Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Selada Liprak Kulon Bekali Lansia Kelola Keuangan dan Hidup Sehat

Iklan Landscape Smamda
Selada Liprak Kulon Bekali Lansia Kelola Keuangan dan Hidup Sehat
Selada Liprak Kulon Bekali Lansia Kelola Keuangan dan Hidup Sehat. Foto: Istimewa/PWMU.CO
pwmu.co -

Tim Program Inklusi Aisyiyah Kabupaten Probolinggo kembali menggelar kegiatan Sekolah Lansia Berdaya (Selada) di Dusun Lampek, Desa Liprak Kulon, Selasa (21/7/2026). Kegiatan ini diikuti puluhan lansia sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup melalui penguatan kesehatan, kebugaran, dan literasi keuangan agar mereka tetap produktif, mandiri, dan sejahtera di usia senja.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pemeriksaan kesehatan bagi seluruh peserta. Pemeriksaan tersebut bertujuan memantau kondisi kesehatan para lansia sekaligus mendorong mereka untuk semakin menerapkan pola hidup sehat.

Selanjutnya, peserta mengikuti senam bersama dengan penuh semangat. Suasana akrab dan penuh keceriaan terlihat sepanjang kegiatan. Senam menjadi salah satu ikhtiar menjaga kebugaran fisik sehingga para lansia tetap aktif dan mampu menjalankan aktivitas sehari-hari secara mandiri.

Memasuki sesi utama, peserta memperoleh edukasi literasi keuangan yang disampaikan secara interaktif oleh pemateri Selada, Luluk. Melalui diskusi yang hangat, para peserta diajak memahami cara mengelola keuangan rumah tangga dengan lebih bijak.

“Kami mengajak para lansia mengenali pola pengeluaran sehari-hari, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menyusun skala prioritas dalam mengelola keuangan keluarga,” ujar Luluk.

Dalam sesi tersebut, Luluk memperkenalkan konsep “Jurus Kantong Ajaib”, yaitu metode sederhana mengatur keuangan dengan membagi penghasilan ke dalam beberapa pos. Pos tersebut meliputi Kantong Dapur untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Kantong Jaga sebagai dana darurat yang menjadi prioritas utama, serta Kantong Cucu sebagai bentuk kasih sayang kepada cucu yang tetap disesuaikan dengan kemampuan finansial.

Ia juga menjelaskan pentingnya menyusun urutan penggunaan uang dengan mendahulukan kebutuhan pokok, memenuhi kewajiban, menyiapkan dana darurat, kemudian baru memenuhi keinginan.

SMPM 5 Pucang SBY

“Melalui pengelolaan keuangan yang sederhana ini, kami berharap para lansia memiliki rasa aman secara finansial dan tidak mudah mengalami kesulitan ekonomi di masa tua,” tambahnya.

Agar materi lebih mudah dipahami, kegiatan diselingi dengan ice breaking yang membangun semangat peserta. Selanjutnya, para lansia dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mempraktikkan cara mengatur keuangan sederhana sesuai materi yang telah dipelajari.

Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka berdiskusi, bertanya, dan berbagi pengalaman selama sesi praktik berlangsung.

Tim Program Inklusi Aisyiyah Kabupaten Probolinggo menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pendampingan bagi kelompok lansia melalui program Selada. Pendekatan yang mengintegrasikan aspek kesehatan dan literasi keuangan diharapkan mampu mendorong para lansia menjadi pribadi yang lebih sehat, mandiri, dan berdaya.

“Program ini membuktikan bahwa proses belajar tidak mengenal batas usia. Dengan dukungan keluarga, masyarakat, dan pendampingan yang berkelanjutan, para lansia diharapkan tetap produktif, percaya diri, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya,” tutup Luluk.

SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu