Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Seni Budaya Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmi ditutup, di Gedung Dakwah Muhammadiyah Menteng Raya, Kota Jakarta Pusat, Sabtu (11/7/2026).
Muhammadiyah sebagai gerakan Islam berkemajuan memandang seni dan budaya tidak hanya sebagai ekspresi estetika, tetapi juga sebagai media dakwah yang efektif, inklusif, dan universal melalui pendekatan Dakwah Kultural yang selaras dengan kearifan lokal Nusantara.
Di tengah pesatnya perkembangan era digital dan industri kreatif, Lembaga Seni Budaya (LSB)Pimpinan Pusat Muhammadiyah perlu terus memperbarui strategi dakwah. Oleh karena itu,untuk menyusun program kerja yang adaptif, inovatif, dan menjangkau masyarakat luas, perludiselenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Seni dengan mengambil tema Membumikan Dakwah Berkemajuan : Mengembangkan Ekosistem Seni dan Budaya yang Kreatif dan Inklusi
Kegiatan Rakernas ini Menjadi forum silaturahmi, refleksi, serta pertukaran gagasan para pegiat seni dan budaya Muhammadiyah dari seluruh penjuru Indonesia. Dengan tujuan Mengevaluasi program kerja Lembaga Seni Budaya Muhammadiyah, Merumuskan program kerja nasional dan peta jalan dakwah kultural berbasis seni dan budaya, Memperkuat kolaborasi antarpenggiat seni, sineas, sastrawan, dan budayawan di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah, Mengembangkan strategi pemanfaatan platform digital dan audio visual untuk syiar Islam.
Sidang pleno Rakernas yang berakhir pada 12 Juli 2026 menghasilkan keputusan penting berikut :
Satu, Fakultas Seni PTMA : Mendorong pendirian Fakultas Seni dan Industri Kreatif serta program studi (prodi) perfilman di Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah.
Dua, Strategi Kebudayaan : Menyusun cetak biru (blueprint) arah pengembangan seni budaya serta merumuskan “Fikih Kebudayaan” resmi.
Tiga, Ekosistem Musik & Seni Rupa : Membangun tata kelola musik terstruktur dan memperkuat seni rupa sebagai media dakwah kultural.
Rencana Kegiatan Seni Budaya Selanjutnya Berdasarkan hasil rekomendasi sidang, agenda besar yang akan segera dijalankan meliputi:
Satu, Festival Film Dakwah: Penyelenggaraan festival film berskala regional, nasional, hingga internasional untuk mewadahi sineas muda Muhammadiyah.
Dua, AI Creative Lab: Pembentukan laboratorium kreatif untuk menyiapkan strategi dakwah kultural berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).
Tiga, Muhammadiyah Music Channel: Pengembangan saluran musik khusus sebagai media syiar kreatif era digital.
Ketua LSB PP Muhammadiyah Prof. Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, M.P., IPM., ASEAN Eng.,mengungkapkan Rakernas ini mengeluarkan pelbagai rekomendasi yang berhubungan dengan mengembangkan potensi LSB Muhammadiyah di daerah-daerah. LSB tidak bisa bekerja sendiri. Tapi harus bekerja sama dengan beberapa institusi yang menekuni seni dan budaya
Prof. Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, M.P., IPM., ASEAN Eng juga mengungkapkan LSB PP Muhammadiyah akan mengolaborasikan musik-musik Muhammadiyah. Ditambah lagi, menggarap novel dan film.
“Kita ingin menampilkan kesejarahan Muhammadiyah, kesejarahan asal-muasal, perkembangan untuk masing-masing daerah,” tegas Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) periode 2020-2024.
Lanjutnya, LSB PP Muhammadiyah mencoba untuk memberikan arsitektural pada Rakernas ini. “Arsitektural seni budaya modern itu wujudnya seperti apa. Ini menjadi tugas kita bersama
LSB PP Muhammadiyah memberikan rekomendasi membuka fakultas seni budaya di perguruan tinggi Muhammadiyah. Tentu harus ada kurikulum, harus ada persiapan dosen, organisasi dan sebagainya dan prakteknya di lapangan tidaklah mudah.
Namun bukan berarti ini menjadi keharusan. “Maka bagi PTM yang sudah mampu bisa langsung (melakukan),” ucapnya, mendasari hal tersebut perlu adanya studi kelaikan yang matang.
“Lebih lanjut, Muhammadiyah perlu segera membangun prodi perfilman di PTM sebagai fondasi ekosistem film dakwah jangka panjang, dengan memanfaatkan dukungan Asosiasi Prodi Film dalam perancangan kurikulumnya. LSB perlu mendorong penyelenggaraan festival film dakwah, dari skala mini di daerah hingga festival nasional dan internasional, sebagai ruang apresiasi dan pengembangan bakat sineas muda Muhammadiyah,” pungkasnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments