Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

SD Sakri Borong 25 Medali di Kejuaraan Nasional Tapak Suci

Iklan Landscape Smamda
SD Sakri Borong 25 Medali di Kejuaraan Nasional Tapak Suci
Para Juara SD Sakri dalam Kejuaraan Tingkat Nasional. (Edo/PWMU.CO)
pwmu.co -

Sebanyak 25 siswa SD Muhammadiyah 1 Krian (SD Sakri), Sidoarjo, Jawa Timur, pulang membawa prestasi membanggakan dari Kejuaraan Pencak Silat Surabaya Championship 2 tingkat nasional.

Bertanding di GOR Hayam Wuruk V Brawijaya pada 11 September 2026, seluruh peserta dari SD Sakri berhasil meraih medali.

Kontingen SD Sakri mengoleksi delapan medali emas, 12 medali perak, dan lima medali perunggu. Capaian tersebut menjadi gambaran dari proses panjang yang dijalani para siswa, mulai dari latihan rutin, menjaga kebugaran, menguasai teknik, hingga membangun keberanian untuk tampil di arena pertandingan.

Di balik kilauan medali, terdapat cerita tentang anak-anak yang harus melawan rasa lelah dan gugup. Mereka berlatih berulang kali, memperbaiki gerakan, sekaligus belajar mengendalikan emosi ketika berhadapan dengan lawan.

Pada kategori seni, Fatimah Shakila Az Zalfa, siswa kelas IV, berhasil meraih juara pertama. Sementara M. Hafidz Al Furqon Hibatullah dari kelas VI meraih juara kedua.

Prestasi juga datang dari kategori fighter. Ajeng Retno Putri, Ahmad Al Fatih, Tsamarah Malika Afsheen Quranique, Maulana Abdee Nagara Putra W., Raja Visakha Al Amin, Hazib Al Abhar Ardiansyah, dan Rheandra Noufal Laksono masing-masing berhasil meraih juara pertama.

Sebanyak 11 siswa lainnya meraih juara kedua, yakni Arkaan Dafandra, M. Bintang Wisanggeni, Abdullah Hafiz Pambudi, M. Abidzar Satrio Utomo, Makka Adskhan La Istajib, Jibril Abimana Al Hakam, Muhammad Zahir Haqqul Umam, Giovanni Al-Ayyubi Wicaksono, Amirah Farras Mutia Rahma, M. Nafii’ Prasetyo, dan Kenzie Alfarizqi Setiawan.

Sementara Royana Syarifa, Alkhalifi Didan Ramadhan, Riuh Syahdu, Haidar Dananjaya Santoso, dan Izma Hasna Khairunnisa meraih juara ketiga.

Wakil Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 1 Krian Lala Intan Gemala, M.Pd, menilai keberhasilan tersebut tidak semata-mata diukur dari jumlah medali yang dibawa pulang.

Menurutnya, keberanian siswa untuk mengikuti pertandingan dan menjalani seluruh proses latihan merupakan bagian penting dari prestasi.

“Ini adalah pencapaian yang sangat membanggakan. Dari 25 peserta, semuanya berhasil membawa pulang medali. Prestasi ini membuktikan bahwa kerja keras, kedisiplinan, dan ketekunan akan memberikan hasil yang baik,” ujarnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Ia juga memberikan apresiasi kepada pelatih dan pembina yang mendampingi para siswa selama menjalani persiapan.

Bagi sekolah, latihan Tapak Suci bukan hanya untuk mencetak atlet yang mampu berdiri di podium, tetapi juga membangun karakter anak agar disiplin, percaya diri, dan sportif.

“Bimbingan intensif, strategi yang matang, dan perhatian penuh dari para pelatih serta pembina akan terus diberikan untuk membentuk kader Tapak Suci yang andal,” katanya.

Dukungan orang tua juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan para siswa. Doa, waktu, perhatian, hingga pendampingan selama proses latihan menjadi energi tersendiri bagi anak-anak ketika menghadapi pertandingan.

Mereka menghadapi dengan berbagai teknik yang diajarkan, penuh tetesan keringat, ada air mata juga rasa lelah saat latihan.

Pihak sekolah berharap capaian tersebut tidak membuat para siswa cepat berpuas diri. Sebaliknya, prestasi di Surabaya Championship 2 diharapkan menjadi pijakan untuk terus belajar dan berkembang.

“Harapan kami, atlet Tapak Suci SD Sakri tetap istiqamah menjaga kualitas diri, terus berkembang, mengasah potensi, dan menjadi generasi atlet seni bela diri yang potensial,” tuturnya.

Bagi SD Sakri, 25 medali bukan sekadar deretan angka. Setiap medali menyimpan cerita tentang keberanian anak-anak untuk mencoba, berlatih, menghadapi tekanan, dan memberikan kemampuan terbaiknya.

Sebab, dalam dunia pendidikan, kemenangan tidak selalu tentang siapa yang paling tinggi berdiri di podium, tetapi juga tentang anak-anak yang tumbuh menjadi pribadi lebih tangguh setelah berani memasuki arena.(*)

Revisi Oleh:
  • Zahrah Khairani Karim - 14/09/2026 09:32
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu