SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany) menggelar Salat Istisqa di halaman Gedung Banun Mansur pada Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini diikuti seluruh siswa kelas I hingga VI, guru, dan karyawan sebagai ikhtiar spiritual untuk memohon turunnya hujan di tengah kondisi kemarau panjang.
Salat Istisqa tersebut diimami oleh guru Ismuba, Asy-Syihab Azhar, S.H., M.H. Sebelum pelaksanaan shalat, ia menjelaskan tata cara ibadah tersebut kepada seluruh jamaah, mulai dari jumlah rakaat hingga ketentuan takbir tambahan.
Ia menjelaskan bahwa Salat Istisqa dilaksanakan sebanyak dua rakaat. Pada rakaat pertama terdapat tujuh takbir tambahan setelah takbiratul ihram, sedangkan pada rakaat kedua terdapat lima takbir tambahan. Penjelasan tersebut disampaikan sebagai pengantar agar para siswa memahami tata cara ibadah yang akan dilaksanakan.
Sebelum memulai Salat, Asy-Syihab juga mengajak seluruh jamaah untuk beristigfar bersama. Ajakan tersebut menjadi bagian dari rangkaian ibadah untuk memohon ampunan dan pertolongan Allah Swt.
Dalam pelaksanaan Salat, Asy-Syihab membaca Surah At-Tahrim ayat 8–9 dan Surah Al-A’la. Saat membaca ayat tersebut, ia tampak menangis sehingga suasana ibadah berlangsung khusyuk.

Setelah Salat selesai, ia mengajak seluruh jamaah menengadahkan tangan untuk berdoa bersama, memohon ampunan atas dosa-dosa serta berharap agar hujan segera turun.
Menindaklanjuti Imbauan Majelis
Lilik Isnawati, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa pelaksanaan Salat Istisqa di SD Almadany merupakan tindak lanjut atas imbauan Majelis Tabligh dan Majelis Tarjih dan Tajdid yang beredar pada Rabu (21/10/2026).
Imbauan tersebut berkaitan dengan kondisi kemarau panjang, kebakaran hutan, dan keterbatasan ketersediaan air. Dalam kondisi tersebut, Salat Istisqa menjadi salah satu ikhtiar spiritual untuk memohon pertolongan dan rahmat Allah Swt.
Lilik mengapresiasi ketertiban dan kekhusyukan para siswa selama mengikuti kegiatan. Menurutnya, pelaksanaan Salat Istisqa tidak hanya menjadi sarana untuk menjalankan ibadah, tetapi juga memberikan pengalaman belajar secara langsung mengenai tata cara dan makna ibadah tersebut.
“Pagi ini para siswa belajar sekaligus beribadah, wujud ikhtiar untuk bertaubat dan memohon agar hujan segera datang,” ujar Lilik.
Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan dapat memahami Salat Istisqa sebagai salah satu bentuk ikhtiar spiritual ketika menghadapi kondisi kemarau. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pembelajaran bagi siswa untuk membiasakan diri berdoa, beristigfar, dan memohon pertolongan kepada Allah Swt. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments