Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

SDIT Muhammadiyah Bandar Lampung dan SD Muhammadiyah 18 Surabaya Bertukar Praktik Baik Pendidikan

Iklan Landscape Smamda
SDIT Muhammadiyah Bandar Lampung dan SD Muhammadiyah 18 Surabaya Bertukar Praktik Baik Pendidikan
SDIT Muhammadiyah Bandar Lampung dan SD Muhammadiyah 18 Surabaya bertukar praktik baik pendidikan melalui pengembangan ICP, tahfidz, dan pengelolaan sekolah (Desy K/PWMU.CO)
pwmu.co -

SDIT Muhammadiyah Bandar Lampung berkunjung ke SD Muhammadiyah 18 Surabaya untuk bertukar praktik baik pengelolaan pendidikan, Senin (31/8/2026). Pertemuan tersebut membahas sejumlah program, mulai dari pengelolaan keuangan, International Class Program (ICP), hingga penguatan tahfidz dalam kurikulum.

Rombongan SDIT Muhammadiyah Bandar Lampung dipimpin Kepala Sekolah Ridwan, S.Pd.I., M.Pd., didampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum dan dua guru International Class Program (ICP). Rombongan disambut Kepala SD Muhammadiyah 18 Surabaya Ach. Barizi, M.Pd., beserta jajaran sekolah.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan terbuka. Kedua sekolah memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berbagi pengalaman mengenai pengelolaan lembaga, pengembangan program unggulan, serta strategi pembelajaran yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik.

Sejumlah topik menjadi bahan diskusi, di antaranya pengelolaan keuangan sekolah, pengembangan ICP, serta penguatan program tahfidz dalam kurikulum.

Bahas Pengembangan International Class Program

Salah satu pembahasan dalam pertemuan tersebut adalah pengembangan ICP dengan menggunakan materi dari Marshall Cavendish. Diskusi tidak hanya berkaitan dengan bahan ajar, tetapi juga bagaimana program tersebut dikelola dan diterapkan dalam proses pembelajaran.

Pengembangan ICP menjadi salah satu upaya sekolah menghadirkan program yang memiliki kekhasan sekaligus memberikan pengalaman belajar yang relevan bagi peserta didik. Melalui pertukaran pengalaman, kedua sekolah dapat melihat berbagai pendekatan yang telah diterapkan dan mempertimbangkan pengembangannya sesuai dengan karakter masing-masing lembaga.

Selain ICP, pendidikan Al-Qur’an juga menjadi perhatian dalam diskusi. SDIT Muhammadiyah Bandar Lampung telah mengintegrasikan kelas tahfidz ke dalam kurikulum sekolah. Dengan demikian, tahfidz tidak hanya ditempatkan sebagai kegiatan tambahan, tetapi menjadi bagian dari proses pendidikan yang dirancang secara sistematis.

Kepala SDIT Muhammadiyah Bandar Lampung Ridwan, S.Pd.I., M.Pd., mengatakan kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi pihaknya untuk memperluas wawasan sekaligus mendapatkan inspirasi dalam pengembangan sekolah.

“Kami datang bukan hanya untuk melihat apa yang sudah dilakukan SD Muhammadiyah 18 Surabaya, tetapi juga untuk belajar, berdiskusi, dan bertukar pengalaman. Banyak hal yang bisa menjadi inspirasi bagi kami, terutama bagaimana mengembangkan program yang memiliki kekhasan, dikelola dengan baik, dan tetap berorientasi pada kebutuhan serta perkembangan peserta didik,” ungkap Ridwan.

SMPM 5 Pucang SBY

Menurutnya, pengembangan sekolah tidak cukup hanya dengan menghadirkan program baru. Setiap program perlu dikelola secara baik dan disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik agar memberikan manfaat dalam proses pendidikan.

Saling Belajar dan Membuka Peluang Kolaborasi

Sementara itu, Kepala SD Muhammadiyah 18 Surabaya Ach. Barizi, M.Pd., menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, pertemuan antarsekolah dapat menjadi ruang untuk saling belajar sekaligus memperkaya perspektif dalam mengembangkan mutu pendidikan.

“Bagi kami, setiap kunjungan antarsekolah bukan sekadar silaturahmi, tetapi menjadi ruang untuk saling belajar dan berbagi praktik baik. Setiap sekolah memiliki keunggulan dan pengalaman yang berbeda. Ketika kita saling berbagi, akan muncul gagasan-gagasan baru yang dapat dikembangkan sesuai dengan karakter dan kebutuhan sekolah masing-masing,” ujar Ach. Barizi.

Ia berharap pertemuan tersebut tidak berhenti pada diskusi, tetapi dapat dilanjutkan melalui kerja sama dalam berbagai bidang pendidikan.

“Harapannya, pertemuan ini tidak berhenti pada diskusi hari ini, tetapi dapat menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas. Kita bersama-sama ingin menghadirkan sekolah Muhammadiyah yang unggul, inovatif, berkarakter, dan mampu memberikan layanan pendidikan terbaik bagi peserta didik,” pungkasnya.

Kunjungan SDIT Muhammadiyah Bandar Lampung ke SD Muhammadiyah 18 Surabaya tersebut menjadi bagian dari upaya kedua sekolah untuk saling berbagi pengalaman dalam mengembangkan layanan pendidikan.

Melalui dialog mengenai pengelolaan sekolah, ICP, dan tahfidz, kedua lembaga memperoleh kesempatan untuk melihat praktik pendidikan dari perspektif yang berbeda. Praktik yang diperoleh dari kunjungan tersebut selanjutnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakter masing-masing sekolah. (*)

Revisi Oleh:
  • Tanwirul Huda - 02/09/2026 09:54
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu