D Muhammadiyah Manyar (SDMM) menjadi satu-satunya sekolah dasar dari Kabupaten Gresik yang mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Sekolah Model Implementasi Pembelajaran Mendalam serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Kegiatan tersebut berlangsung selama empat hari, Senin–Kamis (22–25/6/2026), di Swiss-Belhotel Serpong, Tangerang Selatan, Banten. Bimtek ini menjadi bagian dari program implementasi Pembelajaran Mendalam serta Koding dan Kecerdasan Artifisial pada jenjang sekolah dasar.
SD Muhammadiyah Manyar termasuk dalam 325 sekolah dasar yang ditetapkan sebagai Sekolah Model Implementasi Pembelajaran Mendalam dan Koding & Kecerdasan Artifisial di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 139 sekolah memperoleh undangan penuh atau fullboard untuk mengikuti kegiatan.
Kepala SD Muhammadiyah Manyar, Athiq Amiliyah, menerima informasi undangan kegiatan melalui pesan WhatsApp pada Rabu (17/6/2026). Setelah menerima informasi tersebut, ia berkoordinasi dan meneruskan undangan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik.
Sesuai ketentuan panitia, peserta diminta membawa Surat Tugas dan Surat Perjalanan Dinas (SPPD) asli yang telah memperoleh pengesahan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik.
Pada hari pertama, seluruh peserta mengikuti asesmen awal melalui dasbor Sekolah Model masing-masing. Asesmen tersebut digunakan untuk memetakan kondisi awal sekolah sebelum peserta mengikuti rangkaian materi bimtek.
Selama kegiatan, peserta menerima materi mengenai Kebijakan Implementasi Pembelajaran Mendalam serta Koding dan Kecerdasan Artifisial, penguatan STEM, analisis hasil asesmen awal, dan strategi implementasi sekolah model.
Materi lain yang disampaikan mencakup penguatan praktik pedagogik, lingkungan pembelajaran, kemitraan pembelajaran, pemanfaatan teknologi digital, pengelolaan perubahan, serta mitigasi risiko dalam pelaksanaan program di sekolah.
Setiap sesi kegiatan diawali dengan refleksi dan dilanjutkan dengan aktivitas kolaboratif melalui lembar kerja kelompok. Peserta juga berdiskusi untuk menyusun langkah implementasi sesuai kondisi sekolah masing-masing.
Athiq Amiliyah mengatakan salah satu materi yang menjadi perhatian peserta ialah analisis hasil asesmen awal yang disusun oleh Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan (PSKP). Dalam sesi tersebut, peserta diminta menyusun deskripsi capaian dan mengidentifikasi kesenjangan antara kondisi sekolah saat ini dengan kondisi ideal.
Analisis tersebut mencakup indikator keunggulan belajar murid, keunggulan mengajar pendidik, serta keunggulan kepemimpinan kepala satuan pendidikan.
“Materi ini sangat menarik karena membantu sekolah melihat posisi dan potensi yang dimiliki. Dari hasil asesmen awal tersebut, kami dapat memetakan kondisi sekolah mulai dari kategori praberkembang, berkembang, maju hingga unggul. Hal ini menjadi dasar penting dalam menentukan langkah-langkah perbaikan dan pengembangan sekolah ke depan,” ungkap Athiq Amiliyah.
Pada akhir kegiatan, seluruh peserta diminta menyusun rencana tindak lanjut untuk diterapkan di sekolah masing-masing. Rencana tersebut disusun berdasarkan hasil asesmen awal, materi yang diterima, serta kebutuhan sekolah.
Kegiatan kemudian ditutup dengan kuis akhir sebagai bagian dari evaluasi pemahaman peserta terhadap materi bimtek. SD Muhammadiyah Manyar selanjutnya akan menyiapkan langkah implementasi Pembelajaran Mendalam serta Koding dan Kecerdasan Artifisial melalui penguatan praktik pedagogik, lingkungan pembelajaran, kemitraan, dan pemanfaatan teknologi digital. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments