Menjelang peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), kabar menggembirakan datang dari SD Negeri Kajuanak 4, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Sekolah yang sempat mengalami kerusakan parah ini dipastikan menerima program revitalisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada tahun 2026.
Kepala SD Negeri Kajuanak 4, Ningsih, menyampaikan rasa syukur atas perhatian pemerintah terhadap sekolahnya.
“Terima kasih Bapak sudah hadir ke lembaga kami. Mudah-mudahan ini menjadi motivasi bagi kami semua agar bisa menjadi guru yang dibanggakan dan membawa murid kami menjadi anak didik yang hebat,” tuturnya saat menyambut kehadiran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, Kamis (1/5/2026).
Sebagai tanda dimulainya pembangunan, Mendikdasmen Abdul Mu’ti melakukan peletakan batu pertama di lokasi sekolah yang berada di wilayah pelosok tersebut.
”Ini menunjukkan bagaimana pemerintah, khususnya Bapak Presiden Prabowo Subianto, berkomitmen memberikan layanan pendidikan terbaik, salah satunya melalui pembangunan sarana dan prasarana,” tegasnya.
Program revitalisasi ini menjadi bagian dari upaya pemerataan akses pendidikan berkualitas, khususnya di daerah terpencil.
Sebelumnya, kondisi SD Negeri Kajuanak 4 sangat memprihatinkan. Bangunan sekolah dilaporkan ambruk sehingga tidak lagi layak digunakan.
Selama masa tersebut, kegiatan belajar mengajar terpaksa dilakukan dengan menumpang di rumah warga sekitar. Meski dalam keterbatasan, semangat belajar para siswa tetap tinggi. Bahkan, sebanyak 14 siswa kelas 6 tetap mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) di perpustakaan.
Melalui program revitalisasi tahun 2026, pemerintah akan memberikan bantuan berupa:
- Rehabilitasi 2 ruang kelas
- Pembangunan 2 ruang kelas baru (RKB)
- 1 ruang administrasi
- Fasilitas toilet
- Ruang UKS
Mendikdasmen juga mendorong agar pembangunan dilakukan secara swakelola dengan melibatkan masyarakat setempat.
”Satu minggu setelah bimbingan teknis di Jakarta untuk kepala sekolah, insya Allah dana akan cair dan pembangunan mulai berjalan. Saya mengajak masyarakat tetap bergotong royong agar prosesnya lebih cepat sehingga sekolah segera dibuka kembali,” tambahnya.
Ia memperkirakan pembangunan dapat selesai dalam waktu 4 hingga 6 bulan, sehingga pada Oktober 2026 para siswa sudah dapat kembali belajar di sekolah yang layak.
Menutup kunjungannya, Abdul Mu’ti memberikan apresiasi kepada warga desa yang telah membantu menyediakan rumah sebagai ruang kelas sementara.
Selain itu, bantuan operasional juga diserahkan untuk mendukung kegiatan belajar selama masa transisi.
Harapannya, setelah revitalisasi selesai, SD Negeri Kajuanak 4 dapat menjadi lingkungan belajar yang nyaman, aman, dan mendukung pembentukan karakter siswa.
Program revitalisasi ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan pendidikan bermutu untuk semua, termasuk di wilayah terpencil.








0 Tanggapan
Empty Comments