Sebanyak 250 siswa dari 15 lembaga pendidikan di Kecamatan Paciran dan Brondong mendapatkan pengalaman belajar bahasa Inggris secara langsung bersama native speaker asal Amerika Serikat, Jeffrey Christian Carr, dalam kegiatan Fun English & Cultural Exchange yang digelar SMP Muhammadiyah 7 Blimbing Paciran (SMP Mutu), Ahad (9/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di halaman SMP Mutu tersebut diikuti siswa dari jenjang SD, MI, dan SMP. Selain menjadi sarana praktik berbahasa Inggris, kegiatan ini juga memperkenalkan budaya Amerika Serikat kepada peserta melalui interaksi langsung dengan penutur asli.
Kehadiran Jeffrey Christian Carr memberikan kesempatan kepada siswa untuk menggunakan bahasa Inggris dalam situasi komunikasi yang lebih nyata. Mereka diajak berbicara, bertanya, menjawab pertanyaan, mengikuti permainan, serta berinteraksi menggunakan bahasa Inggris.
Bagi SMP Mutu, kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris siswa. Program ini juga menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan diri, keterbukaan terhadap perbedaan budaya, dan kesiapan siswa menghadapi lingkungan global.
Dorong Siswa Berani Berinteraksi dengan Dunia
Kepala SMP Muhammadiyah 7 Blimbing Paciran, Wariyono, S.Ag., M.Pd.I., menjelaskan bahwa pendidikan perlu membekali siswa dengan kemampuan yang relevan untuk menghadapi perkembangan dunia. Menurutnya, penguasaan pengetahuan perlu berjalan beriringan dengan kemampuan berkomunikasi dan karakter yang kuat.
Melalui kegiatan Fun English & Cultural Exchange, siswa mendapatkan pengalaman untuk bertemu dengan orang dari latar belakang budaya berbeda. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menumbuhkan keberanian siswa untuk berkomunikasi dan membuka wawasan terhadap dunia di luar lingkungan mereka.
Interaksi secara langsung dengan native speaker juga memberikan pengalaman berbeda dibandingkan pembelajaran bahasa Inggris di kelas. Siswa tidak hanya mempelajari kosakata dan tata bahasa, tetapi juga mencoba menggunakannya dalam komunikasi secara langsung.
Ketua Panitia: Jangan Pulang Hanya Membawa Kesenangan
Ketua Panitia Fun English & Cultural Exchange, Ilma Rahmawati, yang juga merupakan Guru Pendidikan Agama Islam SMP Mutu, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk mengubah kesan bahwa belajar bahasa Inggris merupakan aktivitas yang sulit dan membosankan.
Ia berharap siswa memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai kesempatan untuk memperoleh pengalaman belajar yang tidak selalu mereka dapatkan di dalam kelas.
“Jangan jadikan kegiatan ini hanya sebagai kesempatan untuk bersenang-senang dan keluar sejenak dari rutinitas pembelajaran. Jadikan hari ini sebagai kesempatan yang berharga untuk belajar sesuatu yang mungkin tidak kalian dapatkan setiap hari,” pesan Ilma kepada peserta.
Ia juga mendorong siswa untuk tidak takut melakukan kesalahan ketika menggunakan bahasa Inggris. Menurutnya, keberanian untuk mencoba merupakan bagian penting dari proses belajar.
“Jangan takut salah ketika berbicara. Justru keberanian untuk mencoba adalah bagian dari proses belajar,” ujarnya.

Sementara itu, M. Hayzul Falah, S.Sos., M.Hub.Int., selaku Show Director, menilai pelaksanaan Fun English & Cultural Exchange tahun ini menunjukkan adanya antusiasme dari berbagai lembaga pendidikan di sekitar SMP Mutu.
Menurutnya, keterlibatan 14 SD dan MI di Kecamatan Paciran dan Brondong memperluas cakupan kegiatan sekaligus membuka ruang kolaborasi antarsekolah.
“Saya melihat momen ini sebagai bukti nyata bahwa program interaktif ini mampu menjadi jembatan kolaborasi antarsekolah yang efektif. Ke depannya, sinergi lintas institusi ini diharapkan terus berlanjut guna memperkuat fondasi pendidikan global, meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam berbahasa Inggris, serta mempererat jejaring antarpendidik di tingkat dasar dan menengah,” tegas guru mata pelajaran Global Citizen tersebut.
Peserta Antusias Berinteraksi dengan Native Speaker
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Para siswa aktif mengikuti berbagai aktivitas dan memanfaatkan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan Jeffrey Christian Carr.
Salah seorang peserta dari SMP Mutu, Meilia Indi Safitri, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan itu memberikan kesempatan untuk mengenal budaya Amerika Serikat secara langsung sekaligus mempraktikkan bahasa Inggris.
“Saya sangat senang mengikuti kegiatan Fun English ini karena selain bisa bertemu bule, juga bisa mengenal langsung budaya US dari penduduk aslinya. Saya berharap tahun depan bisa lebih semarak dan meriah lagi,” ujar Indi yang juga merupakan Ketua IPM SMP Mutu.
Testimoni serupa disampaikan Fahira dari kelas Social Science dan Faina dari kelas Social Business SMP Mutu. Mereka menilai kegiatan tersebut memberikan pengalaman belajar bahasa Inggris yang berbeda dari pembelajaran di kelas.
“Biasanya kami belajar bahasa Inggris dari buku dan guru di kelas. Hari ini kami bisa langsung berbicara dengan native speaker. Menurut saya sangat menyenangkan dan membuat saya ingin lebih rajin belajar bahasa Inggris,” tutur salah seorang peserta.
Selain berinteraksi dengan native speaker, para peserta juga mendapatkan kesempatan bertemu dan berkomunikasi dengan siswa dari sekolah lain. Keterlibatan peserta dari berbagai jenjang pendidikan tersebut menjadikan kegiatan sebagai ruang belajar bersama sekaligus memperluas jejaring antarsekolah.
Melalui Fun English & Cultural Exchange, SMP Mutu berupaya menghadirkan pembelajaran bahasa Inggris yang lebih interaktif dengan mempertemukan siswa secara langsung dengan penutur asli. Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan keberanian berkomunikasi, memperluas wawasan budaya, serta mendorong siswa untuk terus mengembangkan kemampuan bahasa Inggris. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments