Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

PPK Ormawa Umsida Latih Pelaku Usaha Susun Business Model Canvas

Iklan Landscape Smamda
PPK Ormawa Umsida Latih Pelaku Usaha Susun Business Model Canvas
pelatihan pelaku usaha tentang BMC. Foto: Istimewa/PWMU.CO
pwmu.co -

Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menggelar rangkaian Desa Wirausaha Academy (DWA) melalui Pelatihan 2 bertema Business Model Canvas (BMC) dan Manajemen Kelompok Usaha di Taman Lumbung Pangan Nusantara, Desa Kejapanan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Selasa (14/7/2026).

Pelatihan diikuti sekitar 10 pelaku usaha dan masyarakat Desa Kejapanan yang antusias meningkatkan kapasitas dalam mengembangkan usaha melalui Program SIRKULATEL.

SIRKULATEL merupakan program pemberdayaan masyarakat berbasis Sistem Hilirisasi Terintegrasi Telur Ayam Berbasis Ekonomi Sirkular untuk Transformasi Desa Wirausaha Berkelanjutan di Kejapanan. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menyusun model bisnis sekaligus memperkuat tata kelola kelompok usaha.

Salah seorang anggota Tim PPK Ormawa Umsida, Muhammad Nafi’udin Eka Prawira, menyampaikan materi mengenai Business Model Canvas (BMC). Ia menjelaskan bahwa BMC merupakan metode sederhana yang membantu pelaku usaha menyusun gambaran bisnis secara menyeluruh sebelum usaha dijalankan maupun dikembangkan.

Menurutnya, penyusunan model bisnis yang baik akan memudahkan pelaku usaha memahami target konsumen, nilai yang ditawarkan, strategi pemasaran, sumber daya yang dibutuhkan, hingga perencanaan biaya dan sumber pendapatan.

“Business Model Canvas membantu pelaku usaha melihat arah bisnis secara lebih jelas. Dengan perencanaan yang tepat, peluang usaha untuk berkembang juga akan semakin besar,” jelas Nafi.

Selain membahas BMC, Nafi juga memberikan materi mengenai manajemen kelompok usaha. Ia menekankan bahwa keberhasilan sebuah usaha tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga kemampuan anggota dalam bekerja sama, membagi peran, dan mengelola organisasi secara efektif.

“Kelompok usaha akan lebih mudah berkembang apabila setiap anggotanya memiliki tujuan yang sama, memahami perannya masing-masing, dan mampu membangun kerja sama yang baik,” ujarnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Setelah sesi materi, peserta mengikuti praktik penyusunan Business Model Canvas secara berkelompok. Melalui lembar kerja yang telah disiapkan, setiap kelompok diminta mengidentifikasi potensi usaha, menentukan target pasar, merumuskan nilai produk, hingga menyusun strategi pemasaran yang sesuai dengan kondisi Desa Kejapanan.

Selama diskusi, peserta saling bertukar ide mengenai peluang usaha yang dapat dikembangkan dari potensi desa sekaligus membahas berbagai tantangan yang dihadapi dalam menjalankan usaha.

Hasil penyusunan Business Model Canvas kemudian dipresentasikan oleh masing-masing kelompok. Pada akhir kegiatan, Nafi memberikan evaluasi dan masukan agar model bisnis yang telah disusun dapat disempurnakan sebelum diterapkan.

Ia berharap seluruh peserta mampu mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh sehingga usaha yang dijalankan tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang sesuai kebutuhan pasar.

Salah seorang peserta, Chalimatus Sa’diyah, mengaku memperoleh wawasan baru mengenai pentingnya menyusun perencanaan usaha secara sistematis.

“Saya jadi lebih memahami bagaimana menyusun bisnis dari awal menggunakan Business Model Canvas. Materi ini membuka wawasan bahwa keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh produk, tetapi juga strategi, kerja sama tim, dan perencanaan yang matang,” ungkapnya. (*)

Revisi Oleh:
  • Wildan Nanda Rahmatullah - 16/07/2026 09:19
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu