Menyambut tahun pelajaran 2026/2027, SD Unggulan Permata Muhammadiyah 5 (SDU Permata Mulia) terus memantapkan langkah menuju penyelenggaraan pendidikan inklusi. Setelah menyelesaikan penyusunan kurikulum adaptif pada pekan sebelumnya, jajaran pimpinan dan guru mengikuti Inclusive Education Intensive Workshop 2026 di Universitas Negeri Malang pada 6–7 Juli 2026.
Keikutsertaan dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah membangun ekosistem pembelajaran yang ramah, inklusif, dan mampu mengakomodasi kebutuhan seluruh peserta didik.
Workshop menghadirkan narasumber Dr. Yoga Budi Santosa, M.Pd., dosen sekaligus Kepala Bidang Pendidikan Luar Sekolah Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.
Selama dua hari, peserta memperoleh materi mengenai konsep, strategi, dan praktik pendidikan inklusif di jenjang sekolah dasar.
Melalui sesi diskusi yang interaktif, para guru diajak memahami bahwa pendidikan inklusi tidak hanya sebatas menerima peserta didik dengan kebutuhan khusus, tetapi juga menghadirkan layanan pembelajaran yang dirancang sesuai karakteristik dan kebutuhan setiap anak.
Keikutsertaan SDU Permata Mulia dalam workshop ini sejalan dengan arahan Direktorat Jenderal Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang mendorong satuan pendidikan mengembangkan layanan pendidikan inklusi.
Selama pelatihan, para guru memperoleh pembekalan mulai dari teknik identifikasi dini Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), asesmen kebutuhan peserta didik, hingga penyusunan program pendampingan yang tepat.
Selain itu, peserta juga melakukan refleksi terhadap kondisi pembelajaran di kelas masing-masing sebagai dasar dalam menyusun strategi layanan yang lebih efektif.
Materi lain yang diberikan meliputi penyusunan Home Program, perencanaan penanganan ABK, serta penerapan Applied Behavior Analysis (ABA) yang dapat diterapkan oleh guru maupun orang tua.
Melalui pembekalan tersebut, para guru diharapkan mampu memetakan potensi peserta didik dan menyusun strategi pendampingan berbasis kebutuhan.
Kepala SDU Permata Mulia, Siti Mazhar Khuzaimah Efendi, M.Pd., berharap seluruh guru tidak hanya siap secara administratif, tetapi juga memiliki kompetensi pedagogis dalam mengelola kelas inklusi.
Menurutnya, guru perlu memiliki kemampuan merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi berbagai bentuk stimulasi pembelajaran sesuai kebutuhan masing-masing peserta didik.
Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh melalui workshop tersebut, SDU Permata Mulia optimistis dapat mengimplementasikan pendidikan inklusi secara lebih optimal sehingga mampu menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan seluruh siswa tanpa terkecuali.





0 Tanggapan
Empty Comments