Halaman SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) riuh oleh keceriaan siswa saat mengikuti SIGAP RI (Serangkaian Inovasi Games Agustusan Patriot Republik Indonesia), Rabu (12/8/2026). Sebanyak kurang lebih 300 siswa kelas 1 hingga 3 mengikuti kegiatan tersebut dalam suasana penuh semangat.
SIGAP RI menghadirkan serangkaian permainan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi siswa. Melalui permainan, siswa belajar bekerja sama, berkomunikasi, mengembangkan kemampuan motorik, serta membangun kekompakan.
Koordinator SIGAP RI, Sri Isna Wardhani, M.Pd., yang merupakan Guru Kanjeng Kelas 3 SDMM, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut khusus diikuti siswa kelas kecil.
“Pelaksanaan lomba SIGAP RI hari ini diikuti siswa-siswi SDMM mulai jenjang kelas 1 sampai 3 dengan jumlah 300 anak dan terdiri dari 10 kelompok,” jelasnya.
Menariknya, setiap kelompok terdiri atas siswa kelas 1, 2, dan 3. Pembagian ini menjadikan SIGAP RI sebagai ajang kolaborasi lintas kelas. Siswa belajar bekerja sama dengan teman yang berbeda usia dan pengalaman.
Guru Jadi Contoh Sebelum Bertanding
Sebelum perlombaan dimulai, para siswa mendapatkan briefing dari guru mengenai teknis dan aturan setiap permainan. Guru tidak hanya memberikan penjelasan secara lisan, tetapi juga mendemonstrasikan permainan agar siswa memahami cara bermain dengan benar.
Setelah briefing selesai, siswa bersiap bersama kelompok masing-masing. Semangat peserta dan sorak dukungan antarkelompok pun mulai memenuhi halaman sekolah.
Isna menjelaskan, terdapat empat permainan dalam SIGAP RI. Permainan pertama adalah Hanger Express, yakni memindahkan hanger ke sebuah tali secara estafet.
“Permainan ini menuntut kecepatan sekaligus koordinasi antarpeserta. Hanger harus dipindahkan secara estafet hingga mencapai anggota tim berikutnya,” ujarnya.
Permainan berikutnya adalah Serbet Super Team, yaitu memindahkan bola menggunakan serbet. Setiap anggota tim harus menjaga koordinasi agar bola dapat berpindah tanpa terjatuh.
Permainan ketiga adalah Operasi Gelas. Dalam permainan ini, siswa ditantang memindahkan gelas menggunakan sumpit. Ketelitian dan kesabaran menjadi kunci agar gelas dapat dipindahkan dengan baik.
Adapun permainan terakhir adalah Patriot Challenge, yaitu memasukkan bendera ke dalam botol. Permainan ini membutuhkan konsentrasi dan ketepatan peserta.
Dari seluruh rangkaian permainan tersebut, akan dipilih tiga kelompok terbaik sebagai pemenang. Setiap kelompok terdiri atas gabungan siswa kelas 1 hingga 3.
Belajar Motorik, Komunikasi, dan Kerja Sama
Isna mengatakan, SIGAP RI tidak hanya bertujuan memeriahkan suasana peringatan kemerdekaan. Kegiatan ini juga dirancang sebagai sarana pembelajaran untuk menanamkan berbagai keterampilan kepada siswa melalui permainan.
“Tujuannya adalah mengembangkan kemampuan motorik, komunikasi dan kerja sama satu tim, memeriahkan kemerdekaan RI, serta membangun kekompakan dan sinergi,” ungkapnya.
Melalui permainan sederhana dan menyenangkan, siswa belajar bahwa keberhasilan sebuah tim tidak hanya bergantung pada kemampuan individu. Setiap anggota memiliki peran dan harus saling mendukung.
Konsep kelompok lintas kelas juga memberikan pengalaman berbeda bagi siswa. Siswa kelas 1 belajar berinteraksi dengan siswa kelas 2 dan 3. Sementara itu, siswa kelas 2 dan 3 belajar membantu, mengarahkan, serta bekerja sama dengan anggota tim yang lebih muda.
Dengan demikian, SIGAP RI menjadi ruang bagi siswa kelas kecil SDMM untuk belajar dan bertumbuh melalui pengalaman bermain bersama.
Kolaborasi Guru Jadi Kunci
Kesuksesan pelaksanaan SIGAP RI tidak lepas dari kolaborasi para guru SDMM. Guru terlibat dalam berbagai tahapan kegiatan, mulai dari persiapan, briefing, demonstrasi permainan, pendampingan peserta, hingga memastikan perlombaan berlangsung tertib dan menyenangkan.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan kegiatan yang aman, menyenangkan, sekaligus bermakna bagi siswa.
Bagi guru dan siswa SDMM, kemeriahan menyambut kemerdekaan bukan sekadar tentang siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, SIGAP RI menjadi momentum untuk menumbuhkan keberanian, kekompakan, sportivitas, serta kemampuan bersinergi. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments