Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai kunjungan silaturahim rombongan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Utara ke Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kenjeran Surabaya, Kamis (11/06/2026).
Kunjungan ini menjadi momen istimewa bagi keluarga besar PCM Kenjeran karena menerima langsung kehadiran Ketua PWM Sulawesi Utara, Masrur Mustamat ME.
Pertemuan tersebut diinisiasi oleh Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, M Arifin, yang juga pernah menjabat sebagai Ketua PCM Kenjeran.
Kehadirannya menjadi jembatan silaturahim yang mempertemukan dua wilayah Muhammadiyah untuk saling berbagi pengalaman dan penguatan dakwah.
Apresiasi Ketua PCM Kenjeran
Ketua PCM Kenjeran, Ali Fauzi, menyampaikan apresiasi dan rasa hormat atas kunjungan Ketua PWM Sulawesi Utara yang telah menempuh perjalanan jauh untuk bersilaturahim ke Kenjeran.
“PCM Kenjeran bisa berkembang seperti saat ini karena perjuangan para pengurus dan tokoh-tokoh pendahulu. Kami hanya melanjutkan amanah tersebut. Tugas kita adalah meneruskan perjuangan mereka dengan hasil yang lebih baik,” ujar Ali Fauzi.
Dalam kesempatan tersebut, Ali Fauzi memaparkan sejumlah keunggulan dan inovasi yang telah diterapkan PCM Kenjeran.
Salah satunya adalah sistem sentralisasi keuangan seluruh amal usaha Muhammadiyah di lingkungan PCM Kenjeran serta penerapan pendidikan terintegrasi.
Selain itu, PCM Kenjeran juga secara rutin menggelar rapat koordinasi setiap pekan. Melalui pertemuan rutin tersebut, berbagai persoalan yang muncul dapat segera dibahas dan diselesaikan bersama.
“Kami berharap silaturahim hari ini menjadi sarana berbagi pengalaman dan memperkuat dakwah Muhammadiyah. Semoga banyak hal yang bisa didiskusikan dan dikembangkan bersama” tambahnya.
Tantangan Dakwah Muhammadiyah Sulsel
Sementara itu, Ketua PWM Sulawesi Utara, Masrur Mustamat, mengaku kagum dengan perkembangan PCM Kenjeran. Bahkan, saat memasuki kompleks PCM Kenjeran, dirinya merasa seperti sedang berada di kantor PWM.
“Ketika saya masuk ke gedung PCM Kenjeran, rasanya seperti masuk ke gedung PWM. Ini menunjukkan pengelolaan organisasi yang sangat baik dan maju” ungkap Masrur.
Ia menjelaskan bahwa tantangan dakwah Muhammadiyah di Sulawesi Utara memiliki karakteristik yang berbeda dengan di Jawa Timur.
Di Sulsel Muhammadiyah menjadi kelompok minoritas sehingga pendekatan dakwah humanistik menjadi prioritas utama untuk menjaga keharmonisan antarumat beragama.
“Fokus dakwah kami adalah bagaimana Muhammadiyah diterima oleh seluruh masyarakat dan mampu membangun hubungan harmonis dengan berbagai kelompok agama yang ada” jelasnya.
Masrur berharap silaturahim ini tidak berhenti pada pertemuan tatap muka semata, tetapi dapat berlanjut melalui komunikasi dan kolaborasi secara daring maupun luring.
“Kami ingin belajar dari PCM Kenjeran. Semoga dari kunjungan ini kami mendapatkan inspirasi dan contoh-contoh baik yang dapat diterapkan serta dikembangkan di Sulawesi Utara,” katanya.
Ia juga memaparkan kondisi amal usaha Muhammadiyah di Sulawesi Utara yang saat ini memiliki sekitar 60 sekolah dari tingkat SD hingga SMA, dua perguruan tinggi, usaha ekonomi berupa depot air minum yang tersebar di berbagai ranting, serta usaha laundry. Di bidang sosial, PWM Sulawesi Utara mengelola dua LKSA.
Budaya PCM Kenjeran
Di samping itu, Masrur juga menyampaikan sebagian besar warga Muhammadiyah di Sulawesi Utara berprofesi sebagai pegawai negeri sehingga ruang gerak dalam pengembangan dakwah dan amal usaha sering kali memiliki keterbatasan.
“Kami berharap dapat terus berkembang sehingga tidak tertinggal jauh dari Jawa Timur. Selama ini PWM Jawa Timur juga telah banyak membantu kami, salah satunya melalui bantuan kendaraan operasional untuk PWM Sulawesi Utara,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Arifin menyampaikan rasa syukur atas terjalinnya silaturahim tersebut. Menurutnya, PCM Kenjeran merupakan salah satu cabang yang terus bergerak dan berkembang melalui berbagai inovasi di setiap periode kepemimpinan.
“PCM Kenjeran memiliki budaya menghadirkan sesuatu yang baru dan unik pada setiap periode. Karena itu, perkembangannya terus mengalir dan bergerak maju,” tutur Arifin.
Ia menilai pengalaman PCM Kenjeran sangat layak menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mengembangkan dakwah dan amal usaha Muhammadiyah.
“PCM Kenjeran seperti air yang terus mengalir sehingga tetap segar dan tidak ada kuman. Mudah-mudahan kehadiran beliau ke sini menjadi penyemangat baru bagi dakwah Muhammadiyah di Sulawesi Utara,” tambahnya.
Sebagai simbol persaudaraan dan dukungan terhadap pengembangan pendidikan Muhammadiyah di Sulawesi Utara, pada akhir kegiatan PCM Kenjeran menyerahkan bantuan satu unit LCD proyektor kepada PWM Sulawesi Utara.
Bantuan tersebut harapannya dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pembelajaran dan dakwah di amal usaha pendidikan Muhammadiyah setempat.
Silaturahim ini menjadi bukti bahwa semangat kolaborasi dan saling menguatkan antarwilayah Muhammadiyah terus tumbuh, demi mewujudkan dakwah yang berkemajuan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat dan bangsa.





0 Tanggapan
Empty Comments