SMA Muhammadiyah 2 Mayong membuka Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa (Fortasi) atau Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027 pada Senin (13/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut dibuka oleh Pengawas Sekolah Muhammad Jazilun Ni’am, S.Pd., M.Pd., mewakili Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Jawa Tengah.
Pembukaan Fortasi dihadiri jajaran pimpinan sekolah, guru, tenaga kependidikan, serta seluruh peserta didik baru yang akan mengikuti rangkaian kegiatan pengenalan lingkungan sekolah.
Pelaksanaan Fortasi tahun ini mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026 tentang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah serta Surat Edaran Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor XXX/I.4/F/2026 mengenai implementasi materi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Ramah.
Kepala SMA Muhammadiyah 2 Mayong, Heri Totowiyono, menjelaskan bahwa sekolah menyesuaikan seluruh materi Fortasi dengan regulasi terbaru yang diterbitkan pemerintah dan Persyarikatan Muhammadiyah.
“Guna merealisasikan amanah edaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah, panitia Fortasi SMA Muhammadiyah 2 Mayong mengintegrasikan materi inti ke dalam rangkaian kegiatan yang interaktif,” jelas Heri Totowiyono.
Menurutnya, materi yang diberikan kepada peserta didik baru meliputi Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan Pagi Ceria sebagai pembiasaan positif di lingkungan sekolah, literasi digital melalui edukasi penggunaan media sosial secara bijak, pembudayaan senyum, salam, sapa, sopan, dan santun (5S), serta Gerakan Indonesia ASRI dan Rukun Sama Teman untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mempererat hubungan antarsiswa.
Pada pembukaan Fortasi, peserta didik baru juga mengikuti kegiatan menyanyikan lagu “Hari Baru” dan “Rukun Sama Teman” sebagai bagian dari pembiasaan karakter dan penguatan kebersamaan di lingkungan sekolah.
Seluruh rangkaian kegiatan didokumentasikan oleh tim sekolah dalam bentuk video pendek yang memuat pelaksanaan Fortasi dan implementasi program Sekolah Ramah Anak.
Heri Totowiyono mengatakan dokumentasi tersebut akan disampaikan kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
“Laporan video pendek ini segera dikirimkan kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebagai bentuk pelaporan pelaksanaan Fortasi di SMA Muhammadiyah 2 Mayong,” pungkasnya.
Fortasi Tahun Pelajaran 2026/2027 di SMA Muhammadiyah 2 Mayong menjadi kegiatan awal bagi peserta didik baru untuk mengenal lingkungan sekolah, budaya belajar, tata tertib, serta berbagai pembiasaan karakter yang akan diterapkan selama mengikuti proses pendidikan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments