Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 1 Menganti bersama SMP Muhammadiyah 15 Menganti mengawali Rapat Kerja (Raker) Guru dan Karyawan dengan pembahasan mengenai konsep serta implementasi Sekolah Kreatif. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (30/6/2026) tersebut menjadi bagian dari persiapan memasuki Tahun Pelajaran 2026/2027 sekaligus penguatan pemahaman guru dan tenaga kependidikan terhadap identitas Sekolah Kreatif Indonesia.
Salah satu agenda utama dalam rapat kerja hari pertama ialah penyampaian materi mengenai konsep dasar Sekolah Kreatif oleh guru Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Maulana Muhammad, S.Pd. Materi tersebut diberikan sebagai upaya menyamakan pemahaman guru dan karyawan mengenai filosofi, nilai, serta arah pengembangan Sekolah Kreatif.
Dalam pemaparannya, Maulana, yang akrab disapa Ustaz Maulana, menjelaskan filosofi logo Sekolah Kreatif. Ia menyampaikan bahwa logo tersebut dirancang oleh Founder Sekolah Kreatif Indonesia, Ustaz Heru Tjahyono, dengan makna yang merepresentasikan nilai-nilai yang diusung dalam penyelenggaraan pendidikan.
Selain menjelaskan filosofi logo, Ustaz Maulana juga memaparkan konsep edutainment (education dan entertainment) sebagai dasar pelaksanaan pembelajaran di Sekolah Kreatif.
“Gabungan antara edukasi dan entertainment ini diaplikasikan untuk mewujudkan proses pembelajaran yang asyik dan menyenangkan, tidak hanya untuk siswa, namun juga guru dan wali siswa,” terang Ustaz Maulana.
Menurutnya, konsep tersebut diterapkan dalam seluruh proses pembelajaran, baik yang bersifat teoretis maupun aplikatif, sehingga kegiatan belajar tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga pada pengalaman belajar yang melibatkan berbagai aspek perkembangan peserta didik.
Pada kesempatan itu, ia juga menjelaskan empat pilar utama yang menjadi landasan Sekolah Kreatif, yaitu spiritual, emosional, intelektual, dan kreativitas. Keempat pilar tersebut, menurutnya, saling melengkapi dalam mendukung visi dan misi Sekolah Kreatif.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi. Guru dan karyawan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengajukan pertanyaan mengenai penerapan konsep Sekolah Kreatif di lingkungan sekolah.
Salah satu peserta, Fariatus Sholikah, S.Pd., menanyakan strategi agar Sekolah Kreatif Menganti mampu terus berkembang di tengah dinamika dunia pendidikan.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Ustaz Maulana menekankan pentingnya konsistensi dalam menjalankan empat pilar Sekolah Kreatif sebagai bagian dari proses pengembangan sekolah.
“Empat pilar Sekolah Kreatif tersebut harus kita pegang dan laksanakan, insyaAllah kita tidak tertinggal dari sekolah lainnya,” tutur Ustaz Maulana.
Melalui penyampaian materi dan sesi diskusi tersebut, rapat kerja hari pertama menjadi bagian dari rangkaian persiapan guru dan karyawan dalam menyambut Tahun Pelajaran 2026/2027. Pembahasan mengenai konsep Sekolah Kreatif diharapkan dapat menjadi acuan dalam pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan karakter dan identitas Sekolah Kreatif Indonesia. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments