Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Sempat Vakum, Chiko Fabian Juara I Tapak Suci di Surabaya Championship II

Iklan Landscape Smamda
Sempat Vakum, Chiko Fabian Juara I Tapak Suci di Surabaya Championship II
Sempat vakum, Chiko Fabian meraih Juara I Tapak Suci dalam Surabaya Championship II 2026 setelah kembali berlatih (Anang Dony Irawan/PWMU.CO)
pwmu.co -

Chiko Fabian, siswa SMP Negeri 61 Surabaya, meraih Juara I Tanding Kelas Open Putra Pra Remaja dalam Surabaya Championship II Tahun 2026 di GOR Hayam Wuruk Kodam V Brawijaya, Surabaya, Sabtu-Ahad (12-13/9/2026).

Prestasi tersebut diraih Chiko setelah kembali menekuni olahraga pencak silat melalui Tapak Suci Sambikerep. Sebelumnya, siswa kelas IX itu sempat lama vakum dari kegiatan pencak silat.

Bagi Chiko, kemenangan tersebut menjadi pengalaman penting dalam perjalanan kembali berlatih. Surabaya Championship II 2026 juga merupakan pertandingan keduanya sejak bergabung dengan Tapak Suci Sambikerep.

Kembali Berlatih Setelah Vakum

Ketertarikan Chiko untuk kembali berlatih pencak silat muncul setelah melihat aktivitas dan prestasi tetangganya, Elreno. Siswa kelas III SD tersebut telah mengikuti latihan Tapak Suci Sambikerep sejak duduk di bangku taman kanak-kanak.

Ketekunan Elreno dalam mengikuti latihan dan pertandingan membuat Chiko tertarik untuk kembali menekuni olahraga bela diri. Ia kemudian bergabung dengan Tapak Suci Sambikerep ketika hampir naik ke kelas IX SMP.

Pada pertandingan sebelumnya, Chiko meraih Juara III. Hasil tersebut menjadi evaluasi sekaligus motivasi baginya untuk memperbaiki kemampuan dan pencapaian pada pertandingan berikutnya.

Motivasi itu dibawanya ketika mengikuti Surabaya Championship II 2026. Chiko melewati babak demi babak hingga berhasil tampil di partai final dan merebut Juara I Tanding Kelas Open Putra Pra Remaja.

“Pertandingan kemarin merupakan pengalaman berharga bagi saya karena bisa lebih berkembang dari pertandingan sebelumnya dan saya bersyukur karena berhasil menjadi juara satu,” ungkap Chiko setelah pertandingan final.

Sempat Tertinggal di Babak Final

Pelatih Tanding Tapak Suci Sambikerep, M. Febrianto, mengatakan Chiko memiliki potensi untuk berkembang dan meraih prestasi. Namun, ia masih menghadapi tantangan berupa rasa ragu ketika menerapkan kemampuan yang telah dilatih saat berada di gelanggang.

Menurut Febrianto, kondisi tersebut terlihat pada babak pertama pertandingan final. Chiko sempat tertinggal poin dari lawannya sebelum mendapat arahan dari pelatih.

SMPM 5 Pucang SBY

“Pada babak satu final poin dia tertinggal dari lawannya. Namun setelah kami beri pengarahan dia mampu menerapkannya hingga poin yang dia dapatkan jauh meninggalkan lawannya saat di babak sebelumnya,” jelas M. Febrianto.

Arahan tersebut mampu dimanfaatkan Chiko dengan baik. Ia tampil lebih percaya diri dan berusaha menerapkan teknik serta strategi yang telah dilatih selama mengikuti latihan Tapak Suci Sambikerep.

Setelah melewati babak semifinal dan final, Chiko terlihat kelelahan. Tangannya masih gemetar ketika hendak minum sehingga salah seorang official membantu memegangi botol air.

Meski mengalami kelelahan dan ketegangan, Chiko menganggap pengalaman tersebut sebagai bagian dari proses belajar untuk meningkatkan kemampuan.

“Walaupun ada sedikit rasa tegang, tapi itu salah satu bagian dari proses belajar saya,” tambahnya.

Kemenangan di Surabaya Championship II 2026 menjadi prestasi kedua Chiko setelah kembali aktif berlatih pencak silat. Sebagai siswa kelas IX SMP Negeri 61 Surabaya, ia juga perlu membagi waktu antara latihan dan kegiatan sekolah.

Bagi Chiko, gelar Juara I tersebut tidak hanya menjadi hasil pertandingan, tetapi juga pengalaman untuk membangun kepercayaan diri dan berani menerapkan kemampuan yang diperoleh selama latihan. (*)

Revisi Oleh:
  • Tanwirul Huda - 15/09/2026 12:18
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu