Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Riset Doktor UMY: Ruqyah Syar’iyyah Tingkatkan Kesadaran Spiritual Pasien Non-Medis

Iklan Landscape Smamda
Riset Doktor UMY: Ruqyah Syar’iyyah Tingkatkan Kesadaran Spiritual Pasien Non-Medis
Dr. Muhammad Faizar H., M.Pd. Foto: Abdul Majid/UMY
pwmu.co -

Pendekatan kesehatan yang mengintegrasikan aspek fisik, psikologis, dan spiritual terus berkembang sebagai bagian dari terapi komplementer dalam pelayanan kesehatan.

Sejalan dengan perubahan paradigma tersebut, ruqyah syar’iyyah mulai dipandang sebagai terapi pendamping yang tidak menggantikan pengobatan medis, tetapi melengkapi proses pemulihan, khususnya bagi pasien dengan keluhan non-medis.

Temuan tersebut dipaparkan Dr. Muhammad Faizar H., M.Pd. dalam Ujian Terbuka Disertasi berjudul Peran Ruqyah Syar’iyyah untuk Meningkatkan Kesadaran Spiritual Pasien Non-Medis pada Program Doktor Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Rabu (8/7/2026).

Menurut Faizar, perkembangan konsep terapi komplementer memberikan ruang bagi pendekatan spiritual dalam pelayanan kesehatan selama diterapkan secara proporsional dan tidak menggantikan penanganan medis.

“Ruqyah syar’iyyah tidak semata dipahami sebagai pembacaan doa untuk mengatasi suatu penyakit. Lebih dari itu, terapi ini menjadi ikhtiar yang menyentuh dimensi fisik, emosional, dan spiritual pasien. Karena itu, sebagian masyarakat memilih ruqyah sebagai pendamping dalam proses pemulihan,” ujarnya.

Faizar menjelaskan, pasien yang menjalani terapi ruqyah tidak selalu datang dengan keluhan fisik. Sebagian besar justru menghadapi persoalan yang memengaruhi kondisi psikologis, spiritual, perilaku, hingga hubungan sosial.

“Karena itu, proses pendampingan melalui ruqyah tidak hanya berorientasi pada penanganan keluhan yang dirasakan pasien, tetapi juga diarahkan untuk membangun ketenangan batin, memperkuat keyakinan kepada Allah SWT serta meningkatkan kualitas ibadah,” jelasnya.

Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa manfaat ruqyah syar’iyyah lebih dominan terlihat pada aspek spiritual dibandingkan perubahan kondisi fisik. Pasien mengalami peningkatan ketenangan batin, penguatan keimanan, serta tumbuhnya kesadaran untuk memperbaiki kualitas ibadah dan meninggalkan praktik-praktik yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.

“Keberhasilan terapi ruqyah syar’iyyah lebih dominan terlihat pada aspek spiritual, emosional, dan kesadaran diri pasien. Peningkatan ketenangan batin, penguatan keyakinan kepada Allah, serta meningkatnya kesadaran untuk meninggalkan praktik-praktik yang tidak sesuai syariat menjadi perubahan yang paling banyak kami temukan,” jelasnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Ruqyah sebagai Terapi Komplementer

Menurut Faizar, dimensi spiritual memiliki kontribusi penting dalam mendukung proses pemulihan apabila ditempatkan sebagai terapi komplementer.

Oleh sebab itu, pendekatan spiritual tidak seharusnya dipertentangkan dengan layanan medis, melainkan dapat berjalan berdampingan sesuai kebutuhan pasien dengan tetap mengedepankan kaidah ilmiah dan etika pelayanan kesehatan.

Dia juga menekankan pentingnya meningkatkan literasi masyarakat mengenai gangguan non-medis agar tidak mudah terjebak pada praktik-praktik pengobatan yang bertentangan dengan ajaran Islam.

Di sisi lain, penelitian mengenai terapi komplementer berbasis spiritual masih perlu terus dikembangkan untuk memperkuat landasan akademik dalam praktik pelayanan kesehatan.

“Edukasi kepada masyarakat mengenai gangguan non-medis perlu terus diperluas agar masyarakat tidak terjebak pada praktik-praktik perdukunan yang dilarang dalam Islam. Sementara itu, penelitian lanjutan dengan jumlah partisipan yang lebih besar dan pendekatan yang lebih beragam diperlukan untuk memperkaya kajian mengenai hubungan antara kesehatan mental, spiritualitas, dan proses pemulihan,” pungkas Faizar. (*)

Revisi Oleh:
  • Agus Wahyudi - 09/07/2026 19:58
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu