Edukasi mengenai impostor syndrome, insecurity, kepemimpinan, dan kesehatan remaja menjadi fokus kegiatan PASHMINA (Pelayanan Sehat Remaja Milik Nasyiatul Aisyiyah) yang digelar Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Malang bersama SMP-SMA ABS Lawang, Rabu (17/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di SMP ABS Lawang tersebut mengusung tema “Strategi Praktis Mengatasi Impostor Syndrome dan Insecurity dalam Memimpin” dan diikuti oleh seluruh santriwati SMP dan SMA ABS Lawang.
Acara diawali dengan pembukaan dan sambutan dari Kepala SMP dan SMA ABS Lawang. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut serta mengajak seluruh peserta memanfaatkan kesempatan belajar secara optimal.
“Selamat dan semoga sukses untuk kegiatan ini. Dapatkan sebanyak-banyaknya ilmu dari acara ini, silakan bertanya sebanyak-banyaknya dan belajar sebanyak-banyaknya,” pesannya kepada para peserta.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua PASHMINA, Roiyatul Ummah, dan Ketua PDNA Kabupaten Malang, Siti Aminah. Keduanya menyampaikan pentingnya membangun kepercayaan diri, kemampuan kepemimpinan, serta kesiapan generasi muda perempuan dalam menghadapi berbagai tantangan.
Materi utama dalam kegiatan ini disampaikan oleh Choirun Nisa, S.Pd., M.Pd., instruktur Pusdiklat SDM UMM. Dalam pemaparannya, ia mengajak peserta memahami fenomena impostor syndrome dan insecurity yang kerap dialami remaja maupun calon pemimpin.
Peserta mendapatkan materi mengenai cara mengenali potensi diri, membangun rasa percaya diri, serta mengembangkan kemampuan kepemimpinan. Materi tersebut juga membahas pengelolaan emosi dan pola pikir positif dalam menjalankan peran kepemimpinan.
Selain materi kepemimpinan dan pengembangan diri, peserta juga memperoleh penyuluhan gizi yang disampaikan oleh Aizia Lyas Prasetyaningrum, mahasiswa Program Studi Ilmu Gizi Universitas Brawijaya. Pada sesi ini, peserta mendapatkan edukasi mengenai pola makan sehat, status gizi, serta peran gizi dalam mendukung kesehatan dan produktivitas remaja.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pemeriksaan kesehatan yang dibagi ke dalam beberapa pos layanan. Pos-pos tersebut meliputi pemeriksaan Indeks Massa Tubuh (IMT), pengukuran Lingkar Lengan Atas (LiLA), pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb), serta layanan konsultasi psikologi.
Melalui layanan tersebut, peserta dapat mengetahui kondisi kesehatan fisik maupun mental mereka. Kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai kesehatan fisik dan mental pada usia remaja.
Kegiatan PASHMINA menghadirkan materi kepemimpinan, kesehatan mental, penyuluhan gizi, serta layanan pemeriksaan kesehatan bagi para santriwati SMP dan SMA ABS Lawang. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam satu hari dengan melibatkan narasumber dari bidang pendidikan, kesehatan, dan pengembangan sumber daya manusia. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments