Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Hadapi Macet dan Insiden Jalan, Kosegu Surabaya Tempuh 10 Jam Kawal Muktamar XVI Tapak Suci

Iklan Landscape Smamda
Hadapi Macet dan Insiden Jalan, Kosegu Surabaya Tempuh 10 Jam Kawal Muktamar XVI Tapak Suci
Kosegu Muktamar XVI Tapak Suci di Semarang (Anang Dony Irawan/PWMU.CO)
pwmu.co -

Rombongan Korps Serba Guna (Kosegu) Kota Surabaya menempuh perjalanan sekitar 10 jam menuju Kota Semarang untuk memperkuat pengamanan Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah yang berlangsung (6–9/8/2026).

Dipimpin Mayor Achmad Hadi Iswanto dan Mayor Kris Sutikno Hadi, rombongan berangkat dari SMP Muhammadiyah 2 Gentengkali, Surabaya, Kamis (6/8/2026). Sebelum berangkat, para personel telah berkumpul sejak pukul 05.00 WIB. Enam unit kendaraan kemudian diberangkatkan sekitar pukul 07.00 WIB.

Rombongan memilih jalur tengah dengan melewati Gresik, Lamongan, Bojonegoro, Grobogan, dan Purwodadi sebelum memasuki Kota Semarang sekitar pukul 17.00 WIB.

Perjalanan menuju lokasi tidak sepenuhnya berjalan lancar. Rombongan menghadapi kemacetan dan salah satu kendaraan mengalami ban kempes. Salah satu kendaraan lainnya juga mengalami insiden setelah ditabrak dari belakang oleh kendaraan lain.

Akibat insiden tersebut, kendaraan rombongan mengalami kerusakan ringan pada bagian belakang. Meski demikian, rombongan tetap melanjutkan perjalanan hingga tiba di Semarang.

“Kami berangkat ke Semarang bukan sekadar untuk hadir, tetapi membawa amanah untuk membantu menjaga keamanan, ketertiban, dan kelancaran Muktamar. Apa pun kendala di perjalanan, semangat teman-teman tetap tidak surut,” ujar Mayor Achmad Hadi Iswanto.

Bergabung dengan Kosegu Jawa Tengah

Setibanya di Semarang, Kosegu Surabaya bergabung dengan jajaran Kosegu Jawa Tengah yang turut mendapat tugas mendukung pengamanan rangkaian Muktamar XVI Tapak Suci. Kehadiran personel tambahan dari Surabaya memperkuat koordinasi pengamanan selama agenda Muktamar berlangsung.

Kehadiran Kosegu Surabaya mendapat sambutan dari Ketua Kosegu Jawa Tengah, Pendekar Fauzy, dan Koordinator Lapangan, Arif Rachman.

Bagi Kosegu, pengamanan tidak hanya berkaitan dengan pengaturan peserta, tetapi juga memastikan setiap rangkaian kegiatan berlangsung sesuai ketentuan dan kondisi di lapangan tetap terkendali.

“Ini bukan hanya soal pengamanan, tetapi juga bentuk pengabdian dan tanggung jawab bersama untuk menyukseskan agenda besar Tapak Suci,” kata Mayor Hadi.

Muktamar XVI Tapak Suci menjadi salah satu agenda penting organisasi. Sejumlah kegiatan digelar dalam rangkaian tersebut, mulai dari Tanwir, seremoni pembukaan, sidang pleno di kompleks Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), hingga Apel Akbar di Lapangan Pancasila, Simpang Lima Semarang.

Mengatur Akses Peserta di Gedung Serbaguna

Salah satu tugas Kosegu Surabaya dilakukan ketika seremoni pembukaan Muktamar berlangsung di Gedung Serbaguna. Jumlah peserta yang datang membuat pengaturan akses menjadi salah satu tantangan di lokasi.

SMPM 5 Pucang SBY

Personel Kosegu mengatur arus keluar-masuk peserta agar tidak terjadi penumpukan di pintu masuk maupun di dalam ruangan. Peserta juga diarahkan menempati tempat duduk sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.

Selain mengatur arus peserta, personel Kosegu melakukan pemeriksaan terhadap kader dan pendekar yang hendak memasuki area seremoni. Beberapa orang yang diketahui bukan peserta kemudian diarahkan meninggalkan ruangan secara tertib.

Mayor Kris Sutikno Hadi menjelaskan bahwa pengaturan tersebut dilakukan untuk memastikan akses ke area seremoni sesuai dengan ketentuan pengamanan.

“Kami tidak bermaksud membatasi siapa pun. Semua dilakukan sesuai aturan dan kebutuhan pengamanan. Kalau memang bukan peserta dan tidak memiliki akses ke dalam ruangan, tentu harus kami arahkan keluar dengan cara yang baik,” jelasnya.

Pengaturan tersebut dilakukan agar kegiatan pembukaan dapat berlangsung dengan tertib, terutama ketika jumlah peserta yang datang cukup banyak dan kapasitas ruangan terbatas.

Menjaga Amanah hingga Muktamar Selesai

Bagi Kosegu Surabaya, perjalanan dari Surabaya menuju Semarang menjadi bagian dari tugas yang harus dijalankan sebelum mereka terlibat langsung dalam pengamanan Muktamar.

Kemacetan, kendaraan mengalami masalah teknis, hingga insiden di perjalanan tidak menghentikan rombongan untuk mencapai lokasi. Setelah tiba di Semarang, personel langsung bergabung dengan Kosegu Jawa Tengah untuk menjalankan tugas sesuai kebutuhan pengamanan.

Mayor Achmad Hadi Iswanto mengatakan tugas tersebut merupakan bagian dari amanah yang harus dilaksanakan sebaik mungkin.

“Kami ingin membuktikan bahwa ketika sudah mendapat amanah, sejauh apa pun perjalanan dan seberat apa pun tantangannya, tugas harus tetap dijalankan. Yang utama adalah Muktamar berjalan aman, tertib, dan lancar,” tegasnya.

Kehadiran Kosegu Surabaya bersama Kosegu Jawa Tengah menjadi bagian dari dukungan pengamanan selama rangkaian Muktamar XVI Tapak Suci di Kota Semarang. Setelah menempuh perjalanan sekitar 10 jam, personel Kosegu Surabaya melanjutkan tugas untuk memastikan berbagai agenda Muktamar dapat berlangsung dengan aman dan tertib. (*)

Revisi Oleh:
  • Tanwirul Huda - 11/08/2026 04:56
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu