Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

SD Muhammadiyah Manyar Gelar Konferensi Kasus untuk Siapkan Pendampingan Siswa Tahun Ajaran Baru

Iklan Landscape Smamda
SD Muhammadiyah Manyar Gelar Konferensi Kasus untuk Siapkan Pendampingan Siswa Tahun Ajaran Baru
Kegiatan konferensi kasus SDMM Tahun Ajaran 2025-2026 dibuka secara langsung oleh Ustazah Athiq Amiliyah, S.Pd selaku Kepala Sekolah (Niswatul Mujtahidah/PWMU.CO)
pwmu.co -

SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) menggelar Konferensi Kasus sebagai bagian dari rangkaian kegiatan akhir tahun pelajaran 2025/2026 di Aula SDMM, Senin (15/6/2026). Kegiatan tersebut diikuti seluruh guru SDMM untuk mengevaluasi perkembangan siswa sekaligus menyiapkan pendampingan pada tahun pelajaran berikutnya.

Konferensi Kasus berlangsung selama kurang lebih dua jam. Forum tersebut membahas perkembangan akademik, perilaku, karakter, serta kebutuhan pendampingan siswa dari kelas I hingga kelas V. Informasi yang disampaikan guru kelas menjadi bahan pertimbangan bagi guru pada jenjang berikutnya dalam memahami kondisi peserta didik.

Kegiatan dibuka oleh Kepala SDMM, Athiq Amiliyah. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa agenda tersebut menjadi bagian dari kegiatan akhir tahun pelajaran. Selain melaporkan hasil belajar siswa selama satu tahun, kegiatan juga digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan terkait kenaikan kelas peserta didik.

Setelah pembukaan, Konferensi Kasus dipimpin Penanggung Jawab Bimbingan dan Konseling (BK) SDMM. Dalam forum itu, para guru memaparkan berbagai peristiwa dan dinamika yang terjadi selama proses pembelajaran di kelas. Pembahasan mencakup potensi siswa, capaian belajar, perkembangan perilaku, serta catatan bagi peserta didik yang memerlukan pendampingan pada jenjang berikutnya.

Koordinator Kurikulum SDMM, Umi Syarifah, S.Si., memimpin sesi pemaparan berdasarkan jenjang kelas, mulai kelas I hingga kelas V. Setiap guru kelas menyampaikan jumlah siswa, potensi yang dimiliki peserta didik, serta catatan mengenai siswa yang membutuhkan tindak lanjut.

Melalui sesi tersebut, guru yang akan mendampingi siswa pada tahun pelajaran berikutnya memperoleh informasi awal mengenai karakter, kebutuhan, dan perkembangan peserta didik. Informasi tersebut digunakan sebagai bahan penyusunan strategi pendampingan dan pembelajaran di kelas.

Penanggung Jawab BK SDMM, Tari, memberikan penguatan kepada para guru pada akhir kegiatan. Ia menyampaikan bahwa guru perlu peka terhadap tindakan dan perilaku siswa selama proses pembelajaran karena hal tersebut dapat menjadi informasi untuk memahami kebutuhan pendampingan siswa.

“Berbagai tindakan dan perilaku siswa yang muncul selama satu tahun pembelajaran merupakan bentuk sinyal yang dikirimkan oleh siswa kepada guru. Sinyal tersebut dapat berupa tanda-tanda ringan hingga kondisi yang memerlukan perhatian khusus,” ujarnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Tari menjelaskan tiga langkah yang dapat dilakukan guru pada jenjang berikutnya. Pertama, guru perlu menggali dan memanfaatkan informasi dari guru sebelumnya sebagai bekal untuk memahami karakter serta kebutuhan siswa. Kedua, guru dapat melakukan “MOU pemutihan”, yaitu kesepakatan awal dengan siswa yang memiliki catatan pada tahun sebelumnya agar dapat memulai tahun pelajaran baru dengan komitmen yang lebih baik.

“Guru pada jenjang berikutnya perlu memanfaatkan informasi dari guru sebelumnya. Anak-anak yang memiliki catatan juga dapat diberi kesempatan memulai tahun pelajaran baru dengan semangat dan komitmen yang lebih baik,” katanya.

Ketiga, apabila guru kelas telah melakukan berbagai upaya, termasuk berkomunikasi dengan orang tua dan melaksanakan kunjungan rumah, tetapi belum menemukan langkah yang sesuai, kasus dapat dialihkan kepada Penanggung Jawab BK. Pengalihan tersebut dilakukan agar siswa memperoleh pendampingan dan tindak lanjut yang lebih mendalam.

“Apabila guru kelas telah melakukan komunikasi dengan orang tua dan home visit, tetapi belum menemukan solusi yang efektif, kasus tersebut dapat dialihkan kepada Penanggung Jawab BK untuk mendapatkan pendampingan dan tindak lanjut yang lebih mendalam,” tutur Tari.

Konferensi Kasus menjadi forum koordinasi antarguru dalam menyiapkan layanan pendidikan pada tahun pelajaran berikutnya. SDMM melalui kegiatan tersebut berupaya menjaga keberlanjutan informasi dan pendampingan siswa, baik dalam aspek akademik, karakter, maupun kebutuhan perkembangan peserta didik. (*)

Revisi Oleh:
  • Tanwirul Huda - 26/06/2026 07:53
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu