Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

SD Muhammadiyah 7 Surabaya Luncurkan Sang Inovator Progress Apps

Iklan Landscape Smamda
SD Muhammadiyah 7 Surabaya Luncurkan Sang Inovator Progress Apps
SD Muhammadiyah 7 Surabaya Luncurkan Sang Inovator Progress Apps. Foto: Istimewa/PWMU.CO
pwmu.co -

SD Muhammadiyah 7 Surabaya meluncurkan aplikasi Sang Inovator Progress Apps dalam agenda bertajuk Motivasi Orang Tua & Kick Off Sang Inovator Progress Apps yang digelar di Hall Inacer Sekolah Inovatif SD Muhammadiyah 7 Surabaya, Ahad (26/7/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan Staf Ahli Bidang Regulasi dan Hubungan Antar Lembaga Kemendikdasmen, Prof. Dr. H. Biyanto, M.Ag., yang memberikan motivasi kepada para wali murid sekaligus mengapresiasi inovasi digital yang dikembangkan sekolah.

Kepala SD Muhammadiyah 7 Surabaya, Achmad Zainuri Arif, M.Pd., menjelaskan bahwa Sang Inovator Progress Apps dirancang sebagai platform digital untuk memantau perkembangan karakter, kebiasaan positif, serta ibadah harian siswa secara terintegrasi.

Menurutnya, aplikasi tersebut mengadopsi 7 Kebiasaan Anak Hebat Indonesia yang selaras dengan program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur tepat waktu.

Selain itu, aplikasi juga memantau pelaksanaan ibadah harian siswa, mulai dari salat wajib lima waktu hingga salat sunah seperti Tahajud, Qobliyah Subuh, Duha, Rawatib, dan ibadah pendukung lainnya.

“Sebenarnya kebiasaan-kebiasaan ini sudah diterapkan oleh anak-anak, namun sarana pemantauannya selama ini belum maksimal. Melalui aplikasi ini, orang tua dan sekolah dapat berkolaborasi memantau aktivitas harian anak secara terintegrasi,” ujar Achmad Zainuri.

Tidak hanya mencatat aktivitas ibadah, aplikasi ini juga mendokumentasikan berbagai capaian siswa, seperti kemampuan wudu, adzan, praktik salat, hafalan Al-Qur’an, hingga karya literasi. Setiap capaian akan ditandai dengan indikator bintang sebagai bentuk apresiasi atas kompetensi yang telah dikuasai siswa.

Untuk meningkatkan motivasi, sekolah juga menerapkan sistem poin penghargaan. Setiap aktivitas positif yang dicatat akan menghasilkan poin yang diakumulasikan selama satu tahun pelajaran.

“Pada akhir tahun pelajaran, sekolah akan memberikan hadiah berupa sepeda dan apresiasi lainnya kepada siswa dengan perolehan poin tertinggi,” tambahnya.

Ke depan, Sang Inovator Progress Apps akan dikembangkan menjadi platform terpadu (all in one) yang mencakup pemantauan karakter, perkembangan akademik, presensi, hingga layanan administrasi dan pembayaran sekolah.

Achmad mengakui pada tahap awal implementasi masih ditemukan beberapa kendala teknis, seperti proses unduh aplikasi, login, dan pengaturan hak akses bagi guru maupun wali murid. Namun, seluruh kendala tersebut telah ditangani.

“Sistem terus kami sempurnakan. Insyaallah pada awal Agustus aplikasi ini sudah siap digunakan secara penuh oleh seluruh guru dan wali murid,” jelasnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Peluncuran aplikasi tersebut mendapat apresiasi dari Ketua PCM Wonokromo, Ir. H. Lukman Rahim. Menurutnya, SD Muhammadiyah 7 Surabaya kembali membuktikan diri sebagai “Sang Inovator” melalui berbagai terobosan dalam pembelajaran, penguatan tahfiz, peningkatan kepuasan orang tua, hingga pengembangan sarana dan prasarana.

Ia menilai Sang Inovator Progress Apps menjadi lompatan besar dari sistem pemantauan berbasis kertas menuju sistem digital berbasis Android yang mampu memantau perkembangan ibadah, karakter, serta kedisiplinan siswa secara real-time.

“Dulu mengontrol perkembangan anak menggunakan kertas. Kini semuanya berbasis Android dan dapat dipantau kapan saja secara langsung. Ini merupakan inovasi yang luar biasa,” ungkapnya.

Lukman berharap aplikasi tersebut mampu memperkuat kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam membentuk karakter serta kebiasaan baik siswa sejak dini.

Sementara itu, Prof. Dr. H. Biyanto, M.Ag., juga memberikan apresiasi atas inovasi digital yang dihadirkan SD Muhammadiyah 7 Surabaya. Menurutnya, terobosan tersebut menunjukkan kemampuan sekolah dalam menjawab tantangan perkembangan teknologi sekaligus memperkuat kemitraan dengan orang tua.

“Saya menyambut dengan sangat antusias inovasi dari SD Muhammadiyah 7 Surabaya. Meskipun sekolah ini relatif kecil, tetapi memiliki terobosan yang sangat hebat,” katanya.

Biyanto menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada sekolah. Orang tua merupakan mitra strategis yang harus terlibat aktif dalam proses pendidikan anak.

“Mudah-mudahan aplikasi ini menjadi media yang semakin mendekatkan hubungan sekolah dengan orang tua. Dengan kolaborasi yang baik, anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang hebat,” ujarnya.

Ia juga berharap inovasi tersebut mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap SD Muhammadiyah 7 Surabaya sehingga jumlah peserta didik terus bertambah seiring dengan pengembangan fasilitas sekolah di masa mendatang.

Kegiatan ini turut dihadiri para wali murid, Komite SD Muhammadiyah 7 Surabaya, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Wonokromo Anang Syaifuddin Junaidi, S.E., S.H., M.Sa., serta Wakil Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Wonokromo Luluk Humaidah, M.Pd. (*)

Revisi Oleh:
  • Wildan Nanda Rahmatullah - 26/07/2026 21:51
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu