Suasana semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa di lingkungan SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik (SMAMIO). Berbagai perlombaan dan aktivitas kemerdekaan menghadirkan keceriaan serta kebersamaan guru dan karyawan.
Di tengah suasana tersebut, SMAMIO tetap menjaga ritme peningkatan mutu melalui pelaksanaan Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar) secara serentak, Kamis (13/8/2026).
Sejak kegiatan dimulai, suasana sekolah tampak dinamis. Para guru yang hadir membawa laptop masing-masing dan bersiap mengikuti rangkaian pengisian Sulingjar.
Setelah briefing, seluruh guru mengikuti pengarahan bersama sebelum melanjutkan pengisian secara serentak. Kesibukan layar laptop berpadu dengan suasana kebersamaan para guru sehingga kegiatan berlangsung serius, tetapi tetap terasa hangat dan santai.
Kegiatan diawali dengan briefing dan pengarahan Kepala SMAMIO, Ulyatun Nikmah, M.Pd., yang memberikan penguatan tentang pentingnya Sulingjar sebagai bagian dari upaya sekolah membangun budaya mutu berbasis data dan analisis Rapor Pendidikan tahun sebelumnya.
Dalam arahannya, Ulyatun menyampaikan bahwa Sulingjar bukan sekadar agenda pengisian survei, tetapi menjadi bagian dari proses sekolah untuk terus belajar, melakukan refleksi, dan meningkatkan kualitas pendidikan.
“Sulingjar bukan sekadar pengisian survei, tetapi bagian dari ikhtiar kita untuk melihat dan memahami lingkungan belajar. Data yang dihasilkan menjadi salah satu bahan dalam Rapor Pendidikan, yang selanjutnya dapat kita gunakan untuk melakukan refleksi dan menentukan langkah perbaikan sekolah,” ungkap Ulyatun.
Lebih dari itu, Ulyatun menegaskan bahwa guru merupakan motor penggerak utama dalam peningkatan mutu sekolah. Guru tidak hanya menjalankan pembelajaran di kelas, tetapi juga menjadi bagian penting dalam proses refleksi, inovasi, dan perubahan yang berlangsung di sekolah.
“Guru bukan hanya pengisi Sulingjar. Guru adalah bagian penting dari proses peningkatan mutu. Ketika guru terus belajar, berefleksi, dan bergerak melakukan perbaikan, maka sekolah pun akan ikut tumbuh dan berkembang,” tegasnya.
Pelaksanaan Sulingjar secara serentak juga menunjukkan kekompakan dan kesiapan seluruh guru. Dengan laptop yang telah disiapkan, para guru mengikuti proses pengisian dengan fokus.
Sesekali terlihat guru berdiskusi ringan terkait teknis pelaksanaan, sementara suasana di sekitar tetap dipenuhi semangat kebersamaan.
Di sisi lain, semarak perlombaan HUT RI masih mewarnai lingkungan sekolah. Nuansa merah putih, aktivitas perlombaan, dan keceriaan warga sekolah menjadi latar pelaksanaan kegiatan.
Perpaduan antara suasana perayaan kemerdekaan dan aktivitas peningkatan mutu tersebut menciptakan atmosfer sekolah yang hidup. Warga sekolah merayakan kemerdekaan sekaligus terus bergerak memajukan pendidikan.
Melalui Sulingjar, sekolah memperoleh data yang menjadi salah satu sumber dalam Rapor Pendidikan. Data tersebut dapat dimanfaatkan untuk membaca berbagai aspek pendidikan, melakukan refleksi bersama, menentukan prioritas, dan menyusun program peningkatan mutu secara lebih terarah.
Dalam kegiatan tersebut, guru juga diperkenalkan dengan siklus peningkatan mutu sekolah, yaitu Sulingjar, data Rapor Pendidikan, Refleksi, Perbaikan, Aksi, dan Evaluasi.
Siklus tersebut menjadi bagian dari komitmen SMAMIO dalam membangun budaya sekolah yang terus belajar dan melakukan perbaikan secara berkelanjutan.
Salah satu guru SMAMIO, Yuniarti Alita, S.Pd., pengampu Bahasa Inggris, menyampaikan bahwa pelaksanaan Sulingjar secara bersama-sama memberikan pengalaman yang berbeda.
“Suasananya cukup menyenangkan karena kita mengisi bersama-sama. Semua membawa laptop, jadi terasa seperti satu tim yang sedang menyelesaikan satu agenda bersama. Di tengah kegiatan HUT RI yang juga sedang meriah, suasananya menjadi semakin hidup,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa Sulingjar juga menjadi pengingat bagi guru bahwa peran mereka tidak berhenti pada kegiatan mengajar.
“Guru bukan hanya mengajar di kelas, tetapi juga ikut memikirkan bagaimana sekolah bisa terus berkembang. Sulingjar menjadi salah satu bagian dari proses itu,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Pramadhona Sabrianti Putri, S.Pd., guru PJOK SMAMIO. Menurutnya, pelaksanaan Sulingjar menjadi momentum bagi guru untuk melihat kembali kondisi lingkungan belajar sekaligus memahami pentingnya kontribusi setiap warga sekolah dalam peningkatan mutu.
“Bagi saya, Sulingjar menjadi kesempatan untuk ikut merefleksikan bagaimana lingkungan belajar di sekolah dapat terus diperbaiki. Sebagai guru, kita tidak hanya berfokus pada pembelajaran di kelas, tetapi juga perlu ikut memberikan gambaran dan masukan yang dapat mendukung perkembangan sekolah,” ujar Pramadhona.
Ia juga mengapresiasi pelaksanaan Sulingjar yang dilakukan secara bersama-sama karena dapat memperkuat kebersamaan dan kesadaran guru terhadap pentingnya budaya mutu.
“Pengisian bersama seperti ini membuat kami merasa menjadi bagian dari satu proses yang sama. Semoga data yang dihasilkan nantinya benar-benar dapat dimanfaatkan untuk menentukan langkah-langkah perbaikan sehingga memberikan dampak positif bagi guru dan peserta didik,” tambahnya.
Bagi SMAMIO, budaya mutu tidak dibangun melalui satu kegiatan, tetapi melalui kebiasaan untuk membaca data, melakukan refleksi, bergerak bersama, dan menghadirkan aksi nyata.
Dalam proses tersebut, guru menjadi aktor utama yang memastikan setiap upaya peningkatan mutu benar-benar memberikan dampak terhadap kualitas pembelajaran.
Pelaksanaan Sulingjar secara serentak menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi seluruh guru dalam membangun sekolah yang adaptif, reflektif, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan.
Di tengah semarak kemerdekaan, SMAMIO terus menyalakan semangat yang sama: merdeka untuk belajar, bergerak untuk berubah, dan berkolaborasi untuk memajukan pendidikan.
Dengan semangat “Guru Bergerak, Sekolah Bertumbuh, Pendidikan Berkemajuan”, SMAMIO berkomitmen menjadikan setiap data dan refleksi sebagai energi untuk terus melangkah menuju sekolah yang semakin baik, bermutu, unggul, dan maju.





0 Tanggapan
Empty Comments