Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Pasuruan secara resmi memulai soft breaking pendirian Klinik Rawat Inap SehatMu PKU Muhammadiyah Kota Pasuruan, Sabtu (8/8/2026).
Kegiatan yang dirangkai dengan tasyakuran tersebut berlangsung di Kompleks SPEAM Putra, Jalan Ade Irma Suryani No. 1, Sebani, Gadingrejo, Kota Pasuruan.
Kegiatan dihadiri jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dan Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Pasuruan, pimpinan majelis dan ortom, pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah, para dokter, sesepuh Muhammadiyah, simpatisan, tokoh masyarakat, serta unsur pemerintah setempat.
Turut hadir Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Ir Tamhid Masyhudi, serta jajaran Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) PWM Jawa Timur, di antaranya Dr Solichul Abatsar MKes.
Ketua PDM Kota Pasuruan, Dr H Abu Nasir MAg, dalam sambutannya menjelaskan bahwa soft breaking dipilih karena pembangunan Klinik Rawat Inap SehatMu tidak dimulai dari lahan kosong.
Sejumlah sarana dasar telah tersedia dan selanjutnya akan dilakukan renovasi, pemasangan partisi, pengecatan, serta penataan fasilitas agar memenuhi persyaratan operasional klinik.
“Ini kita istilahkan soft karena tidak sepenuhnya membangun sejak awal. Tinggal merenovasi, memberi partisi, mengecat dan melengkapi sarana yang diperlukan” jelas Abu Nasir.
Ia menyampaikan, fasilitas yang telah disiapkan terdiri atas tiga ruang besar, masing-masing berukuran sekitar 7 x 9 meter, yang berada di kawasan SPEAM Putra dan akan dikembangkan menjadi bagian dari Klinik Rawat Inap SehatMu.
Menurutnya, soft breaking menjadi titik awal dari ikhtiar besar Muhammadiyah Kota Pasuruan untuk menghadirkan amal usaha di bidang kesehatan.
Setelah pembangunan dan seluruh persyaratan terpenuhi, kegiatan berikutnya akan diarahkan menuju Grand Opening Klinik SehatMu.
Didorong Semangat Al-Maun
Abu Nasir menegaskan bahwa pendirian klinik bukan sekadar membangun fasilitas kesehatan. Tetapi merupakan bagian dari gerakan dakwah Muhammadiyah yang berorientasi pada kemanfaatan masyarakat.
Ia juga mengapresiasi tiga dokter yang telah menyatakan komitmen untuk mengelola dan mengembangkan amal usaha kesehatan tersebut, yakni dr Husni, dr Ahmad Syaikhudin, dan dr Noval.
Ketiganya, kata Abu Nasir, menyatakan kesediaan untuk mengabdi kepada persyarikatan Muhammadiyah dan mengelola PKU dengan semangat Al-Maun.
“Ini bentuk jihad mereka untuk bekal di akhirat dan komitmen melakukan serta mengelola PKU dengan spirit Al-Maun sepenuhnya” ujarnya.
Selain tim dokter, PDM Kota Pasuruan juga membentuk kepanitiaan yang diketuai H Arli Khusnul, yang memiliki pengalaman di bidang manajemen rumah sakit.
Abu Nasir menyebut persiapan pendirian klinik dilakukan secara intensif dan melibatkan berbagai unsur Muhammadiyah. Bahkan, dalam waktu yang relatif singkat, panitia menyiapkan berbagai kebutuhan teknis kegiatan soft breaking.
Dukungan Infak Jariyah
Semangat membangun Klinik SehatMu juga mendapat dukungan dari warga Muhammadiyah dan para dermawan. Dalam sambutannya, Abu Nasir menyampaikan bahwa gerakan infak jariyah untuk pembangunan klinik telah memperoleh dukungan yang cukup besar.
Dalam beberapa hari, tercatat komitmen infak sekitar Rp44,9 juta, di luar sejumlah dukungan lain yang masih terus dihimpun.
Ia mengajak seluruh warga Muhammadiyah dan simpatisan untuk menjadikan pembangunan klinik sebagai amal jariyah sekaligus sarana menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Yang punya lima juta dikeluarkan, yang punya satu juta dikeluarkan, yang punya seratus ribu diterima, yang punya lima puluh ribu diterima” katanya.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam pembangunan klinik tidak hanya berupa dana, tetapi juga tenaga, pemikiran, doa, dan dukungan terhadap keberlangsungan amal usaha kesehatan Muhammadiyah.
Tamhid: Mengelola Klinik Sekarang Tidak Mudah
Sementara itu, Ir Tamhid Masyhudi mengingatkan bahwa mengoperasikan klinik, terlebih rumah sakit, pada masa sekarang tidak lagi sesederhana masa lalu.
Ia menjelaskan bahwa persyaratan pendirian fasilitas kesehatan kini semakin ketat, mulai dari ketersediaan tenaga kesehatan, sertifikasi, hingga berbagai perizinan lintas instansi.
“Sekarang ini mengoperasikan sebuah klinik apalagi rumah sakit itu bukan perkara yang mudah. Tim pendirian ini nanti akan merasakan itu” ujarnya.
Menurut Tamhid, proses perizinan harus melibatkan berbagai instansi, termasuk Dinas Kesehatan, PUPR, Dinas Lingkungan Hidup, hingga aspek kelistrikan dan keselamatan kebakaran.
Namun, ia meminta tim pendirian tidak berkecil hati. Tantangan tersebut harus dihadapi dengan kesungguhan dan kerja bersama.
“Ini bukan menakut-nakuti, tetapi para pejuang yang hadir pada pagi hari ini harus bersiap-siap untuk menghadapi itu. Tapi ini pasti akan bisa kita lalui” tegasnya.
Tiga Dokter Jadi Modal Awal
Tamhid juga memberikan apresiasi kepada tiga dokter yang telah bersedia menjadi bagian dari perjuangan awal Klinik SehatMu.
Menurutnya, ketersediaan dokter sebenarnya semakin banyak seiring berkembangnya fakultas kedokteran di berbagai perguruan tinggi.
Namun, persoalan yang dihadapi Muhammadiyah saat ini adalah bagaimana menemukan dokter yang tidak hanya memiliki kompetensi profesional. Tetapi juga memiliki komitmen untuk berjuang mengembangkan amal usaha persyarikatan.
Karena itu, keberadaan tiga dokter yang sejak awal menyatakan kesediaan untuk terlibat dinilai sebagai modal penting bagi PDM Kota Pasuruan.
“Kalau sekarang ini Pasuruan berangkat dengan tiga orang dokter dengan lengkap dukungannya, insyaallah bulan depan sudah jadi” ujarnya disambut tepuk tangan hadirin.
Tamhid bahkan mendorong agar target pengembangan Klinik SehatMu tidak terlalu lama. Ia berharap setelah soft breaking, proses renovasi, perizinan, dan pemenuhan persyaratan dapat segera dikebut sehingga klinik dapat segera beroperasi.
Klinik Bukan Semata-Mata untuk Keuntungan
Lebih jauh, Tamhid menekankan bahwa amal usaha kesehatan Muhammadiyah tidak boleh hanya berorientasi pada keuntungan finansial.
Menurutnya, klinik memang harus sehat secara finansial agar mampu bertahan dan berkembang. Namun, keuntungan tersebut harus dikembalikan untuk pengembangan pelayanan kesehatan, kegiatan sosial, dan dakwah.
“Bahwa klinik itu harus untung, iya. Kalau klinik tidak untung, tidak bisa berlanjut. Tapi keuntungan itu bukan untuk pengurus, melainkan untuk mengembangkan klinik dan kegiatan sosial dakwah” jelasnya.
Ia juga mendorong agar Klinik SehatMu sejak awal memiliki ruang pengabdian yang luas. Ketika jumlah pasien belum banyak, tenaga kesehatan tetap dapat bergerak ke tengah masyarakat melalui edukasi kesehatan, posyandu, pelayanan lansia, dan berbagai kegiatan promotif-preventif lainnya.
“Ruang wilayah gerak kita itu banyak, tidak hanya sekadar menunggu pasien. Kemanfaatan berdirinya klinik itu sebenarnya luar biasa” katanya.
Dari Ikhtiar Kecil Menuju Rumah Sakit
Tamhid juga mengajak seluruh warga Muhammadiyah Kota Pasuruan tidak berhenti pada pendirian klinik. Ia bahkan mendorong agar Klinik SehatMu dapat berkembang menjadi rumah sakit pada masa mendatang.
Ia mencontohkan perjalanan sejumlah amal usaha kesehatan Muhammadiyah yang pada awalnya dirintis dari keterbatasan. Tetapi kemudian berkembang menjadi fasilitas kesehatan besar.
Menurutnya, sejarah Muhammadiyah membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk tidak memulai. Bahkan para tokoh awal Muhammadiyah yang bukan tenaga medis mampu meletakkan dasar gerakan pelayanan kesehatan yang kini berkembang luas.
“Sekarang di Pasuruan ini perintisnya ada tiga orang dokter. Kurang apa? Ada satu orang konsultan manajemen. Maka kalau tahun depan itu kelamaan” ujarnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi tantangan agar jajaran PDM, tim dokter, panitia, dan seluruh warga persyarikatan bergerak cepat mewujudkan Klinik SehatMu.
Soft breaking ini menjadi langkah awal PDM Kota Pasuruan dalam menghadirkan amal usaha kesehatan yang diharapkan tidak hanya memberikan layanan medis, tetapi juga menjadi instrumen dakwah, pelayanan sosial, dan pengamalan spirit Al-Maun.
Dengan dukungan persyarikatan, tenaga medis, pemerintah, para dermawan, serta masyarakat luas, Klinik Rawat Inap SehatMu PKU Muhammadiyah Kota Pasuruan harapannya dapat segera terwujud dan memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Pasuruan dan sekitarnya.





0 Tanggapan
Empty Comments