Keunggulan program unggulan Madrasah Aliyah Muhammadiyah 1 Karangasem (Mamsaka) Paciran kembali terbukti melalui prestasi siswa dalam ajang Muhammadiyah Education Award (MEA) 2026.
Kali ini, Khaulah Mujahidah Lilah, siswi kelas XI Arabic Tahfidz Class Program (ATCP), berhasil meraih Gold Medal ISMU Fil Arabiyah dalam kompetisi yang berlangsung di Malang, Sabtu (8/8/2026).
Capaian tersebut menjadi bukti bahwa program ATCP tidak hanya memberikan penguatan dalam pembelajaran Bahasa Arab dan tahfidz, tetapi juga mendorong siswa mengembangkan kemampuan akademik melalui kompetisi.
Bagi Khaulah, keberhasilan tersebut bukan sesuatu yang datang secara instan. Ada proses panjang, konsistensi, pengorbanan, serta dukungan berbagai pihak yang mengiringi perjuangannya.
Khaulah mengungkapkan, salah satu motivasi terbesarnya mengikuti kompetisi adalah keinginan mengharumkan nama Mamsaka melalui prestasi siswa sekaligus membanggakan orang tua dan keluarga.
Ia juga menjadikan kompetisi tersebut sebagai sarana untuk membangkitkan semangat belajar sekaligus mengevaluasi kemampuan yang telah dimilikinya.
“Motivasi saya supaya mendapatkan juara yaitu dengan memiliki harapan agar dapat sedikit mengharumkan nama Mamsaka dengan prestasi murid-muridnya dan dapat membanggakan orang tua serta keluarga,” ungkap Khaulah.
Ia menyampaikan apresiasi kepada para guru dan staf yang selama ini memberikan bimbingan. Menurutnya, dukungan tersebut sangat berarti dalam membantu mengembangkan kemampuan dan bakat yang dimilikinya.
“Para guru dan staf yang mengetahui sejauh mana mereka membimbing saya untuk skill dan bakat saya. Dalam perlombaan ini, mereka membimbing dan membantu saya dari awal hingga saat ini,” tuturnya.
Di balik prestasi tersebut, Khaulah mengakui bahwa proses persiapan tidak selalu mudah. Sebagai santri, ia harus membagi waktu antara belajar, kegiatan di pondok, persiapan perlombaan, dan berbagai aktivitas lainnya.
Menurutnya, tantangan terbesar yang dihadapi adalah menjaga konsistensi dan mengatur waktu. Ada sejumlah hal yang harus dikorbankan agar persiapan lomba dapat berjalan maksimal.
“Tidak semudah itu. Perlu konsistensi dan manajemen waktu supaya dapat mencapai posisi ini. Ada beberapa hal yang perlu dikorbankan, apalagi sebagai santri,” jelasnya.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak membuatnya berhenti berjuang. Khaulah memilih untuk terus melakukan ikhtiar dan menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah SWT.
“Bagi saya, yang paling penting hanyalah ikhtiar dan tawakal dengan sepenuhnya, karena dua hal itu sangat krusial untuk segala perjuangan. Dengan ikhtiar dan tawakal, insyaallah semua tantangan dapat dihadapi,” ungkapnya.
Perjuangan tersebut akhirnya membuahkan hasil. Gold Medal ISMU Fil Arabiyah yang diraih Khaulah menjadi salah satu bukti nyata keberhasilan pembinaan ATCP Mamsaka dalam mengembangkan kompetensi siswa di bidang Bahasa Arab.
Prestasi Khaulah sekaligus melengkapi deretan capaian Mamsaka pada MEA 2026. Sebelumnya, siswa ITCP berhasil meraih prestasi melalui kompetisi robotika, sementara siswa M-ICO meraih Gold Medal ISMU in English.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa masing-masing program unggulan Mamsaka memiliki fokus pengembangan yang jelas dan mampu mengantarkan siswa berprestasi sesuai bidang keilmuannya.
Kepala Mamsaka, Purwanto, M.Pd., mengapresiasi prestasi yang diraih Khaulah dan seluruh siswa Mamsaka pada MEA 2026. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil dari pembelajaran yang terarah serta pembinaan yang dilakukan secara konsisten oleh para guru.
“Alhamdulillah, prestasi siswa Mamsaka di MEA 2026 luar biasa. Prestasi ini linier dengan bidang keilmuan pada masing-masing program. ATCP melalui Bahasa Arab, ITCP melalui robotika, dan M-ICO melalui Bahasa Inggris. Ini menunjukkan bahwa pembelajaran di Mamsaka fokus dan serius dalam menyiapkan siswa untuk berprestasi,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para guru pembimbing, siswa, serta seluruh komunitas Mamsaka yang terus memberikan dukungan.
Prestasi Khaulah menjadi bukti bahwa program ATCP Mamsaka mampu memadukan pembelajaran Bahasa Arab dengan pembinaan prestasi secara nyata.
Lebih dari sekadar medali, capaian tersebut merupakan buah dari konsistensi, manajemen waktu, dukungan guru, serta ikhtiar dan tawakal yang terus dijaga dalam setiap proses perjuangan.






0 Tanggapan
Empty Comments