Pimpinan Daerah (Pimda) 20 Tapak Suci Banyuwangi memberangkatkan tiga utusan dalam Muktamar ke-16 Tapak Suci di Semarang yang terdiri dari Mukson Hidayat SPd MT, Mu’at bin Hambal SPd dan Abdul Kadir SPd.
Mereka bertiga sebagai duta dari Pimda 20 Banyuwangi berada di Semarang selama empat hari untuk mengikuti serangkaian acara Muktamar Kamis-Sabtu (6-9/8/2026) lalu.
Komitmen terhadap pengeloaan organisasi yang modern semakin ditegaskan dengan ditetapkannya Tapak Suci sebagai salah satu Organisasi Otonom (Ortom) di bawah Pesyarikatan Muhammadiyah.
“Sebagai Ortom Tapak Suci tidak hanya berperan sebagai sebagai perguruan bela diri, tetapi juga sebagai sarana dakwah dan pembinaan karekter khusunya bagi warga Muhammadiyah” ujar Mu’at bin Hambal, pelatih sekaligus guru pembina Tapak Suci SMA Muha Genteng Banyuwangi.
Oleh-oleh Muktamar
Mukson Hidayat Sekretaris TS Pimda 20 Banyuwangi periode 2018-2026 melaporkan rangkaian kegiatan selama muktamar di Semarang.
Hal tersebut disampaikan pendekar melati tiga itu pada Senin (10/8/2026) di padepokan TS PRM Jalen Genteng Banyuwangi,
Bersama dua rekannya mereka bertiga bertolak dari Banyawangi menuju Semarang pada Rabu (5/8/2026) dengan menggunakan angkutan kereta api.
Tiba di Semarang sehari berikutnya, mereka langsung mengadakan sidang dan rapat koordinasi bersama utusan dari 36 propinsi di Indonesia dan 24 perwakilan luar negeri.
“Yaitu Indonesia Palestina, Thailan, Malaysia, Singapura, Brunai, Kazalhtan, Aljazair, Usbekistan, Mesir, Suriah, Belanda, Perancis, Jerman, Australia, Irak,Taiwan,Timor Leste, ,Negeria, Muzambik, Pakistan, Etiopea, Uganda, Yaman dan Republik Ceko” jelas Mukson.
Dalam keterangan selanjutnya Mukson menjelaskan program kerja Pimpinan Pusat TS yang telah dicapai selama ini bias dijadikan acuan untuk program selanjutnya.
Sekaligus sebagai bahan evaluasi program pengurus harian periode 2026 selanjutnya. Adapun capaian utama yang telah berupa selama ini berupa:
- Peningkatan kualitas kader
- Lahirnya pendekar baru
- Peningkatan kompetensi pelatih dan wasit
- Terselenggaranya kejuaraan nasional dan dunia
Serangkaian capaian tersebut tidak terlepas dari arah perjalanan setrategis atau roadmap (peta jalan) yang telah disusun diawal kepengurusan untuk menuju pengembangan Tapak Suci sampai tahun 2030.
“Selanjutnya kami akan mengikuti program kepengurusan baru dari pusat, jika pada periode selanjutnya masih diberi amanah menjadi pengurus tingkat Pimpinan Daerah periode berikutnya” pungkas Mukson. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments