Dalam upaya memperkuat peran organisasi Islam dalam pembangunan bangsa, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sepanjang menggelar Rapat Kerja (Raker) dengan tema “Arah Baru Bangsa: Sikap Kritis dan Peran Ormas Islam dalam Menjaga Konstitusi dan Demokrasi di Indonesia.” Kegiatan ini menyoroti empat tujuan utama negara Republik Indonesia sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.
Raker yang berlangsung di Royal Orchid Garden Hotel, Batu, Jawa Timur, pada Sabtu–Ahad (8–9/11/2025) tersebut menjadi momentum penting untuk merefleksikan kontribusi Muhammadiyah dalam mewujudkan cita-cita nasional.
Kegiatan ini dimoderatori oleh Edwin Yogi Laayrananta, M.I.Kom., Ketua Majelis Kader PCM Sepanjang. Sementara itu, Duta Besar Republik Indonesia untuk Lebanon periode 2019–2025, Dr. H. Hajriyanto Y. Thohari, M.A., hadir sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya sikap kritis masyarakat serta peran strategis organisasi Islam dalam menjaga nilai-nilai konstitusi dan meneguhkan prinsip demokrasi di tengah dinamika kebangsaan.
Dr. Hajriyanto menjelaskan bahwa dalam Pembukaan UUD 1945 terdapat empat tujuan utama negara Republik Indonesia.
“Pertama, melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Negara bertugas menjaga keamanan, kedaulatan, dan keselamatan seluruh rakyat serta wilayah Indonesia,” ujarnya. Menurutnya, perlindungan ini mencakup hak-hak asasi manusia dan perlindungan dari ancaman kemiskinan maupun penindasan.
“Kedua, memajukan kesejahteraan umum. Negara harus berperan aktif meningkatkan taraf hidup rakyat melalui pemerataan ekonomi, pembangunan, dan keadilan sosial,” jelasnya. Ia menambahkan, negara wajib memastikan kesetaraan kesempatan bagi seluruh warga dalam memperoleh pekerjaan, pendapatan, serta akses terhadap sumber daya, termasuk pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan lingkungan.
“Ketiga, mencerdaskan kehidupan bangsa. Negara wajib menyelenggarakan pendidikan agar seluruh warga negara memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk memajukan bangsa,” katanya. Ia menyoroti pentingnya kecerdasan politik masyarakat dalam pelaksanaan pemilu. “Pemilu di Indonesia semestinya mencerminkan kecerdasan bangsa. Sayangnya, sering kali pemilih belum menunjukkan kedewasaan politik yang sejalan dengan tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa,” tambahnya.
“Keempat, ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial,” lanjutnya.
Ia menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya berfokus pada urusan dalam negeri, tetapi juga memiliki tanggung jawab global dalam menjaga perdamaian dunia, menolak penjajahan, serta menegakkan keadilan sosial internasional melalui hubungan antarnegara yang adil dan saling menghormati.
Melalui kegiatan ini, PCM Sepanjang menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam mewujudkan tujuan negara melalui gerakan Islam berkemajuan. Semangat kebersamaan, profesionalisme, dan komitmen terhadap nilai-nilai Islam menjadi modal utama dalam membawa perubahan positif bagi umat dan bangsa. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments