SD Muhammadiyah 11 Surabaya (SD MuhlaS) terus berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Qur’an melalui kegiatan silaturahim dan kunjungan kerja ke Pesantren Al-Qur’an Nurul Falah Surabaya, Senin (15/6/2026). Kegiatan tersebut difokuskan pada penguatan pembelajaran tahfidz melalui pengembangan Metode Tilawati yang telah lama diterapkan oleh lembaga tersebut.
Kunjungan yang berlangsung di Pesantren Al-Qur’an Nurul Falah, Jalan Ketintang Timur PTT V.B Surabaya, diikuti oleh jajaran pimpinan dan tim pengembang program tahfidz SD MuhlaS. Turut hadir Kaur Ismuba Ahmad Mujaddid Ramadhani, S.H., M.Pd., bersama para pembina tahfidz Jauhar Fuadi, Mas’ud Ruhul, S.Pd., M.Pd., Triya Santi, dan Achmad Haris Firmansyah, S.Pd.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya SD MuhlaS dalam memperkuat Kelas Tahfidz Khusus melalui sistem pembelajaran Al-Qur’an yang efektif, terstruktur, dan menyenangkan bagi peserta didik.
Selain menjalin silaturahim, kunjungan kerja tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana berbagi pengalaman, memperluas wawasan, serta membangun kolaborasi dengan Pesantren Al-Qur’an Nurul Falah yang dikenal memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan Metode Tilawati.
Kepala SD MuhlaS, Mursiah, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Qur’an di lingkungan sekolah.
“Silaturahim mempererat ukhuwah, kolaborasi menguatkan kualitas, dan Al-Qur’an menjadi cahaya yang menuntun generasi masa depan. Semoga melalui kegiatan ini, kita mampu melahirkan generasi Qur’ani yang cinta Al-Qur’an, berakhlak mulia, dan berprestasi,” tuturnya.
Sebagai tindak lanjut dari kunjungan kerja tersebut, SD MuhlaS telah menyiapkan tiga program pengembangan Metode Tilawati yang akan diterapkan pada Kelas Tahfidz Khusus.
Program pertama adalah integrasi Metode Tilawati dengan program tahfidz berjenjang. Melalui program ini, kualitas bacaan Al-Qur’an peserta didik akan diselaraskan dengan target hafalan secara bertahap sesuai kemampuan masing-masing siswa.
Program kedua berupa penguatan sistem monitoring dan evaluasi berbasis digital. Sistem ini akan digunakan untuk memantau perkembangan bacaan, hafalan, serta kegiatan murojaah siswa dengan melibatkan sinergi antara guru, sekolah, dan orang tua.
Adapun program ketiga adalah peningkatan kompetensi guru serta penguatan lingkungan Qurani melalui pelatihan dan pendampingan secara berkala. Program ini juga akan didukung berbagai kegiatan penunjang seperti murojaah bersama, mabit, tahfidz camp, mentor sebaya, munaqasyah, hingga wisuda tahfidz.
Melalui berbagai langkah pengembangan tersebut, SD MuhlaS menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi pembelajaran Al-Qur’an yang mampu mencetak generasi Qurani yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Mursiah menegaskan bahwa pembelajaran Al-Qur’an tidak hanya berorientasi pada kemampuan menghafal, tetapi juga membentuk karakter dan peradaban yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
“Belajar Al-Qur’an bukan sekadar menghafal ayat, tetapi membangun peradaban melalui generasi yang berilmu, berakhlak, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Melalui kolaborasi dan penguatan program tahfidz tersebut, SD MuhlaS berharap dapat terus melahirkan generasi yang mencintai Al-Qur’an serta mampu mengimplementasikan nilai-nilai Qurani dalam kehidupan bermasyarakat.





0 Tanggapan
Empty Comments