: AUM Sebagai Sarana Dakwah dan Refleksi Menuju Husnul Khotimah

Iklan Landscape Smamda
pwmu.co -
Kajian bersama Sekretaris PDM Kota Batu, Ustadz Syarif. (Khoen Eka/PWMU.CO)

PWMU.CO – Pengajian rutin Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bumiaji kembali digelar pada Selasa (29/4/2025) bertempat di Masjid Padhang Mahsyar, Gunungsari, Bumiaji, Kota Batu.

Hadir sebagai pemateri dalam pengajian ini, M. Syarif Hidayatullah SAg MMInov, yang menyampaikan pentingnya menjadikan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) sebagai sarana dakwah dan penguatan persyarikatan.

Menurutnya, AUM merupakan bukti nyata hasil dari kegiatan pengajian, seperti yang rutin dilakukan di lingkungan Muhammadiyah, termasuk Pengajian Selosoan.

“Agar ranting tetap eksis dan semangat keagamaan serta kemuhammadiyahan terus menyala, maka komitmen terhadap pengajian harus dijaga,” tegasnya.

Selain AUM di bidang Pendidikan, Sekretaris PDM Kota Batu ini mendorong pengembangan AUM Peternakan, mengingat banyaknya ayat al-Quran yang berkaitan dengan hewan ternak serta kondisi alam Kota Batu yang sangat mendukung untuk pengembangan sektor tersebut. “Semoga ikhtiar ini dapat segera terwujud,” harapnya.

Memasuki bulan Dzulqadah setelah Syawal, jamaah diajak untuk merenungi perjalanan hidup. Ia mengingatkan bahwa waktu terus berjalan dan manusia semakin menua.

“Mari kita jadikan MENUA sebagai akronim: Menuju Husnul Khotimah, atau bisa juga dimaknai sebagai Manajemen Husnul Khotimah. Kita semua sedang dalam perjalanan menuju kematian yang husnul khotimah. Maka rencanakan dengan baik, salah satunya dengan rutin mengikuti kajian ilmu,” jelasnya.

Ia menggarisbawahi keutamaan majelis ilmu sebagai tempat yang diberkahi, dinaungi malaikat, dan menjadi ladang kebaikan yang terus dicatat.

Selepas Ramadan, umat Islam juga diminta untuk terus meningkatkan keimanan dengan menyadari kebesaran Allah. “Manusia ini lemah, hina. Hanya Allah Yang Maha Perkasa,” tandasnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Dalam kajian tafsir, Ustadz Syarif menyampaikan kisah Bani Israil di masa Nabi Musa terkait peristiwa pembunuhan yang disebutkan dalam surat al-Baqarah.

Kisah tersebut menekankan pentingnya tidak memperumit perintah Allah dengan terlalu banyak mempertanyakan, karena hal itu justru dapat menyulitkan pelaksanaan perintah itu sendiri.

Ia juga menyampaikan kisah tentang Nabi Uzair yang tidur di goa selama seratus tahun. Ketika dibangkitkan, kampungnya telah hidup kembali, keledainya tinggal tulang belulang, namun makanannya tetap segar. Kisah ini menegaskan bahwa Allah Maha Menghidupkan dan mengatur segala sesuatu dengan sempurna.

“Suatu saat kita pun akan mati dan dibangkitkan di Padhang Mahsyar—seperti nama masjid ini. Semoga selalu menjadi pengingat bagi kita untuk terus beribadah dan bersiap menghadapi hari pertanggungjawaban,” ucapnya.

Di akhir sesi, Ustadz Syarif mengajak jamaah untuk membaca al-Quran setiap hari dan menjaga amalan kebaikan agar tidak terputus.

Ia juga mengingatkan pentingnya terus bersemangat dalam bermuhammadiyah karena setiap kegiatan Muhammadiyah adalah bagian dari dakwah, dan upaya menuju keselamatan dunia dan akhirat.(*)

Penulis Khoen Eka & Windra Editor Zahrah Khairani Karim

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡