Lapangan Ahmad Dahlan Sport Center dipenuhi ratusan siswa SMA Muhammadiyah 25 Setiabudi Pamulang (SMAM DUMA), Jumat (24/04/2026). Mereka mengikuti kegiatan meet and greet film “Ayah, Ini Arahnya Kemana, Ya?” dengan penuh antusias.
Film yang telah menembus 1,1 juta penonton ini berhasil menarik perhatian siswa, guru, hingga karyawan sekolah. Sejak awal acara, suasana tampak hidup dengan kehadiran penulis buku yang menjadi dasar cerita film tersebut, Khoirul Trian, serta pemeran tokoh Darin, Rey Bong.
Keduanya berbagi pengalaman mengenai proses kreatif hingga pendalaman karakter yang mereka jalani dalam produksi film tersebut.
Khoirul Trian menuturkan bahwa cerita yang ia tulis berangkat dari kegelisahan personal tentang hubungan anak dengan ayah, khususnya pada fase remaja yang sarat pencarian jati diri.
“Sering kali kita baru memahami peran ayah ketika mulai menghadapi kehidupan secara lebih luas. Padahal, kedekatan itu penting dibangun sejak awal,” ujarnya di hadapan para siswa.
Sementara itu, Rey Bong mengungkapkan bahwa memerankan Darin bukan sekadar menghafal naskah, tetapi juga memahami emosi dan latar belakang karakter secara mendalam.
“Saya banyak berdiskusi dengan penulis untuk memahami apa yang dirasakan Darin. Dari situ, saya mencoba membawa emosi itu ke dalam peran,” kata Rey.
Interaksi berlangsung hangat ketika siswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat. Salah satu siswi kelas XI, Lakeisha, mengaku mendapatkan perspektif baru setelah menonton film tersebut.
“Film ini menyentuh, dan membuat saya lebih menghargai peran ayah. Ternyata, hal-hal kecil yang dilakukan ayah itu sangat berarti,” tuturnya.
Kepala SMAM DUMA, Hartono, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sekolah dalam memperkaya wawasan siswa, khususnya di bidang literasi dan perfilman.
“Ayah tidak hanya sebagai orang tua, tetapi juga bisa menjadi sahabat dalam proses tumbuh kembang anak,” ujarnya.
Ia menilai nilai-nilai yang diangkat dalam film tersebut sangat relevan dengan kehidupan remaja saat ini, yang kerap dihadapkan pada kebingungan dalam menentukan arah hidup.
Melalui kegiatan ini, pihak sekolah berharap siswa mampu menangkap pesan moral yang disampaikan. Di tengah pencarian jati diri yang kerap membingungkan, kedekatan dengan keluarga—terutama ayah—dapat menjadi pijakan penting bagi remaja dalam menentukan arah hidupnya.





0 Tanggapan
Empty Comments