Suasana haru menyelimuti ruang guru MI Muhammadiyah 09 Labuhan (MI MULA) saat mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) Kelompok 21 Desa Labuhan menggelar acara salam pamit, Selasa (11/8/2026).
Di ruang guru yang sederhana, acara tersebut berlangsung khidmat sebagai penanda berakhirnya masa pengabdian mahasiswa KKN UMLA di MI MULA.
Selama hampir satu bulan, para mahasiswa telah melebur menjadi bagian dari keluarga besar MI MULA. Kebersamaan yang terbangun sejak penyesuaian program hingga berbagai aktivitas harian di sekolah menciptakan ikatan emosional yang erat.
Tak heran jika berakhirnya masa pengabdian tersebut diwarnai tangis haru. Saat berpamitan dan berjabat tangan dengan para guru, raut wajah berat untuk berpisah tidak dapat disembunyikan oleh para mahasiswa.
Kehadiran mahasiswa KKN UMLA Kelompok 21 tidak sekadar untuk memenuhi kewajiban akademik. Selama berada di MI MULA, mereka terlibat langsung dalam berbagai agenda penting madrasah, seperti Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) dan Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN).
Para mahasiswa juga turut mendampingi pengembangan bakat dan minat siswa. Kegiatan tersebut meliputi pendampingan Calistung (Membaca, Menulis, Menghitung), seni Qiroah, seni tari tradisional, hingga latihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB).
Perwakilan mahasiswa KKN Kelompok 21, Rafila, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas kesempatan yang diberikan jajaran pendidik MI MULA.
“Terima kasih mendalam kami haturkan kepada Bapak Kepala Madrasah dan seluruh Bapak/Ibu Guru yang telah membimbing kami dan memberikan ruang untuk belajar langsung di lapangan. Mohon maaf jika selama satu bulan ini ada kekhilafan. Semoga silaturahmi ini tetap terjalin erat,” tutur Rafila.
Menurutnya, interaksi langsung dalam dunia pendidikan menjadi pengalaman berharga yang tidak sepenuhnya diperoleh mahasiswa selama menjalani perkuliahan di kampus.
Kepala MI MULA, Ma’in, S.HI, mengapresiasi dedikasi dan kerja keras mahasiswa KKN UMLA. Menurutnya, kolaborasi yang terjalin selama hampir satu bulan telah memberikan dampak positif bagi madrasah dan membantu mewujudkan sejumlah harapan sekolah.
“Alhamdulillah, sinergi antara MI MULA dan mahasiswa KKN UMLA berjalan luar biasa. Adik-adik mahasiswa telah menunjukkan pengabdian yang tulus dan sepenuh hati untuk kemajuan anak-anak kami,” puji Ma’in.
Sementara itu, sesepuh MI MULA, Bapak Ali Qori, S.Pd.I, M.A, memberikan nasihat kehidupan sebagai bekal mahasiswa dalam melanjutkan perjalanan ke jenjang berikutnya. Ia menekankan pentingnya menjaga keikhlasan dalam setiap tindakan.
“Jaga selalu keikhlasan dalam setiap tugas, baik saat kuliah maupun ketika nanti masuk ke dunia kerja. Hati yang ikhlas akan melahirkan ketenangan dan membawa keberkahan. Teruslah menjadi manusia yang bermanfaat bagi masyarakat tanpa membeda-bedakan,” pesan Ali Qori.
Acara salam pamit ditutup dengan penyerahan cinderamata secara simbolis serta foto bersama sebagai kenang-kenangan.
Pendampingan yang dilakukan mahasiswa KKN UMLA Kelompok 21 tidak hanya meninggalkan kesan bagi keluarga besar MI MULA, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembelajaran bagi para mahasiswa.
Melalui berbagai kegiatan bersama siswa, para mahasiswa turut menanamkan nilai-nilai keislaman, cinta Tanah Air, dan kedisiplinan.
Perpisahan tersebut bukan sekadar akhir dari masa pengabdian. Lebih dari itu, pengalaman di MI MULA menjadi salah satu langkah bagi mahasiswa KKN UMLA Kelompok 21 untuk terus berkontribusi dan menjadi agen perubahan yang bermanfaat bagi masyarakat.





0 Tanggapan
Empty Comments