
PWMU.CO – Sekolah tidak perlu terlalu risau terhadap kurikulum, tetapi hendaknya lebih fokus pada bagaimana membina karakter anak-anak didik. Pesan ini disampaikan oleh Plt. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Sidoarjo, Dr Kiswanto SPd MPd, saat memberikan sambutan dalam acara Gelar Karya Smamita pada Kamis (17/4/2025).
Menurutnya, esensi pendidikan bukan hanya terletak pada seberapa lengkapnya kurikulum dijalankan, tetapi bagaimana guru mampu menyentuh hati siswa. “Pakai hati, termasuk dalam menerima budaya sebagai bentuk toleransi. Hari ini, Smamita menunjukkan sikap toleransi yang baik dengan menampilkan keberagaman budaya,” ujarnya.
Dr. Kiswanto juga menyoroti pentingnya peran guru dalam membentuk karakter siswa. Ia menyinggung istilah “generasi stroberi” yang kerap disematkan pada generasi muda saat ini karena dianggap mudah rapuh. “Generasi ini harus ditanamkan karakter yang kuat, agar saat menghadapi tantangan, mereka mampu bertahan dan tidak lari dari permasalahan,” tegasnya.
Ia berharap, lulusan SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) dapat menjadi generasi yang kuat secara karakter, mampu menghormati yang lebih tua, menghargai yang lebih muda, serta memiliki sikap toleransi dalam kehidupan bermasyarakat.
Mengakhiri sambutannya, Dr. Kiswanto menyampaikan apresiasinya terhadap peran aktif siswa dalam menyukseskan acara Gelar Karya. “Saya mengapresiasi bagaimana Smamita melibatkan siswanya secara langsung dalam proses persiapan kegiatan ini. Ini menunjukkan bahwa Smamita berhasil membentuk siswa yang mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi,” pungkasnya. (*)
Penulis Wildan Nanda Rahmatullah Editor Azrohal Hasan





0 Tanggapan
Empty Comments