SD Muhammadiyah 29 Surabaya (SD Mudalan) menerima kunjungan istimewa dari Prof. Dr. KH. Din Syamsuddin, M.A., Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2005–2015, pada Rabu (17/6/2026) atau bertepatan dengan 2 Muharram 1448 Hijriah.
Kehadiran tokoh nasional Muhammadiyah tersebut menjadi momen bersejarah bagi keluarga besar SD Muhammadiyah 29 Surabaya yang dikenal sebagai sekolah tahfidz dengan target lulusan enam juz Al-Qur’an.
Dalam pertemuan tersebut, Prof Din mengawali sambutannya dengan cerita ringan yang mengundang tawa para hadirin. Ia bercerita baru tiba di Surabaya pada sore hari sebelumnya setelah melakukan kunjungan ke Kalimantan.
Kunjungan ini terasa sangat istimewa bagi warga sekolah maupun jamaah Masjid Al Fattah Simo Kalangan yang berada di lingkungan sekolah. Salah seorang jamaah mengungkapkan bahwa sejak lama mereka memimpikan sekolah dan masjid tersebut dapat dikunjungi tokoh nasional maupun pimpinan pusat Muhammadiyah.
“Alhamdulillah, mimpi itu terwujud hari ini,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua PDM Surabaya Drs. Lutfi, Ketua PCM Sukomanunggal Mustafa Hamal, S.T. beserta jajarannya, serta Ketua Majelis Dikdasmen PCM Sukomanunggal Drs. Arfa’i bersama pengurus lainnya.
Di hadapan para siswa, guru, dan wali murid SD Mudalan, Prof Din menyampaikan tiga pesan penting terkait pendidikan dan masa depan generasi.
Pertama, orang tua harus memiliki rasa tanggung jawab yang besar terhadap masa depan anak-anaknya. Ia mengutip Al-Qur’an Surat An-Nisa ayat 9 yang mengingatkan agar umat Islam tidak meninggalkan generasi yang lemah.
Menurutnya, kelemahan yang dimaksud tidak hanya dalam aspek ekonomi, tetapi juga akidah, ilmu pengetahuan, dan kesehatan fisik. Karena itu, orang tua harus bersungguh-sungguh menyiapkan generasi yang kuat dan berdaya saing.
Kedua, kesuksesan seorang anak sangat dipengaruhi oleh peran orang tua. Prof Din mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang menjelaskan bahwa setiap anak lahir dalam keadaan fitrah, sedangkan orang tualah yang berperan besar dalam membentuk karakter dan kepribadiannya.
“Anak yang tumbuh menjadi pribadi saleh dan salehah sangat bergantung pada pendidikan, teladan, dan pembinaan yang diberikan oleh kedua orang tuanya,” jelasnya.
Ketiga, Prof Din menutup kunjungannya dengan pesan motivasi kepada seluruh siswa, guru, dan wali murid SD Muhammadiyah 29 Surabaya.
“To be good is not good enough. Why do the best? To be the best,” pesannya.
Menurutnya, menjadi baik saja belum cukup. Setiap orang harus berupaya memberikan yang terbaik agar mampu meraih prestasi dan menjadi pribadi terbaik dalam bidang yang ditekuninya.
Pesan tersebut disambut antusias oleh para hadirin dan menjadi penutup yang mengesankan dalam kunjungan Prof Din Syamsuddin ke SD Muhammadiyah 29 Surabaya.





0 Tanggapan
Empty Comments