Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Smamda Surabaya Gelar Welcome Party Sambut Siswa Exchange Asal Amerika Serikat

Iklan Landscape Smamda
Smamda Surabaya Gelar Welcome Party Sambut Siswa Exchange Asal Amerika Serikat
pwmu.co -

PWMU.CO – SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya menggelar Welcome Party untuk menyambut Lucy Filipczak, peserta Rotary Youth Exchange asal Amerika Serikat, Kamis (6/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam memperkuat jejaring internasional sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia kepada pelajar mancanegara.

Acara yang berlangsung di Smamda Tower Lantai 2 tersebut terselenggara atas kerja sama Smamda Surabaya dengan Rotary Club of Sidoarjo Persada. Program pertukaran pelajar ini menjadi salah satu upaya sekolah dalam membangun wawasan global dan mempererat hubungan antarbangsa melalui pertukaran budaya.

Lucy disambut hangat oleh jajaran pimpinan sekolah, guru, karyawan, dan para siswa. Mengenakan jas khas peserta pertukaran pelajar yang dipenuhi pin dari berbagai daerah, ia tampak antusias menyapa keluarga barunya di Smamda Surabaya.

Kepala Smamda Surabaya, H. Mukhlasin, S.T., M.Pd., menjelaskan bahwa kerja sama dengan Rotary telah terjalin selama sembilan tahun dan terus berkembang secara positif.

”Kerja sama ini sudah berjalan 9 tahun dan perkembangannya sangat positif. Kita saling mengisi, anak-anak kita dikirim ke luar negeri, dan siswa dari luar negeri juga ditempatkan di tempat kita,” ujarnya.

Menurut Mukhlasin, program tersebut menjadi sarana bagi siswa untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi, berkolaborasi, dan beradaptasi dalam lingkungan internasional.

Ia berharap para siswa tidak hanya tumbuh sebagai warga negara Indonesia, tetapi juga menjadi global citizen yang peduli terhadap berbagai isu dunia, seperti perdamaian dan perubahan iklim.

Selama mengikuti program pertukaran, Lucy akan menjalani proses pembelajaran reguler di Smamda Surabaya, mempelajari budaya Indonesia, belajar Bahasa Indonesia, serta mengikuti berbagai kegiatan sosial maupun ekstrakurikuler.

Memperkenalkan Islam yang Ramah dan Toleran

Mukhlasin menegaskan bahwa program pertukaran pelajar juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan nilai-nilai Islam yang ramah, toleran, dan menjunjung tinggi perdamaian.

”Kacamata orang Barat kadang menganggap Islam identik dengan hal-hal negatif. Ini yang ingin kita ubah. Melalui interaksi langsung, kita ingin menunjukkan bahwa Islam itu ramah, toleran, dan menjunjung tinggi nilai-nilai perdamaian dunia,” tegasnya.

Program tersebut selaras dengan nilai utama (our value) Smamda Surabaya, yakni DEDICATE, serta semangat sekolah yang kini memasuki usia ke-51 untuk terus menginspirasi, berinovasi, dan berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Sementara itu, Chair Rotary Youth Exchange (RYE) District 3420 Indonesia, Enny Ambarsari, mengungkapkan bahwa kerja sama dengan Smamda Surabaya telah berlangsung sejak 2016.

”Kami bekerja sama dengan Smamda itu sejak tahun 2016. Waktu itu satu anak kita kirim ke Brasil dan selanjutnya tahun-tahun berikutnya kerja sama terus berlanjut. Sempat break waktu pandemi dari 2020 sampai 2021, sesudah itu jalan lagi,” ujarnya.

Sebelum menerima Lucy dari Amerika Serikat, Smamda juga telah menjadi sekolah tujuan bagi peserta pertukaran pelajar dari berbagai negara, seperti Belgia dan Prancis.

SMPM 5 Pucang SBY

Menurut Enny, penempatan peserta pertukaran mempertimbangkan sistem resiprokal, yakni sekolah yang mengirimkan siswa ke luar negeri juga menjadi tempat penerimaan peserta inbound.

”Kenapa kami pilih taruh di sekolah ini, sebenarnya karena ada satu anak yang berangkat dari sekolah ini ke luar negeri. Karena sistemnya resiprokal, memudahkan anak yang meninggalkan suatu sekolah untuk digantikan oleh anak inbound di sekolah tersebut,” jelasnya.

Meski demikian, rekam jejak kerja sama dan proses kurasi yang ketat tetap menjadi pertimbangan utama Rotary dalam menentukan sekolah tujuan.

Program Rotary Youth Exchange berlangsung selama 10 hingga 11 bulan atau satu tahun akademik dengan menggunakan visa pelajar.

Selama mengikuti program, peserta diwajibkan fokus menjalani pendidikan dan tidak diperkenankan bekerja.

Untuk memperkaya pengalaman budaya, peserta tidak tinggal di asrama, melainkan bersama host family. Dalam satu tahun, mereka akan tinggal bersama tiga keluarga angkat yang berbeda.

”Satu tahun anak akan berpindah tiga kali. Biasanya kita putus sampai Desember, lalu Januari sampai Maret, dan April sampai mereka pulang. Kenapa berpindah-pindah? Kami ingin anak mendapatkan banyak pengalaman dan perspektif berbeda, misalnya dari keluarga dokter, dosen, hingga engineer,” tutur Enny.

Ia menegaskan bahwa Rotary Youth Exchange merupakan program pertukaran budaya, bukan pertukaran akademik formal maupun program beasiswa.

Karena itu, peserta diwajibkan mempelajari Bahasa Indonesia sebagai bagian penting dari proses adaptasi budaya.

”Bahasa Indonesia wajib. Kami tidak bisa menaruh anak di international school karena kalau di sana fully Bahasa Inggris. Bahasa itu salah satu wujud budaya, kalau tidak bisa bahasa mereka tidak bisa melakukan pertukaran budaya,” tegasnya.

Sementara itu, penempatan kelas bagi Lucy sepenuhnya diserahkan kepada kebijakan internal Smamda Surabaya sesuai kebutuhan kurikulum dan perkembangan peserta didik.

Revisi Oleh:
  • Satria - 07/08/2026 12:34
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu