SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) kembali menghadirkan program inspiratif bagi para siswanya melalui kegiatan Sharing Session Study Abroad yang digelar di Ruang Demokrasi lantai 2, Rabu (22/7/2026). Kegiatan ini menghadirkan Iqbal Ainur Rizki, penerima Beasiswa Prestasi Talenta 2021, Beasiswa LPDP 2023 dan 2026, serta Auckland Doctoral Scholarship 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Iqbal membagikan perjalanan akademiknya, mulai dari menempuh studi sarjana di Universitas Negeri Surabaya, melanjutkan pendidikan magister di Victoria University of Wellington, hingga persiapannya menempuh program doktor di University of Auckland, Selandia Baru.
Di hadapan para siswa, Iqbal menegaskan bahwa memilih negara tujuan studi tidak cukup hanya berdasarkan popularitas.
“Calon mahasiswa harus mempertimbangkan kualitas pendidikan, kesesuaian bidang studi, serta peluang pengembangan diri yang ditawarkan oleh negara tujuan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa Selandia Baru dipilih karena memiliki sistem pendidikan yang berkualitas, menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar, menawarkan lingkungan yang aman, serta mampu menghadirkan keseimbangan antara kehidupan dan aktivitas akademik.
“Selain kualitas pendidikannya, saya juga menyukai lingkungan di New Zealand yang nyaman dan mendukung proses belajar,” katanya.
Tak hanya membahas dunia akademik, Iqbal juga memberikan gambaran kehidupan sehari-hari sebagai mahasiswa internasional. Ia menceritakan biaya kebutuhan pokok yang relatif tinggi, keterbatasan pasar Asia, hingga pentingnya memastikan makanan yang dikonsumsi memiliki sertifikat halal.
“Informasi seperti ini penting diketahui sejak awal agar tidak mengalami culture shock ketika sudah berada di luar negeri,” ungkapnya.
Dalam sesi berikutnya, Iqbal mengulas proses panjang yang dijalaninya untuk memperoleh Beasiswa LPDP. Menurutnya, keberhasilan tersebut diraih melalui persiapan yang matang, mulai dari mengikuti kursus IELTS, menjalani tes kemampuan bahasa Inggris, menyelesaikan skripsi, memperoleh Letter of Acceptance (LoA), hingga mengikuti seleksi substansi LPDP.
“Beasiswa tidak datang secara instan. Dibutuhkan kerja keras, konsistensi, dan mental yang kuat untuk melewati setiap tahap seleksi,” tuturnya.
Ia juga memperkenalkan berbagai peluang beasiswa internasional yang dapat diikuti para siswa, di antaranya Beasiswa Indonesia Maju (BIM), Brunei Darussalam Government Scholarship, MEXT Jepang, Turkiye Bursları, Lester B. Pearson Scholarship, ASEAN Undergraduate Scholarship NTU, serta sejumlah program beasiswa internasional lainnya.
Selain itu, peserta mendapatkan materi tentang teknik menyusun motivation letter yang efektif. Iqbal menjelaskan bahwa motivation letter harus mampu menggambarkan karakter diri, alasan memilih program studi dan universitas secara spesifik, serta kontribusi yang ingin diberikan setelah menyelesaikan pendidikan.
“Hindari hanya mengulang isi CV atau menggunakan kalimat yang berlebihan. Gunakan pendekatan storytelling agar tulisan lebih hidup dan mampu meyakinkan pihak pemberi beasiswa,” pesannya.
Melalui Sharing Session Study Abroad ini, Smamita berharap para siswa semakin termotivasi untuk berani bermimpi melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Kegiatan tersebut tidak hanya memperluas wawasan mengenai peluang studi internasional, tetapi juga membangun keyakinan bahwa kesempatan meraih beasiswa terbuka bagi siapa saja yang memiliki tekad, persiapan, dan kemauan untuk terus belajar. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments