Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Umsida Berangkatkan 2 Mahasiswa Student Mobility ke Kazakstan

Iklan Landscape Smamda
Umsida Berangkatkan 2 Mahasiswa Student Mobility ke Kazakstan
Pemberangkatan mahasiswa program Student Mobility. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Dua mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) bersiap mengikuti program student mobility ke Kazakhstan.

Keduanya akan menjalani kegiatan akademik di A.K. Kussayinov Eurasian Humanities Institute (EAGI) selama satu semester. Mereka adalah Fauziyah Afifah Siswanto dan Salsabila Nazin Zahir. Keduanya merupakan mahasiswa semester tiga PBI Umsida.

Pelepasan peserta student mobility dilaksanakan di Ruang Rapat Kampus 1 Umsida pada Rabu (1/9/2026). Mereka akan berangkat pada Ahad, (6/9/2026) dan mengikuti program selama satu semester hingga akhir Desember mendatang.

Keduanya akan mengikuti perkuliahan di program studi yang sama, yaitu Pendidikan Bahasa Asing di EAGI.

Ruang Pengembangan Diri

Bagi Fauziyah, program student mobility menjadi kesempatan pertamanya mengikuti kegiatan internasional. Ia ingin memanfaatkan pengalaman tersebut untuk meningkatkan kepercayaan diri dan kemandirian.

Lingkungan beru menjadi kesempatan baginya untuk berkomunikasi secara langsung dengan masyarakat di Kazakhstan.

“Saya ingin mendapatkan pengalaman baru, terutama ketika nanti bertemu orang asli sana. Jadi saya lebih sering menggunakan bahasa Inggris,” ujar Zia.

Sebelum keberangkatan, Zia mengaku persiapannya telah mencapai sekitar 95 persen. Dokumen seperti paspor, visa, chest X-ray, ATP, dan Letter of Acceptance (LoA) telah disiapkan.

Selain kebutuhan akademik, ia juga menyiapkan pertunjukan budaya Indonesia. Ia berencana membawakan tarian Kebyar sebagai bagian dari kegiatan budaya selama berada di Kazakhstan.

Salsabila juga melihat program tersebut sebagai pengalaman baru. Menurutnya, salah satu tahapan paling menantang dalam persiapan adalah pengurusan visa. Proses tersebut bahkan membuat keduanya harus dua kali kembali ke Jakarta.

Setelah visa selesai, mereka kemudian mendapatkan tiket perjalanan dan kembali melakukan persiapan bersama dosen.

“Kami juga intens berkoordinasi dengan bapak ibu dosen tentang dokumen dan kegiatan yang akan dilakukan selama berada di Kazakhstan,” terangnya.

Mahasiswa Siapkan Akademik dan Pengenalan Budaya Indonesia

Selama mengikuti student mobility, Zia dan Salsabila akan menjalani perkuliahan reguler pada program studi yang sama. Selain kegiatan akademik, keduanya juga akan mengikuti kegiatan pengenalan budaya.

Salsabila menjelaskan bahwa mereka akan mengikuti performance budaya, melakukan kunjungan ke sekolah, serta mempresentasikan Indonesia dan Umsida. Keduanya mengaku tidak menyangka dapat lolos dalam program tersebut.

SMPM 5 Pucang SBY

Proses seleksi dimulai dengan tes grammar, writing, speaking, dan wawancara.

“Jujur nggak expect, kita takut seleksinya benar-benar ketat banget. Kita mikirnya kayak nggak bakal bisa keterima,” ungkap Salsabila.

Rektor Umsida Ingin Mahasiswa Tetap Percaya Diri

Rektor Umsida, Dr Hidayatulloh MSi, menyampaikan bahwa kesempatan belajar di luar negeri selama satu semester merupakan pengalaman yang tidak semua mahasiswa dapatkan.

Menurutnya, pengalaman tersebut sebaiknya tidak hanya dimanfaatkan untuk memenuhi kegiatan perkuliahan. Mahasiswa juga perlu memperluas wawasan melalui interaksi dengan lingkungan, mahasiswa dari berbagai negara, serta sistem pendidikan di negara tujuan.

“Pastikan ada banyak hal yang akan bisa Anda dapatkan yang itu bernilai bermanfaat untuk kehidupan Anda,” pesan Hidayatulloh.

Selain memperluas wawasan, pengalaman tersebut diharapkan dapat memberikan masukan bagi pengembangan Umsida. Pengetahuan mengenai pola pendidikan, pengajaran, maupun pengalaman kelembagaan di Kazakhstan dapat dibagikan ketika mereka kembali ke kampus.

Dr Hidayatulloh juga mengingatkan pentingnya kemampuan beradaptasi dengan aturan dan budaya negara tujuan.

“Ketika menyangkut tata krama, pola relasi, komunikasi kita perlu menyesuaikan dengan aturan-aturan yang ada di masyarakat di sana,” jelasnya.

Ia juga berpesan agar keduanya menjaga identitas sebagai mahasiswa Umsida sekaligus tetap percaya diri ketika berinteraksi dengan mahasiswa dari negara lain.

“Tidak boleh merasa minder. Saya ingin Anda harus punya kepercayaan diri, punya kesejajaran dengan kampus lain,” tuturnya. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 03/09/2026 13:28
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu